Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 337. Penghianatan Panglima Yi


__ADS_3

Raja iblis api datang bersama seorang pemuda yang sangat gagah. Pemuda itu memiliki aura energi yang begitu pekat dan sedikit berbeda dengan energi api yang dimiliki oleh ras iblis api.


Fang Yin terus mengamati tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya. Dia tidak bisa bertindak gegabah dan menyerang raja iblis secara sembarangan.


Pemimpin pasukan iblis api yang sebelumnya berjalan maju dan memberi hormat kepada rajanya. Rupanya dia adalah panglima tertinggi di kerajaan mereka.


Pemuda tampan yang berada di sisi raja iblis berjalan maju menghampiri Fang Yin dan memberinya hormat.


Fang Yin masih terdiam dan bersikap tenang dengan kediamannya. Hingga detik ini dirinya masih tetap waspada meskipun tanpa penyerangan.


"Tega sekali kamu mengacuhkanku, Ibu Angkat." Pemuda itu menyebut Fang Yin dengan sebutan ibu angkat.


Jian Heng melompat ke atas saat mendengar suara yang sangat dikenalnya. Dia berusaha untuk mengenali penampilan fisik pemuda itu.


"Acong. Kamu kah itu?" tanya Jian Heng.


"Ayah angkat!" pekik Acong sambil bergerak cepat menuju ke hadapan Jian Heng. Kedua tangannya menyatu untuk memberi hormat dengan sebelah kaki ditekuk sebagai tumpuan.


Semua orang menatap heran ke arah mereka bertiga dan membuat pemimpin pasukan iblis api menjadi sangat gusar. Dia tidak tahu siapa orang yang dibawa oleh raja iblis dan mengapa orang itu menunduk patuh pada musuhnya.


Raja iblis api masih diam seribu bahasa dan melihat pemandangan mengharukan antara cucunya dan dua orang asing. Sebagai seorang iblis dia minim kasih sayang tetapi bukan berarti dia tidak memiliki hati.


Patriak Shi dan rombongannya merasa heran bagaimana Fang Yin dan Jian Heng terlihat begitu akrab dengan seorang iblis api dan dipanggil sebagai ibu dan ayah angkat. Apa yang ada di depannya rasanya sulit dipercaya tetapi ini benar-benar nyata.


"Kakek, ini kedua orang yang aku ceritakan." Acong menoleh pada kakeknya sebentar lalu kembali menoleh pada Fang Yin. Dia kemudian kembali berbicara, "Orang-orang bilang wajahnya mirip dengan ibu. Ibu angkat, maukah kamu membuka penutup wajahmu sebentar," pinta Acong memohon.


Fang Yin tidak langsung mengiyakannya mengingat dirinya seorang yang sedang dicari oleh banyak orang.


"Kurasa sebentar saja tidak masalah, Yin'er. Aura Dewi Naga yang kuat dari tubuhmu mampu menutupi wajahmu dari segala arah." Jian Heng membantu Acong untuk meyakinkan Fang Yin.


Fang Yin pun akhirnya mengangguk setuju dan meminta raja iblis api untuk mendekat.


Acong terlihat sangat gembira dan merasa diakui sebagai anak oleh Fang Yin dan Jian Heng. Dia berdiri di antara kedua orang tua angkatnya dan menyambut kakek kandungnya.


Raja iblis berjalan mendekati mereka bertiga dan mengeluarkan Qi pelindung karena tidak sanggup menahan aura yang sahat kuat dari Dewi Naga.


"Apa yang ingin kamu tunjukkan? Cepat lakukan!" seru raja iblis api tidak sabaran.


Fang Yin mengangkat tangannya dan melepaskan tali yang mengikat penutup wajahnya dengan cepat. Mereka bertiga bisa melihat wajahnya dengan jelas.


"A Ying!" seru Raja Iblis Api ketika pertama kali melihat wajah Fang Yin.


Wajahnya benar-benar mirip dengan putrinya yang telah mati akibat racun hijau. Setelah Acong menceritakan semuanya, Raja Iblis Api pun tidak menyalakan semuanya atas kejadian itu.


Untuk beberapa saat dirinya merasa terharu. Setelah merasa cukup, dia meminta Fang Yin untuk kembali menutup wajahnya. Acong sudah menceritakan semua tentangnya, tidak aman baginya jika sampai ada yang mengenalinya saat ini.


