Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 393. Penemuan Baru


__ADS_3

Fang Yin tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri tetapi dia terus menatap ke arah pelayan yang bergunjing. Ucapan yang sangat pelan sekalipun bisa terdengar oleh telinganya sehingga dia tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Sebelum semuanya semakin menjadi, dia harus menghentikannya agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.


"Jika kalian merasa lebih pantas untuk menjadi pelayanku maka datanglah ke hadapanku. Jika tidak jangan pernah menyalahkan keputusanku karena aku lebih tahu apa yang aku butuhkan daripada kalian," ucap Fang Yin dengan nada yang datar tetapi syarat akan kemarahan.


Pelayan yang bergunjing terdiam dan menunduk. Mereka tidak berani berkutik sama sekali. Tidak seharusnya mereka mempertanyakan keputusan Fang Yin untuk mengambil Ling Shasha sebagai pelayannya.


Merasa tidak ada masalah lagi, Fang Yin kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kediamannya. Ling Shasha belum lama menjadi pelayan di sana sehingga dia belum tahu ruangan apa saja yang ada di istana kekaisaran. Ada beberapa ruangan yang dikhususkan untuk Fang Yin dan beberapa ruangan lain dikhususkan untuk Jian Heng.


Di dalam ruangan tersebut terdapat barang-barang pribadi memilih keduanya secara terpisah. Masing-masing dari mereka memiliki selera yang berbeda untuk menyimpan dan menata barang di dalam tempat penyimpanannya. Fang Yin tidak ingin Ling Shasha salah dalam mengambil atau meletakkan barang miliknya.


Mereka berjalan berkeliling ke seluruh istana. Entah karena lelah atau apa, tubuh Fang Yin berkeringat dingin dan merasa lemas. Dengan langkah yang terburu-buru dia membawa Ling Shasha pergi ke ruangannya.


Wajahnya yang pucat membuat Ling Shasha merasa ketakutan. Ini ada hari pertama dia bekerja. Dia tidak ingin terjadi kesalahan dan mendapatkan tuduhan yang membuatnya terpojok.


"Yang Mulia! Apa yang harus saya lakukan untuk membantu Anda?" tanya Ling Shasha ketika melihat Fang Yin duduk sembarangan di lantai yang masih jauh dari meja ataupun tempat tidurnya.


Tangan kiri Fang Yin bertolak ke lantai untuk menjaga tubuhnya sedangkan tangan kanannya memijat pelipisnya.


"Biarkan aku beristirahat sebentar. Aku juga tidak tahu mengapa tiba-tiba kepalaku terasa berdenyut dan pusing." Fang Yin berusaha untuk mengatur nafasnya.


Setelah rasa tidak nyamannya berkurang, dia lalu mengambil posisi untuk berkultivasi.


Bagi orang awam seperti Ling Shasha, apa yang dilakukan oleh Fang Yin terlihat begitu luar biasa. Pemandangan ini bisa saja mengundang rasa ingin tahu orang-orang yang berada di luar ruangan. Untuk menghindarinya, Ling Shasha segera menutup pintu ruangan dan berdiri di kejauhan untuk berjaga-jaga.


Kultivasi Fang Yin tidak berlangsung lama. Melihatnya sudah tersadar, Ling Shasha segera datang untuk menghampirinya. Wajahnya masih terlihat pucat.

__ADS_1


"Maaf, Yang Mulia. Bolehkah saya membantu Anda untuk pergi beristirahat ke tempat tidur?" tanya Ling Shasha.


Fang Yin menjawabnya dengan anggukan. Sikap rambut Ling Shasha membuatnya yakin jika dia memang seorang yang baik. Dia juga terlihat sangat sabar dan penuh perhatian.


"Aku tidak sakit. Jangan khawatir. Entahlah, aku merasa tubuhku sangat lelah saja." Fang Yin menggerakkan lehernya yang terasa sangat kaku.


"Apakah Anda ingin saya mengambilkan minum, Yang Mulia?" tanya Ling Shasha setelah membantu Fang Yin duduk dengan benar di atas tempat tidur.


Fang Yin mengangguk.


"Kamu bisa mengambilnya di atas meja," ucap Fang Yin sambil menunjuk ke atas meja.


