
Semakin dekat wanita itu pada Fang Yin, maka semakin jelas tercium aroma wangi yang memabukan dari tubuhnya.
Fang Yin merasakan sakit kepala ketika dirinya menghirup aroma wangi itu.
'Aku tidak bisa selamanya menahan napas seperti ini. Apa yang harus aku lakukan untuk mengatasinya?' Fang Yin berpikir bagaimana caranya agar bisa menghindari bau itu.
"Apa yang kamu lakukan di sini? Kamu telah menunda hari pernikahanku!" Wanita itu terlihat sangat marah.
Pupil matanya yang berwarna emas itu terlihat sangat menyeramkan. Dia juga memiliki gigi-gigi yang sangat runcing.
"Aku tidak akan membiarkan kamu menikahi kakakku, wanita jelek!" seru Fang Yin memancing emosinya agar dia segera menyerangnya terlebih dahulu.
"Apa kamu bilang?! Rasakan ini! Aku bersumpah akan mencabik-cabik mulutmu itu!" seru wanita itu menyerang Fang Yin dengan pedangnya.
Fang Yin pun mengeluarkan pedang untuk membalas serangan wanita itu.
Suara pedang beradu menggema di seluruh ruangan goa. Mereka bertarung membuat mereka bergerak berkeliling ke seluruh ruangan saat saling serang dan menghindar.
Tubuh Fang Yin terdesak dan menghantam sebuah dinding. Tangan Fang Yin menyentuh sebuah pintu yang terbuat dari besi.
Trangg! Trang!
Sabetan pedang wanita itu menghasilkan suara yang nyaring ketika menghantam pipa-pipa yang terbuat dari besi tersebut.
__ADS_1
"Tolong! Tolong kami!" Suara seorang pria tua terdengar lirih di balik pintu itu.
Ruangan itu sangat gelap sehingga Fang Yin tidak bisa melihat dengan jelas siapa saja yang berada di dalam ruangan tersebut.
Crashh!
Pedang wanita itu berhasil membuat lengan Fang Yin tergores karena terlambat menghindar.
"Hoho! Baiklah! Jangan merasa menang karena kamu berhasil menyerangku di saat aku lengah!" Fang Yin mulai meningkatkan konsentrasinya dalam bertarung.
"Kamu hanyalah seekor kutu di mataku, Bocah tengik! Apa yang bisa kamu lakukan saat Ketua Sektemu berada dalam pengaruhku. Hahaha!" wanita itu tertawa mengerikan.
"Siapa kamu sebenarnya?" Fang Yin merasa penasaran dengan wanita yang terlihat sangat arogan itu.
Ucapan wanita itu membuat Fang Yin terperanjat. Dia tidak menyangka jika pemimpin organisasi bawah tanah yang cukup diperhitungkan itu adalah seorang wanita. Organisasi Tentara Iblis Darah memiliki anggota yang tidak sedikit, banyak sekali bandit-bandit dan perampok yang hidup dalam naungannya.
"Mengejutkan! Aku juga sangat terkejut dengan tempat tinggal kamu yang kumuh ini!" Fang Yin memancing amarah Ning Ruoruo agar menyerangnya kembali.
"Aku benar-benar ingin merobek mulutmu sekarang juga! Ini adalah markas tersembunyiku, Bodoh! Hiyaaa!"
Pranggg!
Suara sabetan pedang Ning Ruoruo terdengar nyaring dan mengeluarkan kilatan api.
__ADS_1
Sabetan pedang Ning Ruoruo yang dialirkan Qi di dalamnya itu berhasil menebas pengunci pintu besi itu.
'Kena kau! Kamu tidak tahu jika sedang aku manfaatkan, bukan?' Fang Yin bersorak di dalam hati.
Dengan gerakan cepat Fang Yin membuka pintu berjeruji besi itu dan meminta orang yang di sekap di dalamnya keluar.
"Cepat keluar!" teriak Fang Yin sambil terus menahan serangan Ning Ruoruo dan membawanya sedikit menjauh dari pintu yang terbuka itu.
"Kamu benar-benar membuatku marah, Kutu Busuk! Kalian cepat hadang mereka!" pekik Ning Ruoruo meminta pasukannya untuk menghadang tawanannya yang terlepas.
Fang Yin melemparkan bola-bola energinya untuk membantu mereka agar bisa meloloskan diri dari prajurit Ning Ruoruo.
'Aku harus berpikir bagaimana caranya agar bisa mendekati kak Feng. Sepertinya dia bukan terkena sihir melainkan racun yang mengandung zat adiktif. Aku belum tahu apa tujuannya menikahi kak Feng, mumgkin dia memiliki sebuah rencana yang berhubungan dengan Sekte Sembilan Bintang. Aku harus mencari kesempatan untuk mendekati kak Feng dan segera memberikan pil penawar untuknya.' Fang Yin bermonolog dalam hati.
"Dasar prajurit bodoh! Menangkap orang-orang itu saja tidak becus. Menyesal aku tidak membawa pasukanku kemari!" Ning Ruoruo merasa kesal pada prajurit wanitanya yang gagal menangkap tiga orang tawanannya.
"Apakah kami harus mengejarnya, Ketua?" tanya salah seorang dari mereka.
"Pakai tanya lagi! Iya ...! Kejar mereka! Bodoh!" pekik Ning Ruoruo.
Tanpa disadari oleh Ning Ruoruo Fang Yin memakai Jurus Merendahkan Bayangannya untuk mendekati Ketua Sekte yang tengah duduk terbengong di singgasana batu.
****
__ADS_1
Bersambung ....