KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 178 : Alam Fantasi Tujuh Bintang #3


__ADS_3

"Tebasan Petir Surgawi!" seru Evan mengeluarkan jurus dan menyerang Macan Tutul Pengejar Awan.


Macan Tutul Pengejar Awan juga menyerang Evan dengan cakarnya dan dua serangan pun saling bertabrakan, hingga membuat mereka saling terpundur namun tidak terluka sama sekali.


"Manusia ternyata kau cukup kuat juga, tapi kau akan mati karena diwilayahku ini aku lah yang paling cepat!" kata Macan Tutul Pengejar Awan.


Kemudian Macan Tutul Pengejar Awan itu pun menghilang dari pandangan Evan dengan gerakannya yang sangat cepat.


"Hahaha manusia!, bagaimana, apakah kamu terkejut? ini lah kecepatanku, Matilah!" kata Macan Tutul Pengejar Awan membanggakan dirinya dan langsung menyerang.


Namun dia tidak tahu bahwa Evan juga punya jurus yang juga sangat cepat, Evan menghindari serangan itu dengan cepat dan mudah yang mengejutkan Macan Tutul Pengejar Awan.


"Ingin beradu kecepatan denganku?, boleh juga!" ucap Evan menyeringai.


"Langkah Kilat Surgawi!" seru Evan yang langsung datang menyerang ke arah Macan Tutul Pengejar Awan dengan gerakan yang sangat cepat.


Dengan pedang Evan menyerang Macan Tutul Pengejar Awan, namun dengan kecepatan yang tidak kalah cepat Macan Tutul itu dapat menghindari serangan Evan yang sudah hampir mengenainya.


"Kenapa kecepatan gerakan manusia ini bisa tidak kalah dariku!?" batin Macan Tutul Pengejar Awan terkejut juga kesal.


"Hahaha bagaimana? apakah kau terkejut?" tanya Evan tersenyum senang.


"Tidak Mungkin!, kamu harus mati hari ini!" ucap Macan Tutul Pengejar Awan.


Kemudian pertarungan dengan beradu kecepatan dan saling bertukar serang diantara Evan dan Macan Tutul pengejar Awan pun terjadi dengan sangat sengit.


Pertarungan mereka hanya terlihat seperti sebuah kilatan biru dengan merah yang saling menghantam dan mengejar saja.


Beberapa saat kemudian bekas cakaran dan sayatan pedang membekas dimana-mana, dibatang bohon, tanah, dan rerumputan.


Pertarungan mereka berlangsung lama, Walaupun kecepatan mereka hampir sama, tetapi Evan jauh lebih diuntungkan karena ukuran tubuh Evan yang lebih kecil yang membuat Evan lebih leluasa dan memiliki ruang untuk bergerak dan bertarung.


Sedangkan Macan Tutul Pengejar Awan memiliki tubuh yang jauh lebih besar dari pada Evan, yang membuatnya tidak bisa bergerak dengan leluasa untuk bertarung.

__ADS_1


Dan karena ukurannya yang jauh lebih besar Macan Pengejar Awan menjadi sasaran yang empuk untuk Evan.


Sedangkan Evan yang tubuhnya jauh lebih kecil akan sulit untuk diserang, namun walaupun begitu setiap jurus yang dikeluarkan oleh Evan maka akan menghabiskan energi spiritual milik Evan.


Hingga beberapa saat kemudian mereka pun sudah tampak kewalahan namun masih tetap bertarung dengan semangat.


"Pedang Naga Petir!" seru Evan mengeluarkan jurus pedang yang mengeluarkan Energi Petir yang membentuk seekor Naga.


"BAAM!" serangan itu menghantam Macan Tutul Pengejar Awan dengan sangat kuat, hingga membuat Macan Tutul Pengejar Awan mengeram kesakitan.


Evan juga tampak sudah kewalahan. "Sial, dengan tingkatanku yang sekarang ini aku tidak bisa mengerahkan jurus Pedang Naga Petir dengan maksimal!, sekarang aku juga sudah kehilangan sebagian dari energi spiritualku!" pikir Evan dalam hatinya.


"Manusia ini kenapa bisa sekuat ini hanya dengan tingkatannya yang rendah?, dia bahkan bisa melukaiku separah ini!" batin Macan Tutul Pengejar Awan.


