Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 277. Perpisahan


__ADS_3

Setelah seluruh penduduk Lembah Maut berkumpul dengan semua yang akan mereka bawa tanpa ada yang terlupa, Fang Yin meminta kepada mereka untuk saling berpegangan atau setidaknya menyentuh satu sama lain. Semua ini dilakukan agar tidak ada yang tertinggal atau tercecer saat pemindahan berlangsung. Tidak ada seorangpun yang berani untuk membantah perintah Fang Yin. Mereka mengikuti apapun yang dia katakan.


Fang Yin mengulurkan telapak tangannya yang terbuka ke arah paviliun tua dan membuatnya lenyap seketika. Namun, paviliun itu tidak benar-benar menghilang, melainkan tersimpan dalam ruang dimensinya. Setelah ini dia akan mengeluarkannya dan menanamnya di Hutan Bintang Selatan.


Tangan kanan Fang Yin kembali mendorong ke depan dan mengeluarkan aura energi yang mengelilingi penduduk Lembah Maut. Mereka bisa melihat secara sadar apa yang terjadi. Beberapa kali mereka mendarat di dimensi yang berbeda-beda lalu berganti dalam waktu yang singkat. Pada pergantian terakhir, mereka merasa sedang berada di sebuah hutan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.


"Ini adalah tempat yang kujanjikan pada kalian. Tempat ini adalah Hutan Bintang Selatan. Demi keamanan kalian, aku akan membuat formasi perlindungan sejauh radius dua kilometer. Kalian bisa mencari apa yang kalian butuhkan di sekitar tempat ini tanpa melewati batas yang aku tentukan sebelumnya." Fang Yin menjelaskan apa yang tidak boleh mereka langgar.


Tidak ada manusia maupun binatang roh yang bisa menembus formasi yang dia buat kecuali dirinya sendiri. Semua yang mereka butuhkan ada di dalam lingkungan yang berada di dalam formasi ini. Sungai jernih mengalir di belakang mereka. Tumbuhan yang bisa diolah, tanaman obat, serta hewan buruan pun ada di sini.


Fang Yin menjawab beberapa pertanyaan mereka dan memberikan solusi untuk masalah yang mereka hadapi. Kali ini, mereka tidak merasa kesulitan lagi.


Beberapa alat khusus untuk memasak dan tungku untuk meramu pil obat. Setelah semua perlengkapan selesai, Fang Yin mengeluarkan paviliun kuno milik Klan Yao dan meletakkannya di tepi sungai.


Untuk memperdalam tentang pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman obat, dia memberikan sebuah kitab yang berisi gambar-gambar tanaman obat dan kegunaannya. Ada beberapa resep yang tertulis di sana untuk memudahkan mereka meramunya.


Ada tiga orang yang mengatakan jika dirinya mendapat gambaran tentang pengobatan. Mereka juga mendapatkan Qi pengobatan dan juga pemahaman tentang teknik akupuntur.


Fang Yin merasa sangat senang. Dia akhirnya merasa lega dengan hasil kerjanya. Semula dia ragu dan ini adalah hal pertama yang dia lakukan untuk membagi ilmu dan memindahkan obyek secara masal.


Perpisahan harus terjadi. Fang Yin harus segera melanjutkan perjalanannya menuju ke suku es, tempat kelahiran ibunya. Namun, dia tidak mengatakan dengan jelas ke mana tujuannya.


Semua orang terlihat sedih akan kepergian Fang Yin. Pertemuannya yang sebentar membuat mereka banyak tahu tentang berbagai pengalaman baru. Mereka sangat terkesan dengan segala kemampuan yang dimilikinya meskipun usianya masih sangat muda. Dengan terpaksa mereka melepas kepergiannya tanpa berani mencegahnya. Hanya Huamei yang berani maju untuk bertanya padanya.

__ADS_1


"Xiao Yin. Apakah kamu tidak akan lagi datang kemari mengunjungiku?" tanyanya dengan wajah yang terlihat sedih. Dia adalah orang yang paling kehilangan karena merasa banyak berhutang budi padanya.


Fang Yin tersenyum padanya. "Suatu saat kita pasti bertemu, meskipun aku tidak berjanji. Jaga putramu baik-baik, kelak dia akan menjadi orang yang hebat."


