
Langit malam yang semula gelap tiba-tiba menjadi terang oleh cahaya energi yang dikeluarkan oleh kesembilan kultivator itu.
Ketua Lama terlihat menggerakkan tangannya ke atas seolah ingin meraih sesuatu.
Entah dari mana datangnya, sebuah pedang yang sangat bersinar muncul di tangannya dan memancarkan cahayanya ke langit.
Cahya yang mencapai langit menimbulkan suara guntur yang menggelegar diiringi dengan kilat yang menyala-nyala di langit malam.
Udara di sekitar tempat itu yang semula tenang pun menjadi kacau menjadi angin ribut yang mengundang badai.
Suasana malam itu seperti akan terjadi badai besar yang akan meluluhlantahkan tempat itu.
Murid-murid sekte yang semula berada di sana untuk melihat pertarungan, berlari berhamburan untuk mencari tempat berlindung dan menjauh.
Para tetua sekte pun bergerak mundur untuk menjauhi bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat dari pertarungan ini.
Melihat Fang Yin yang masih diam mematung di tempatnya, Jian Heng segera melompat ke atas dan membawanya ke tempat yang lebih aman.
"Tetua Yu! Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa pria misterius itu?" Fang Yin tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya.
Jian Heng menatap Fang Yin dari ujung rambut hingga ujung kaki untuk memastikan bahwa dirinya tidak terluka.
"Syukurlah kamu baik-baik saja, Xiao Yin," ucap Jian Heng.
Fang Yin merasa kesal karena Jian Heng mengabaikan pertanyaannya dan memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan keinginannya.
"Kamu tanya apa tadi?" Seakan mengerti akan kekesalan Fang Yin, Jian Heng ingin Fang Yin untuk mengulang pertanyaannya lagi.
"Siapa pria misterius itu dan apa yang sebenarnya terjadi?" ulang Fang Yin.
__ADS_1
"Pria misterius itu adalah Ketua Lama pendiri Sekte Sembilan Bintang ini. Dan kesembilan kultivator yang mengepungnya itu adalah pendekar dari klan Yuan yang datang ke tempat ini untuk merebut pedang Sembilan Bintang yang sekarang ada di tangan Ketua Lama itu," jelas Jian Heng.
Fang Yin mengangguk tanda mengerti.
"Aku pikir pria misterius itu adalah seorang pria muda yang berambut putih. Ternyata dia orang yang sudah tua," ucap Fang Yin mengatakan hal konyol yang membuat Jian Heng merasa lucu di tengah ketegangan yang terjadi.
"Setiap kultivator yang mencapai ranah dewa bisa melawan hukum alam dengan pertumbuhan fisik yang tidak akan menua dan umur yang panjang, Xiao Yin. Sebagian juga bisa bertransformasi menjadi Dewa Binatang ataupun tumbuhan sesuai dengan Qi penyusun yang ada di dalam tubuh mereka. Jadi kamu tidak perlu terlalu heran."
"Baiklah! Aku mengerti." Fang Yin sedikit banyak telah tahu dengan tingkatan di dalam kultivasi.
'Pantas saja pria misterius itu memiliki energi yang begitu kuat, rupanya dia adalah seorang kultivator ranah dewa yang jarang muncul ke permukaan untuk bertarung. Aku pikir dia seperti kak Da Xia yang memiliki rambut putih meskipun masih muda.' Fang Yin bermonolog di dalam hati.
Kembali ke pertarungan.
Para kultivator terpana melihat pedang yang mereka impi-impikan ada di hadapan mereka.
Ketua Sekte Lama mengalirkan Qi pada pedang itu dan menyelimuti tubuhnya dengan energi perlindungan membuat tekanan energi di sekitarnya menjadi sangat kuat.
Jian Heng mengeluarkan energi perlindungan untuk menahan energi dari Ketua Lama dan meminta Fang Yin untuk melakukan hal yang sama dengan dirinya.
Beberapa orang kultivator terpental dan jatuh dengan luka dalam yang cukup serius akibat tidak mampu menahan energi yang terpancar dari tubuh Ketua Lama.
Kini hanya tersisa tiga orang saja yang masih berdiri untuk melawan Ketua Lama. Energi di tangan mereka yang semula dipersiapkan untuk menyerang Ketua Lama perlahan memudar.
"Kalian menginginkan pedang ini, bukan? Sekarang ambilah dari tanganku!" pekik Ketua Lama.
Kilatan matanya terlihat sangat menyeramkan dengan aura membunuh yang terlihat sangat menyeramkan.
Ketiga kultivator yang tersisa itu mencoba mengendalikan tubuhnya untuk menahan tekanan energi dari Ketua Lama dan kembali bersiap untuk menyerang.
__ADS_1
Ketiganya masing-masing mengeluarkan pedang energi untuk mengimbangi pedang asli milik Ketua Lama.
Langit masih terang oleh kilat dan guntur masih menggelegar.
Sepertinya, Ketua Lama memang benar-benar berniat untuk menghabisi semua pendekar dari Klan Yuan yang mengusiknya malam ini.
Kultivator Klan Yuan mulai menyerang dengan Jurus Pedang Tak Terlihat andalan milik mereka.
Serangan demi serangan mereka luncurkan untuk melukai Ketua Lama. Namun Ketua Lama berhasil menangkisnya dengan Pedang Sembilan Bintang yang ada di tangannya.
Sebuah ayunan pedang menimbulkan gelombang yang membuat tubuh ketiga kultivator itu terpental dan jatuh.
Dua di antaranya terluka parah dan tidak bisa melanjutkan pertarungan sehingga hanya menyisakan satu orang saja yang masih bisa berdiri dengan tegap.
Kultivator itu adalah ketua Klan Yuan, Yuan Wong Hang.
Pria bertubuh kekar itu kembali melompat ke udara dan berada dalam jarak yang sedikit menjauh dari Ketua Lama.
Dia terlihat sedang melakukan sesuatu yang belum tertebak.
Energi berwarna biru menyelimuti tubuh Yuan Wong dan membuatnya menjadi tak terlihat karena tertutup oleh energi itu.
Untuk beberapa saat belum bisa tertebak apa yang sedang terjadi padanya saat ini.
"Apa?! Dia ingin melakukan mutasi menjadi binatang roh pelindungnya!" pekik Ketua Lama setelah menyadari apa yang dia lihat di hadapannya.
Untuk melakukan mutasi untuk merubah wujud manusia ke dalam wujud binatang, seorang kultivator setidaknya harus berada pada ranah surgawi bintang tujuh.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
****
Bersambung ....