Fang Yin mengucapkan terimakasih dan segera menutup wajahnya kembali. Tiba-tiba muncul ide di kepalanya di mana di saat keberangkatannya ke Benua Timur dia akan menyamar sebagai A Ying.


Kaisar Ning tidak akan menyangka hal ini karena selama ini Raja Iblis Api tidak pernah menyinggungnya.


Dia mengatakan rencana itu di hadapan Jian Heng dan Acong. Keduanya sangat setuju begitu juga Raja Iblis Api yang telah berhasil dibujuk oleh Acong.


Tubuh panglima iblis api berkobar penuh amarah ketika melihat rajanya terlihat begitu akrab dengan lawannya. Dari tempatnya berada saat ini, dia tidak tahu dengan apa yang mereka bicarakan.


Diam-diam dia menyelinap pergi ke belakang dan memanggil bantuan. Dia tidak terima jika rajanya bertekuk lutut pada musuhnya. Panglima iblis api itu meminta bantuan kepada raja iblis darah.


Panglima Iblis Api mengirimkan sinyal bahaya sehingga ratusan iblis dari berbagai ras terus berdatangan. Bukan hanya pasukan iblis darah saja.


"Hahaha!" Panglima Iblis Api tertawa senang ketika mendengar suara pasukan bantuan datang berbondong-bondong.

__ADS_1


"Kakek! Sepertinya Panglima Yi ingin membuat kekacauan di sini." Acong mengepalkan kedua tangannya tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh panglima iblis itu.


"Dasar panglima bodoh! Berani-beraninya dia menentangku. Panglima Yi!" teriak Raja Iblis Api.


Panglima Yi menoleh pada Raja Iblis Api dengan tatapan menyepelekan. Dia berjalan dengan santai dengan pasukan bantuan di belakangnya. Sorot matanya menyiratkan amarah dan permusuhan.


Raja Iblis Api dan Acong bersiap di barisan depan. Di belakangnya ada Jian Heng dan Fang Yin yang sedang berdiri di atas punggung Yang Hui.


Pasukan yang dipimpin oleh Patriak Shi pun mulai bersiap untuk menyerang. Mereka berdiri di belakang Fang Yin bersama pasukan iblis api yang mulai berdatangan bersama mereka.


Selir Shi terlihat waspada saat seorang dari ras iblis api datang menghampirinya. Selir Ning mendekatinya dan siap untuk membantu jika sewaktu-waktu iblis api menyerang.


"Jangan takut! Kita berada di pihak yang sama. Sebaiknya kita bekerja sama," ucap salah satu iblis api.


"Ba-baik," jawab Selir Shi gugup.


Meskipun iblis api terlihat menyeramkan, tetapi mereka patuh pada pemimpin mereka. Mereka meninggalkan Panglima Yi dan mengutuk tindakannya yang melawan raja.


Kaisar Ning memanfaatkan Panglima Yi dan memberikan apa yang dia inginkan agar mudah untuk diperintah. Kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh Fang Yin dan Jian Heng pada utusannya waktu itu menjadi pemicu pertempuran ini.


"Aku ingin berbicara padamu sekali lagi Panglima Yi, kamu berpihak pada Nona Yin dan kita hentikan pertarungan ini atau kita tetap berperang?" Raja iblis api memberikan pilihan kepada Panglima Yi.


"Meskipun aku harus mati hari ini, aku tetap akan berperang melawan penghianat sepertimu. Kaisar Ning sudah memberikan persembahan yang istimewa kepada kita. Kamu Raja yang tidak tahu di untung!" seru Panglima Yi.


"Hoh! Jadi kamu juga berani menghina rajamu sekarang? Baiklah! Sepertinya pertarungan ini memang harus terjadi. Serang!" pekik Raja Iblis Api menyeru kepada pasukannya untuk maju dan menyerang pasukan iblis dari berbagai ras yang dipimpin oleh Panglima Yi.


Entah apa yang sudah dijanjikan oleh Panglima Yi sehingga mereka berbondong-bondong datang untuk membantunya. Bahkan jumlah pasukannya masih terus bertambah.


Pasukan Iblis Api dibantu oleh pasukan Patriak Shi bergerak maju untuk menekan pasukan lawan. Acong meminta ijin untuk maju melawan Panglima Yi. Sedangkan Raja Iblis Api, Fang Yin dan Jian Heng bertarung melawan raja-raja iblis.