Huamei tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya bisa menunduk sedih dan menerima keputusan Fang Yin. Siap ataupun tidak, dia tetap harus kehilangan sahabat barunya itu.


"Aku pergi sekarang." pamit Fang Yin.


"Selamat jalan, Nona." Yao Zhihuan dan yang lainnya membungkuk memberi hormat pada Fang Yin.


Fang Yin berjalan meninggalkan tempat itu dengan langkah yang santai. Namun, langkahnya itu membuatnya menjauh dari tempat itu dengan cepat. Tanpa menggunakan teknik apapun, dia telah memiliki langkah yang ringan.


Penduduk Lembah Maut mulai berbenah setelah kepergian Fang Yin. Mereka membutuhkan tempat untuk beristirahat sebelum malam tiba.


"Aku tidak tahu. Dia orang yang sangat tertutup. Aku hanya tahu jika dia adalah orang yang hebat." Huamei membawa bayinya duduk di sebuah tempat yang rindang.


Yao Lin Feng pun kembali bergabung bersama dengan yang lainnya untuk membantu mereka.


Di tempat lain,


Fang Yin tidak langsung keluar dari hutan itu. Dia mencari beberapa tanaman obat langka yang tidak mungkin ditemuinya di tempat langka. Baginya, Hutan Bintang Selatan adalah surganya tanaman obat.


Meskipun sudah lama tidak mengunjungi tempat itu, masih segar dalam ingatannya di mana letak tanaman obat yang pernah dia singgahi. Dia mendapatkan banyak sekali tanaman obat kualitas baik lalu menyimpannya di dalam cincin penyimpanannya.

__ADS_1


Setelah merasa puas dengan tanaman-tanaman itu, Fang Yin kembali melanjutkan perjalanannya. Dia mengambil arah yang berbeda dengan jalan yang pernah dilaluinya dulu.


'Jika aku melewati desa itu, aku pasti akan bertemu dengan tabib yang pernah menyelamatkanku. Mungkin mereka sudah melupakanku dan aku pun tidak ingin bertemu dengan mereka lagi.'


Fang Yin memilih mengambil rute lain. Tujuannya saat ini adalah pergi ke Gunung Perak untuk bertemu ibunya. Untuk pertama kalinya dia akan menunjukkan diri di hadapan suku es bahwa dirinya masih hidup hingga saat ini.


Jarak antara Gunung Perak dengan tempatnya saat ini masih cukup jauh. Butuh beberapa hari perjalanan untuk sampai di sana. Fang Yin tidak ingin mengejutkan semua orang dengan berteleportasi. Setelah menggunakan teknik ini untuk memindahkan penduduk Lembah Maut, dia membutuhkan jeda untuk melakukannya lagi.


Kitab Sembilan Naga bintang delapan sudah berada di tangannya. Namun, dia tidak berani membukanya di sembarang tempat. Dia ingin mempelajarinya di tempat kediaman suku es. Sebelum dia mendapatkan kekuatannya yang sempurna, tidak ada yang boleh tahu tentang siapa dirinya sebenarnya.


Langkah Fang Yin membawanya pada sebuah perkampungan. Tempat itu cukup padat meskipun tidak sepadat di perkotaan. Mayoritas penduduknya merupakan pengrajin baju karena di sepanjang jalan mereka menggantungkan baju-baju indah yang terbuat dari sutra.


Beberapa orang gadis terlihat sedang memintal benang di teras rumahnya. Sebagian lagi menenun dengan serius. Fang Yin menghentikan langkahnya sebentar untuk melihat pemandangan langka ini.


"Selamat sore, Nona. Apakah Anda membutuhkan kain atau pakaian yang sudah jadi?" tanya seorang wanita begitu ramah padanya.


Fang Yin sedikit terkejut karena dia sedang terbengong melihat orang yang sedang menenun. Dia segera berbalik untuk melihat ke arah orang yang menyapanya.


"Apakah pakaian-pakaian ini Anda jual, Bibi?" Fang Yin mengamati pakaian-pakaian indah yang ada di depannya. Dia berpikir untuk membelikannya untuk ibu dan keluarganya.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2