"Baik, Yang Mulia." Ling Shasha segera bangkit dan mengambilkan minuman yang diambilkan untuk Fang Yin.


"Baik, Yang Mulia."


Kini Fang Yin hanya tinggal seorang diri di kamarnya setelah kepergian Ling Shasha. Dia lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri sebuah jendela yang berada di salah satu sisi kamarnya. Setelah jendela terbuka, dia lalu menuangkan isi cangkir minumannya ke dalam sebuah pot tanaman.


Tidak lama berselang, tanaman yang menyerap minuman dari cangkir Fang Yin pun menjadi layu. Bola matanya membulat saat melihatnya. Dia tidak menyangka jika ini akan terjadi.


'Ada seseorang yang sengaja menaruh zat berbahaya di dalam minumanku. Aku harus memeriksa semua minuman yang ada di kamar ini.' Fang Yin mengambil teko di atas meja dan menuangkannya ke tanaman yang berbeda.


Tanaman yang terkena minuman itu mendadak menjadi layu. Untuk memastikan zat apa yang ada di dalam air minum itu, Fang Yin mengambil sisa air dan memeriksanya. Tidak ada hal yang mencurigakan saat dia mengendusnya dengan indera penciumannya.


"Sepintas air ini tidak ada yang berbeda dengan air biasa. Zat yang terkandung di dalamnya tidak memiliki rasa dan aroma yang mencolok. Pantas saja aku tidak menyadari saat meminumnya."

__ADS_1


Fang Yin mengambil posisi dengan duduk sempurna. Dia ingin mengekstraksi zat racun yang telah masuk ke dalam tubuhnya sebelum semuanya menjadi netral oleh penawar alami yang ada di tubuhnya. Zat-zat itu akan terkumpul menjadi uap dan akan memadat di luar tubuhnya.


Dengan energi dari dalam tubuhnya, Fang Yin mengalirkan energi untuk menekan keluar zat racun itu. Awalnya dia berpikir jika hanya zat racun yang dia konsumsi hari ini saja yang akan keluar, rupanya ada zat racun jenis lain yang mengendap di pembuluh darahnya dan tidak bisa terurai. Jika dia tidak segera menyadarinya mungkin nyawanya akan terancam.


Perlahan uap racun itu keluar dari pori-pori kulitnya. Tangannya melakukan gerakan khusus yang membuat uap racun terkumpul menjadi beberapa bagian sesuai dengan sifat dan jenisnya masing-masing.


Seiring dengan keluarnya zat racun dari dalam tubuhnya, Fang Yin merasakan tubuhnya berangsur membaik. Efek dari racun membuat jalur pelepasan energinya terblokir.


'Pantas saja tubuhku terasa sangat lemas. Rupanya ada racun yang menyumbat jalur meridianku. Aku mengakui kehebatan orang ini.'


Fang Yin tersenyum sinis. Dia memikirkan sebuah rencana balasan untuk pelaku yang belum diketahuinya. Untuk sementara ini, dia akan berpura-pura tidak tahu dengan minuman beracun yang ada di kamarnya.


Uap racun yang telah terkondensasi diubahnya menjadi cairan. Fang Yin menyiapkan beberapa botol kecil dan menyimpan racun-racun itu ke dalamnya. Selanjutnya dia akan mempelajarinya tentang dari mana racun dengan komposisi asing itu berasal.


Sebelum pelakunya benar-benar terungkap, dia tidak akan mengatakan masalah ini pada siapapun termasuk Jian Heng. Suaminya itu terkenal sangat waspada, dia takut penyusup yang meracuninya akan kabur sebelum waktunya.


'Aku tetap akan berpura-pura mengalami hal yang sama dengan kemarin. Tikus kecil itu tidak boleh tahu jika aku sudah mengetahui rencananya.'


Fang Yin lalu membuka telapak tangannya dan keluarlah sebongkah es. Bongkahan es bergerak dengan energinya menuju ke teko tempat menyimpan air. Setelah berhenti di atasnya, dia membuatnya mencair dan mengisi teko yang telah kosong.


Kepekaan telinganya mendengar sebuah langkah yang mendekat ke ruangannya. Fang Yin segera mengambil posisi untuk berbaring agar terkesan lemah. Dengan begitu, tidak akan ada yang curiga jika dia telah terbebas dari racunnya.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2