Para iblis pada dasarnya memang memiliki sifat dasar yang jahat, tidak heran jika mereka memilih membantu Panglima Yi dan Kaisar Ning yang memiliki kemiripan sifat seperti mereka.


'Yin'er! Bolehkah aku selesaikan pertarungan ini dengan cepat. Mereka semua tidak berguna. Tidak ada gunanya memikirkan keselamatan mereka, lebih baik kita habisi mereka semua agat tidak ada yang membalas dendam lagi di kemudian hari,' ucap Yang Hui di kedalaman jiwa Fang Yin.


'Lalukanlah, Yang Hui. Aku juga muak dengan para pemberontak yang tidak tahu diri. Panglima Yi sungguh sangat percaya diri, dia pikir dia siapa.' Fang Yin meminta Yang Hui untuk bebas melakukan apapun sesuai yang dia inginkan.


Fang Yin dan Yang Hui bergerak terpisah untuk melawan ratusan iblis yang terus berdatangan. Keduanya bergerak dengan sangat cepat sehingga hanya terlihat seperti sebuah cahaya yang berkilat. Dalam sekali libas, para prajurit lawan terlihat seperti kupu-kupu yang berjatuhan setelah sayapnya terbakar.


Jian Heng tersenyum melihat kekejaman Fang Yin yang tidak pernah memberi ampun pada penghianat. Tidak peduli dia iblis atau manusia, dia tetap akan menghabisinya. Mungkin, dia juga tidak ingin para iblis itu memakan banyak korban dari pihaknya karena beberapa iblis api terlihat gugur di depan matanya.


Yang Hui menyemburkan api hitam membakar apapun yang ada dihadapannya. Iblis yang telah tersabet oleh ekornya, selanjutnya menerima api itu. Dalam sekejap, pasukan Panglima Yi telah dikalahkan.


Pasukan iblis yang baru datang untuk membatu berbalik arah dan lari tunggang langgang meninggalkan tempat itu. Aura Dewi Naga di tubuhnya membuat mereka merasa segan. Yang Hui menyeringai senang dengan semburan api hitam yang membumbung tinggi di langit malam.


Bau anyir darah dan tubuh yang terbakar api menggelegak memenuhi paru. Pertarungan masih terus berlangsung bagi sebagian pasukan yang masih memiliki lawan.


Raja iblis sekutu Panglima Yi mundur dengan kondisi yang terluka parah sedangkan Panglima Yi sendiri masih berperang melawan Acong. Bocah kecil itu berperilaku brutal menghajarnya tanpa ampun meskipun keadaannya sudah sangat menyedihkan.


Tubuh Panglima Yi dipenuhi oleh luka yang membuatnya harus berjuang untuk sekedar menarik nafas. Kesombongan yang dia tunjukkan sebelumnya berubah menjadi kehinaan yang melucuti harga dirinya di depan seorang anak kecil.


"Aku tidak akan mengampuni penebar kebencian dan seorang penghianat." Acong mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dengan ujung yang mengarah ke jantung Panglima Yi.


"Tidak jangan bunuh aku. Tidaaaak!" teriakannya terhenti sesaat setelah pedang Acong menembus tubuhnya hingga melewati punggungnya.


Tangan kanannya mendorong ke arah pedangnya sehingga membuat pedang itu menghampirinya.


Wush!


Semburan api hitam dari mulut Yang Hui menyambar tubuh Panglima Yi. Jejak energi dari mayat-mayat yang terbakar menghilang bersama kepulan asap yang membumbung tinggi ke langit.

__ADS_1


Setelah semuanya berakhir, Yang Hui kembali ke tubuh Fang Yin. Sesaat kemudian Fang Yin pun kembali ke dalam wujud manusianya.


Semua orang berdiri di tanah dan sebagian duduk tak berdaya. Ada sebagian pasukan iblis api yang menderita luka-luka. Fang Yin berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain untuk memberinya pil pemulih energi.


Jian Heng tidak membiarkannya berjalan seorang diri dan menemaninya berkeliling. Fang Yin memberinya sekantong pil dan memintanya untuk membantu membagikannya.


"Kak Heng, bagaimana menurutmu jika aku pergi bersama Acong ke istana ras Iblis Api?" tanya Fang Yin setelah mereka menyelesaikan pekerjaannya.


"Apa? Tidak." Jian Heng menjawab dengan cepat.


