Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 215


__ADS_3

"Dari mana kamu tahu jika aku memiliki Kitab Sembilan Naga? Aku sendiri tidak tahu kitab ini bintang ke berapa?" Song Palao terlihat seperti orang bodoh.


Fang Yin tidak ingin mengatakan jika dia telah menguasai lima Kitab Sembilan Naga yang lain. Dia tidak bisa mengatakan semuanya pada orang asing.


"Tuan tidak perlu tahu. Tetapi saya tahu jika kitab itu berada di tangan Anda." Fang Yin menunjukkan sikapnya yang tenang.


Song Palao semakin merasa penasaran dengan kemampuan Fang Yin. Baru kali ini dia menemukan seorang wanita yang sangat berani di Benua Utara. Dia semakin yakin jika Fang Yin bukan penduduk sipil Kekaisaran Benua Utara.


"Siapapun kamu, aku tahu jika kamu berasal dari latar belakang yang berbeda denganku. Dari mana kamu berasal?" tanya Song Palao dengan tatapan elang yang mengarah pada Fang Yin.


"Tidak penting dari mana saya berasal. Anggap saja saya seorang pengembara yang sedang mencari jati dirinya. Seluruh alam ini adalah rumahku." Fang Yin benar-benar menjaga identitasnya.


Ucapan Fang Yin semakin membuat Song Palao merasa geram. Dia merasa dipermainkan oleh seorang anak kecil. Tidak ingin membuang waktu lagi, Song Palao beranjak dari duduknya dan membawa Fang Yin ke halaman depan.


Song Palao sengaja memilih tempat itu dengan maksud mempermalukan Fang Yin. Melihat Fang Yin tidak menampakkan aura energinya, Song Palao mengira jika gadis muda di hadapannya berada dalam tingkatan yang rendah.


Pengunjung villa hiburan miliknya mengintip dari balik pintu dan saling dorong untuk mendapatkan tempat yang bisa melihat pertarungan dengan jelas.


Fang Yin dan Song Palao mengambil jarak dan bersiap untuk melakukan serangan.


"Kamu duluan!" seru Song Palao memandang sebelah mata ke arah Fang Yin.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, Fang Yin segera mengeluarkan energi spiritualnya di kedua telapak tangannya. Kali ini dia ingin mengeluarkan jurus yang lama tidak dia gunakan untuk melawan musuh.

__ADS_1


Qi Cahaya Emas dan Qi Awan Salju yang keluar dari kedua telapak tangannya mengalami perubahan seiring peningkatan kultivasi yang dia miliki. Energi ini membawa perubahan bagi alam di sekitarnya.


Udara yang semula tenang kini mulai berangin dan membawa hawa dingin meskipun matahari siang itu cukup terang. Kedua tangan Fang Yin mulai bergerak untuk menyatukan dua energi berbeda pada masing-masing telapak tangannya.


Perlahan kedua energi itu mulai membentuk sebuah teratai energi yang bersinar terang. Udara dingin dan berangin membuat orang biasa yang berada di tempat itu merasa kedinginan.


Anak buah Song Palao yang berjaga di depan villa hiburan itu segera meminta semua pengunjung untuk masuk ke dalam villa dan menutup pintunya rapat-rapat.


Setelah bunga teratai energi telah terbentuk sempurna, Fang Yin segera melemparkannya ke arah Song Palao karena dia yang memintanya menyerang lebih dulu. Bunga energi ini melesat dengan cepat ke arah Song Palao.


Melihat bunga energi itu menyongsong, Song Palao segera melompat ke udara untuk menghindarinya. Tekanan bunga energi itu sangat kuat, Song Palao sangat yakin jika kekuatannya akan membuatnya terluka parah jika sampai mengenai dirinya.


Fang Yin segara memutar arah bunga energinya mengikuti ke mana Song Palao bergerak. Bunga energi milik Fang Yin selalu mengejarnya meskipun dia terbang dengan ketinggian yang terus bertambah.


'Sial! Energi ini akan terus mengejarku. Aku harus meledakkannya!" Song Palao mengeluarkan energi spiritualnya untuk mendorong bunga energi dan menggeser tubuhnya sedikit menjauh.


Ledakan keras pun terdengar di udara. Meskipun berada di ketinggian beberapa ratus kaki, ledakan itu membuat tempat-tempat di sekitarnya berguncang.


Para penduduk yang semula berkeliaran, kini berlarian untuk mencari tempat yang aman.


Fang Yin melihat ketakutan para penduduk tak bersalah itu. Dia pun memutuskan untuk menyusul Song Palao untuk meminimalisir kerusakan.


"Hebat juga kamu! Sepertinya aku tidak perlu berpikir lagi untuk menyerangmu!" Song Palao mengeluarkan energi yang besar di tangannya.

__ADS_1


Aura di tubuhnya menunjukkan jika dirinya saat ini berada di tingkat kultivasi ranah suci bintang menengah. Meskipun berada di bawah tingkat kultivasi Fang Yin yang telah berada di ranah surgawi bintang puncak, kekuatannya tidak bisa dianggap enteng.


Song Palao melemparkan energi spiritualnya bertubi-tubi ke arah Fang Yin. Hampir saja sebuah lemparan energi mengenai tubuh Fang Yin beruntung dia bisa menghindar.


Pertarungan mereka berlangsung pada ketinggian dan tidak terlihat dengan jelas dari bawah. Hanya kilatan cahaya dan suara ledakan yang terlihat seperti sebuah kembang api di siang hari.


Mereka bertarung hingga menjelang malam dan berakhir dengan kekalahan Song Palao. Fang Yin menggunakan jurus ringan saja untuk melawan song Palao. Namun karena didukung dengan kolam Qi-nya yang semakin luas setelah menyerap Mutiara Naga Abadi, energi yang dia keluarkan memiliki daya rusak yang dahsyat.


Sedikitpun Fang Yin tidak menggunakan teknik dan jurus yang termaktub dalam Kitab Sembilan Naga. Hal itu membuat Song Palao semakin merasa heran dan berpikir jika ada seseorang yang mengutus Fang Yin.


Pikiran bodoh itu membuatnya tidak berani lagi untuk berurusan dengan Fang Yin.


"Nona! Aku menyerah! Aku mengaku kalah. Akan tetapi aku memiliki sebuah syarat sebelum memberikan kitab ini padamu!" Song Palao memegangi dadanya yang terasa sakit.


"Syarat? Jangan bermain-main denganku!" Fang Yin menatap tajam Song Palao.


Melihat kilatan amarah di mata Fang Yin, buru-buru Song Palao meralat ucapannya, "Tidak Nona! Anggap saja ini permohonan. Bukan syarat. Uhukk ... uhukk!" Song Palao terbatuk dan terlihat lelah.


"Katakanlah!" Fang Yin berjalan mendekati Song Palao.


Kini mereka berdiri saling berhadapan dengan jarak kurang dari satu meter.


"Setelah aku memberikan Kitab Sembilan Naga yang kamu inginkan, kuharap kamu segera pergi dan tidak menampakkan wajahmu di sini lagi. Jika penduduk tahu aku telah dikalahkan olehmu, maka mereka akan menganggapku sampah karena telah dikalahkan oleh seorang wanita," jelas Song Palao.

__ADS_1


****


Bersambung ...


__ADS_2