Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 220


__ADS_3

Kitab Sembilan Naga bintang enam masih terbuka di atas tebing tempat Fang Yin berlatih. Fang Yin menyimpannya kembali dan mengakhiri latihannya hari ini.


Kesendiriannya di alam bebas membuatnya merasa bosan. Fang Yin melompat dari satu tempat ke tempat yang lain dengan teknik teleportasi yang baru saja selesai dia pelajari.


Setelah melewati lebatnya pepohonan, dia melihat sebuah jalan yang biasa dilewati oleh pedagang dan penduduk yang sedang bepergian lintas daerah. Fang Yin mengikuti jalan itu dari tempat yang tidak mudah dilihat oleh pengguna jalan.


Fang Yin bisa merasakan hawa manusia sebelum mereka terlihat. Di kejauhan terlihat rombongan pedagang yang sedang melintas berlawanan arah dengan Fang Yin.


'Haruskah aku mengikuti mereka? Tidak ... tidak ... masa iya, aku harus balik lagi. Mentang-mentang sudah bisa teleportasi.' Fang Yin merasa jengah dengan sendiri.


Jalanan di hadapannya terlihat tak berujung. Sepertinya masih sangat jauh dari pemukiman penduduk.


Baru saja Fang Yin pergi beberapa lompatan, dia mendengar suara raungan yang sangat keras dari arah belakang. Instingnya mengatakan jika itu adalah suara binatang roh.


Di atas langit terlihat pemandangan tak biasa di mana burung-burung beterbangan seperti sedang ketakutan. Langit yang semula cerah tiba-tiba menjadi gelap tertutup oleh awan-awan yang terus berdatangan.


"Ada apa ini?" Fang Yin menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya melihat ke belakang.


Matanya terbelalak ketika melihat angin tornado yang sangat besar dengan pusaran api yang mengelilinginya. Para pedagang yang sebelumnya telah menjauh kini kembali berlari ke arahnya.

__ADS_1


Pusaran angin itu terlihat seperti sedang mengejar mereka dan membuat rombongan itu ketakutan. Aura energi binatang roh itu terasa sangat kuat. Para pedagang itu tidak akan mampu untuk melawannya.


"Sebenarnya aku sedang malas bertarung. Lalu bagaimana dengan orang-orang ini. Arrgghh!" Fang Yin melompat turun ke jalan.


Kehadirannya mengejutkan para pedagang yang hampir terkejar oleh pusaran angin itu. Rambut Fang Yin melambai-lambai ketika pusaran angin itu semakin mendekat.


Hawa panas yang dibawa oleh pusaran angin membuat tumbuhan dan pepohonan yang dilewatinya menjadi kering.


"Nona! Menyingkirlah! Ayo kita pergi dari sini!" Seorang pedagang berteriak kepada Fang Yin.


Meskipun mereka tidak saling mengenal, pria itu terlihat sangat peduli. Fang Yin berpikir sejenak untuk melindungi mereka.


Merasakan gelombang energi yang sama sebagai binatang roh, pusaran angin itu berhenti di hadapan Fang Yin. Untuk mengimbangi hawa panas yang ditimbulkan olehnya, Fang Yin mengeluarkan api hitam untuk menyelimuti tubuhnya.


Para pedagang yang terlihat mengkhawatirkan keadaan Fang Yin berhenti dan melihat dari kejauhan.


Pusaran angin yang semula sangat kencang berangsur-angsur menjadi lambat dan menghilang. Muncullah sesosok makhluk yang berwujud seekor singa berbulu emas di hadapan Fang Yin.


"Anak manusia! Apa yang kalian lakukan di sini?" Binatang roh itu terlihat sedang mengendus-endus ke arah Fang Yin.

__ADS_1


"Sepertinya aku mengenali aroma tubuhmu. Sepertinya kamu orang yang telah mencuri tanaman spiritualku. Atau jangan-jangan kamu juga sudah mengambil kristal Mahkota Naga yang kusimpan?" Binatang roh itu menatap curiga kepada Fang Yin.


Fang Yin terlihat gelagapan menerima semua tuduhan itu karena semuanya memang benar. Namun dia tidak langsung percaya pada binatang roh yang bisa saja hanya mengaku-ngaku saja.


"Kamu tidak bisa asal menuduh tanpa bukti. Bisa saja penciumanmu bermasalah. Aku tidak pernah meninggalkan jejak energi di tempat yang kulewati." Tiba-tiba Fang Yin menyesal dengan kata-katanya.


'Semoga binatang bodoh ini tidak mengerti maksud dari kalimat terakhirku. Bagaimana bisa aku mengatakan jika aku tidak pernah meninggalkan jejak energi di setiap tempat yang kusinggahi.' Fang Yin berusaha untuk tenang.


Apapun yang terjadi dia akan tetap menghadapinya.


"Anggap saja aku percaya padamu. Tetapi aku sangat lapar dan tidak ingin melepaskanmu. Aku tidak peduli kamu yang mencurinya atau bukan." Binatang roh itu menatap Fang Yin dengan tatapan laparnya.


Fang Yin merasa lega. Rahasia tentang Kitab Sembilan Naga bintang enam dan Kristal Mahkota Naga tetap aman terjaga.


"Sudah kuduga. Kamu hanyalah seekor singa lapar yang sedang mencari mangsa." Fang Yin membalas tatapan singa itu dengan tatapan yang tidak kalah mengerikan.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2