Mereka pun lanjut bertarung lagi, Evan meloncat melesat menyerang ke arah wajah Macan Tutul Pengejar Awan.


Namun serangan Evan berhasil dihindari oleh Macan Tutul Pengejar Awan dan langsung berbalik menyerang Evan dengan cakarnya.


Evan berhasil menahan serangan balik itu dan Evan pun terlempar ke udara.


Jurus Naga itu menghantam Macan Tutul Pengejar Awan sebanyak sembilan kali berturut-turut dengan sangat cepat, hingga membuat Macan Tutul Pengejar Langit meraung kesakitan.


Namun walaupun jurus itu sudah menyerang dengan sangat kuat, tetapi Macan Tutul Pengejar Awan masih saja hidup dan hendak bangkit berdiri lagi.


Melihat itu Evan yang masih berada di atas udara pun sangat kesal dan jengkel.


"Keparat!, kenapa kau masih belum mati JUGA !!" teriak Evan yang kemudian melesat jatuh dari atas dan menghantam Macan Tutul Pengejar Awan dengan pukulan yang sangat kuat dan penuh amarah.


"BOOMM !!" hantaman keras membuat Macan Tutul Pengejar Awan meraung kesakitan untuk yang kedua kalinya hingga membuat angin kuat pun berhembus menerpa pohon-pohon, semak-semak dan rerumputan.


Namun Macan Tutul Pengejar Awan masih saja belum mati juga, Evan melompat ke atas kepala Macan Tutul Pengejar Awan dan dengan penuh amarah Evan menancapkan pedangnya langsung ke kepala macan itu.


Dengan sekuat tenaga Evan menekan pedangnya kebawah dan semakin dalam, Macan Tutul Pengejar Awan meraung kesakitan untuk yang ketiga kalinya. Bersamaan engan darah yang menyembur kewajah dan pakaian Evan.

__ADS_1


Raungan ketika masih terus berlanjut. "AAAARRG !!" teriak Evan sembari membuka (membelah) tengkorak kepala Macan Tutul pengejar Awan menjadi dua.


Raungan ketiga Macan Tutul Pengejar Awan berakhir dengan kematian dan Evan pun terjatuh ke tanah dengan nafas lemah yang terengah-engah.


"Sialan!, tidak aku sangka ternyata sesulit ini hanya untuk membunuh monster sialan ini!" ucap Evan dengan lemah.


Evan berbaring di atas tanah dan beristirahat sembari mengatur nafas untuk beberapa saat, hingga beberapa menit kemudian Evan pun bangkit berdiri.


"Sekarang aku akan menyerapmu, jika setelah menyerap kamu tetap tidak menerobos level aku akan sungguh kesal!" gumam Evan dan kemudian menyerap mayat Macan Tutul Pengejar Awan tersebut.


Belum selesai menyerap hingga habis Evan pun akhirnya menerobos level, sekarang di alam Fantasi Tujuh Bintang Evan berada ditingkat Jenderal Level Dua dan didunia (alam) nyata Evam berada ditingkat Jenderal Level sembilan.


"Akhirnya, Akhirnya aku menerobos level juga Hahaha..." ucap Evan merasa sangat senang dan kemudian menyelesaikan penyerapannya.


"Satu level lagi maka aku akan bisa membebaskan Ririn dari kutukannya!, tunggu aku Ririn, sebentar lagi aku akan bisa menyembuhkan kamu dan kamu akan terbebas dari penderitaanmu!" ucap Evan merasa sangat senang.


"Sekarang hari sudah hampir gelap, aku harus segera kembali dan berkumpul dengan mereka!, masalah Gua Ular Piton Bertanduk Tiga aku datangi besok saja." ujar Evan.


Kemudian Evan pun segera bergegas kembali ke tempat yang sebelumnya sudah ditentukan untuk menjadi tempat berkumpul.


Didalam perjalanan kembali Evan tidak menemukan kendala apapun, hingga beberapa saat kemudian Evan pun sampai ke tempat berkumpul yang sebelumnya telah ditentukan itu.


Tampak setelah sampai Evan melihat semua teman-temannya telah berkumpul kembali, tanpa memasang api unggun karena api unggun akan memancing hewan monster yang kuat maupun lemah untuk datang, jadi mereka tidak memasang api unggun.


Evan dengan tubuh dan pakaian yang penuh dengan darah menghampiri teman-temannya yang telah berkumpul.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2