
Pagi-pagi sekali Fang Yin telah rapi dengan tubuhnya yang segar setelah mandi. Ia ingin pergi keluar untuk melihat pemandangan di sekitar tempat tinggal barunya itu. Namun, ia merasa malu jika harus keluar seorang diri tanpa Jian Heng.
Orang yang ditunggunya tidak juga muncul dari kamarnya. Fang Yin merasa tidak enak jika harus membangunkan seorang pria, akhirnya dia memilih duduk di ruang depan sambil menunggu Jian Heng bangun.
Di sudut ruangan itu ada beberapa kitab dan gulungan yang tersusun rapi. Fang Yin berjalan mendekatinya dan melihatnya dari dekat tanpa berani menyentuhnya. Fang Yin tidak ingin mendapat marah karena lancang menyentuh barang-barang yang bukan miliknya.
Fang Yin harus mendapatkan Kitab Sembilan Naga yang ada di tangan Jian Heng, jadi sebisa mungkin dia tidak boleh membuatnya marah.
"Ehemm!" Jian Heng berdehem untuk menunjukkan keberadaannya.
Posisi Fang Yin yang sedang berdiri membelakanginya membuatnya harus memutar tubuhnya untuk melihat siapa pemilik suara itu.
"Ah, Tetua Yu!" sapa Fang Yin gugup karena merasa terkejut sebelumnya.
"Sejak kapan kamu terbangun?" tanya Jian Heng memperhatikan penampilan Fang Yin yang telah rapi.
Fang Yin menunduk ketika Jian Heng menatapnya tanpa berkedip.
"Sejak tadi, karena aku ingin keluar untuk melihat-lihat pemandangan di luar, tetapi ... aku tidak berani keluar seorang diri karena takut tersesat," ucap Fang Yin beralasan.
__ADS_1
'Bodoh! Kenapa aku mengucapkan alasan yang tidak masuk akal pada pria aneh ini? Mana mungkin dia percaya jika aku akan tersesat sementara aku bisa melacak jejak energi yang tertinggal dengan Jurus Napas Naga.' Fang Yin meringis merutuki dirinya.
Melihat Fang Yin terlihat salah tingkah, Jian Heng tidak ingin membuatnya semakin malu dengan banyak bertanya.
Dia segera mengajak Fang Yin untuk berjalan-jalan keluar berkeliling melihat setiap sudut sekte ini.
Banyak pasang mata yang menatap iri pada Fang Yin yang mendapatkan perlakuan istimewa dari Jian Heng.
Meskipun saat ini Fang Yin berstatus sebagai murid di sana, tetapi Fang Yin mendapatkan perlakuan khusus karena dia merupakan kerabat yang tinggal bersama seorang tetua.
Setiap murid yang ada di sana diwajibkan untuk mengerjakan sesuatu untuk membantu pekerjaan para pegawai yang bekerja di Sekte Sembilan Bintang, kecuali Fang Yin.
Jian Heng dan Fang Yin tidak merasa terganggu dengan tatapan aneh dan gunjingan seluruh penghuni Sekte Sembilan Bintang. Mereka terus berjalan dan melihat-lihat tempat menarik di seluruh penjuru sekte. Udara dingin pegunungan menyelimuti tubuh keduanya. Namun itu tidak menyurutkan langkah mereka untuk mengelilingi tempat itu.
Jian Heng membawa Fang Yin ke sebuah tempat yang menjadi tempat favoritnya ketika dia sedang merasa bosan.
Tempat itu berada di lokasi sekte dan berbentuk menyerupai kolam dengan diameter tidak lebih dari lima meter.
Air di kolam itu sangat jernih dengan bunga-bunga indah yang mengelilinginya. Pemandangan yang sangat memanjakan mata.
__ADS_1
Jian Heng terus memperhatikan wajah Fang Yin yang mulai berubah.
Fang Yin yang semula sangat ceria perlahan menjadi murung dan irit bicara.
"Apa yang membuatmu terdiam, Xiao Yin? Kelihatannya kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Jian Heng sambil terus menatap wajah sendu Xiao Yin.
"Aku ... aku ... aku gagal melakukan kultivasi penyetaraan energi inti dan energi pendukung," jelas Fang Yin mencoba terbuka.
"Oh, jadi itu yang sejak tadi mengganggu pikiramu. Itu sangat mudah. Aku akan mengajarkan teorinya teebuh dahulu, perhatikan baik-baik sekarang."
Fang Yin mengangguk dengan seulas senyum di balik cadarnya.
Jian Heng mengajarkan jenis-jenis Qi yang bisa di ubah menjadi energi pendukung dan menyebutkan mana yang bisa dan mana yang tidak bisa diubah.
Fang Yin baru mengerti jika dirinya telah salah langkah dari awal dan kembali memperhatikan penjelasan Jian Heng selanjutnya.
Setelah memilih Qi yang akan diubah menjadi energi pendukung, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengatur titik-titik meridian yang harus di buka guna mengeluarkan Qi tersebut sesuai jumlah yang diinginkan. Secara otomatis Qi itu akan saling bertemu di luar titik meridian dan menghasilkan energi baru yang disebut energi pendukung.
****
__ADS_1
Bersambung ....