"Kamu boleh ikut juga," bujuk Fang Yin.


"Tetap tidak," jawab Jian Heng.


Fang Yin mendengus kesal menanggapi jawaban Jian Heng yang ketus. Dia merasa kekasihnya itu terlalu kaku. Dengan wajah yang cemberut, dia menjauh dan berjalan menuju ke tempat Patriak Shi yang sedang berbincang bersama kedua kakeknya.


Jian Heng menarik tangannya dan membuat langkahnya terhenti. Dia berjalan ke hadapan Fang Yin dan keduanya saling berpandangan.


"Yin'er, Kerajaan Iblis Api memiliki segudang pria tampan. Aku bisa mati cemburu jika melihatmu berada di tengah-tengah mereka," jujur Jian Heng.


"Apa? Astaga. Kamu tetap yang paling tampan tanpa banding, Kak Heng," puji Fang Yin sambil berpaling menyembunyikan wajahnya yang merasa malu


"Meskipun kamu memujiku, aku tetap tidak akan mengijinkanmu pergi ke sana." Jian Heng berpikir Fang Yin memujinya dengan maksud lain.


"Baiklah. Aku tidak akan pergi ke sana. Mari kita bergabung bersama mereka."


Keduanya berjalan melewati pasukan iblis api yang tertegun melihat keakraban mereka. Mereka belum tahu jika kedua insan itu adalah sepasang kekasih.


Raja Iblis Api dan Acong yang telah selesai membantu mengobati pasukannya menyusul Fang Yin yang sedang mengobrol bersama keluarganya. Mereka tidak berani untuk mendekat hingga Fang Yin memanggil keduanya.


Di depan semua orang Raja Iblis Api menyatakan jika dia siap untuk membantu Fang Yin dalam agenda penggulingan kekuasaan Kaisar Ning. Semua dia lakukan bukan semata-mata karena wajahnya yang mirip dengan A Ying saja melainkan tulus dari hati untuk tunduk pada kekuasaannya.


Kehidupan yang sulit di masa pemerintahan Kaisar Ning membawa pengaruh yang buruk juga pada kehidupan dunia bawah. Mereka sering diperalat oleh manusia untuk melakukan hal-hal yang terkadang tidak mereka sukai.


Penolakan mereka akan berujung penyiksaan dan pembantaian ras. Dalam beberapa tahun terakhir penghuni alam bawah mengalami banyak tekanan. Sebagian ras minoritas telah punah akibat dari peristiwa ini.


Raja Iblis Api juga mengingatkan Fang Yin tentang kekuasaan Kaisar Ning pada beberapa raja di dunia bawah. Mereka telah lama menjadi sekutunya dan menunggu perintahnya untuk melawan pasukan Fang Yin.


Sebelum penyerangan terjadi, Raja Iblis Api akan berusaha untuk menyebarkan pengaruhnya dan menarik mereka untuk mendukung Fang Yin.


Perlu diketahui bahwa Dewi Naga bukanlah sepenuhnya manusia. Di dunia bawah, roh naga adalah lambang penguasa yang mengendalikan tiga dunia. Kebangkitan Dewi Naga adalah kabar gembira bagi dunia bawah di mana mereka juga akan merasakan perubahan yang besar dengan kehadirannya.


Merasa tidak ada lagi yang perlu dilakukan lagi di sana, Acong, Raja Iblis Api dan pasukannya meminta diri untuk pergi. Mereka akan datang dan bergabung bersama pasukannya pada hari yang telah ditentukan.


Pasukan Iblis Api berubah menjadi titik-titik api yang terbang di udara dan menghilang di kejauhan seperti sekumpulan kunang-kunang yang terbang tertiup angin.


Fang Yin dan yang lainnya kembali menembus mantra kabut pelindung. Mereka pergi dengan jurus terbangnya karena malam telah melewati pertengahan.


Saat mencapai perbatasan desa, terjadi sebuah keanehan pada tubuh Huang Ran. Tiba-tiba dia berdiri mematung dan tidak bergerak sama sekali.


Bukan hanya tubuhnya saja, bibir Huang Ran pun sulit untuk bicara. Hanya bola matanya saja yang berputar-putar menyiratkan ketakutan.


****


Bersambung ....


Kak numpang promo novel karya temanku, ya. Semoga berkenan mampir. Terimakasih.


__ADS_1


__ADS_2