
Jalanan licin itu akhirnya benar-benar membuat Ketua Sekte terjatuh tertelungkup.
"Aaaaaa!" pekiknya.
Tangannya mencoba menggapai bebatuan untuk berpegangan tetapi batu itu tercabut dan ikut jatuh bersamanya.
Byurrr!
Tubuh Ketua Sekte tercebur ke dalam kolam dan tenggelam. Dia mencoba untuk berenang ke permukaan tetapi tidak bisa bergerak karena di dasar kolam itu seperti sebuah corong yang menghisap tubuhnya masuk ke dalam.
Rupanya Ketua Sekte dan Fang Yin jatuh ke aliran sungai bawah tanah.
Semakin lama kedalaman air sungai yang membawa tubuh Fang Yin dan Ketua Sekte semakin dangkal.
Fang Yin yang terjatuh lebih dulu sampai di tepi sebuah daratan terlebih dahulu.
Tubuhnya tersangkut pada sebuah batang pohon roboh yang melintang di tengah sungai. Di susul oleh Ketua Sekte yang juga tersangkut di sana.
Fang Yin dalam keadaan tidak sadarkan diri karena terlihat ada luka di kepalanya. Mungkin sebelumnya kepalanya itu terbentur bebatuan.
"Yin'er! Yin'er! Bangunlah, Yin'er!" pekik Ketua Sekte sambil menepuk-nepuk pipi Fang Yin.
Ketua Sekte memeriksa denyut nadi Fang Yin. Masih ada.
__ADS_1
Napas Fang Yin juga masih ada meskipun sangat lemah.
Kedalaman air di tempat mereka berada sekarang hanya sebatas paha orang dewasa.
Dengan susah payah Ketua Sekte berdiri lalu membawa tubuh Fang Yin ke tepi. Mereka sama-sama ambruk di tepi sungai itu dan Ketua Sekte pun kehilangan kesadaran.
"Uhukkk! Uhuukk!" Fang Yin terbatuk lalu memuntahkan air yang tertelan sebelumnya.
Hari masih malam tetapi dia bisa melihat sinar bintang di kegelapan. Udara yang berhembus terasa dingin menusuk karena baju Fang Yin yang basah kuyup.
'Arrggh! Tubuhku rasanya seperti remuk. Kepalaku juga terasa sangat berat.' Fang Yin memegangi keningnya uang terluka akibat benturan.
Tanpa sengaja tangannya menyenggol sesuatu.
"Kak Feng!" pekik Fang Yin ketika melihat wajah Ketua Sekte dalam keremangan.
Dengan sisa-sisa tenaganya, Fang Yin bangun dan duduk dengan benar.
Hal pertama yang harus dia lakukan adalah berkultivasi untuk menyerap Qi alam sebanyak-banyaknya untuk mengganti energinya yang hilang.
Tubuh Fang Yin bersinar terang ketika kultivasi itu berlangsung.
Hanfunya yang sedikit robek di bagian punggung memperhatikan simbol naga yang turut menyala.
__ADS_1
Di tengah kultivasi Fang Yin berlangsung, Ketua Sekte tersadar lalu melakukan kultivasi menyusul Fang Yin.
Posisinya yang berada sedikit di belakang Fang Yin membuatnya tidak sengaja melihat simbol naga di punggungnya yang nampak sedikit.
'Apa? Simbol Dewi Naga?!' Ketua Sekte terperanjat ketika melihat simbol itu.
'Gadis ini benar-benar akan menjadi ancaman di dunia kultivasi. Aku harap di kemudian hari dia masih memiliki sisi-sisi kemanusiaan.' Tidak ingin larut dalam kengerian yang belum tentu terjadi, Ketua Sekte memilih untuk melanjutkan tujuannya untuk berkultivasi.
Agak sedikit sulit bagi Ketua Sekte untuk berkultivasi setelah melihat simbol naga di tubuh Fang Yin, akhirnya dia duduk dengan membelakangi Fang Yin dan merasa lebih baik.
"Akhirnya! Aaahh!" Fang Yin merasa tubuhnya lebih segar. Tangannya terangkat ke atas lalu diliukkan ke kanan dan ke kiri untuk merenggangkan tubuhnya.
Meskipun luka-luka di tubuhnya masih meninggalkan bekas. Namun Fang Yin sudah tidak merasa rasa sakit.
Melihat Ketua Sekte sedang berkultivasi, Fang Yin pergi menyelinap ke semak-semak untuk mengganti pakaiannya yang robek.
Kini dia memakai hanfu yang dia simpan di dalam cincin penyimpanannya.
Merasa bosan menunggu Ketua Sekte yang belum usai berkultivasi, Fang Yin melangkah berkeliling dan melihat alam di sekitarnya.
Pandangan matanya menangkap sesuatu yang menarik hatinya. Sesuatu yang tampak bersinar di kejauhan. Ingin sekali Fang Yin pergi untuk melihatnya dari dekat tetapi dia harus menunggu Ketua Sekte selesai berkultivasi.
'Aku baru melihat tumbuhan semacam itu di dunia ini. Tanaman jenis apakah itu?' Fang Yin bertanya-tanya dalam hati sesekali melirik ke arah Ketua Sekte berharap dia segera selesai.
__ADS_1
****
Bersambung ....