
Ketua Sekte dan Ketua Lama merasa harap-harap cemas menanti hasil dari pemurnian pil yang dilakukan oleh Fang Yin.
Tungku pengolahan terlihat bergerak tak beraturan seperti ada yang bergejolak di dalamnya.
Beberapa kali tutup tungku itu akan terbuka, tetapi Fang Yin berhasil menguasai keadaan dan mengembalikannya pada tempatnya.
Keringat bercucuran membasahi tubuh mereka bertiga karena udara dalam ruang tertutup itu mengalami peningkatan suhu akibat energi panas yang dilepaskan oleh Fang Yin selama proses pembuatan pil berlangsung.
Fang Yin merasa ada yang janggal dengan proses alkimia yang dia lakukan dalam pemurnian pil kali ini.
'Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa semuanya tidak berjalan seperti yang biasa aku lakukan. Apakah aku harus menggunakan lebih dari dua energi untuk memurnikannya?' Fang Yin mencoba menganalisa apa yang kurang dalam proses ini.
Fang Yin telah menggunakan Qi Cahaya Emas dan Qi Api merah pada proses ini sebelumnya. Kini Fang Yin akan menambahkan Qi Api hijau miliknya.
Perlahan proses alkimia itu mulai mengalami perubahan menjadi lebih stabil.
"Yeaahh!"
Fang Yin bersorak senang karena prosesnya kembali berjalan dengan normal.
Tidak lama kemudian proses itu pun mencapai tahap akhir yaitu tahap penyempurnaan dan pil akan terbentuk.
Dengan kekuatan penuh, Fang Yin mengangkat tungku itu ke udara dan bersiap untuk menangkap pil yang akan dikeluarkannya.
__ADS_1
Pil-pil yang terbentuk keluar dari dalam tungku dan melayang di udara untuk proses pendinginan.
Saking bahagianya Fang Yin terlupa untuk menghentikan aliran energi apinya ke dalam tungku itu.
Tangan kiri Fang Yin tetap mengalirkan Qi ke dalam tungku sedangkan tangan kanannya terbuka dan menengadah untuk menampung pil-pil yang dihasilkan dalam proses alkimia kali ini.
Ketua Lama dan Ketua Sekte berjalan menghampirinya untuk melihat pil yang dihasilkan.
Fang Yin menyerahkan pil itu pada mereka karena dia harus menurunkan tungku yang selesai dia gunakan itu.
"Gawat!" pekik Fang Yin melihat tungku itu terbakar.
Seluruh permukaan tungku itu diselimuti oleh api karena Fang Yin lupa menghentikan energinya setelah proses pemurnian berakhir.
Swooshh!
Tidak ada jalan lain selain melepaskan Qi Awan Salju untuk menghentikan kekacauan ini.
Seketika api itu membekukan tungku.
Duaarr!
Tungku yang semula panas dan tiba-tiba menjadi dingin itu meledak menjadi puing-puing yang tak berbentuk lagi.
__ADS_1
Fang Yin menunduk penuh penyesalan karena telah merusakkan barang berharga pemberian Ketua Lama.
Untuk mendapatkan tungku seperti yang hancur itu setidaknya seseorang harus membayar tiga ribu koin emas.
Ketua Lama terdiam melihat apa yang terjadi dan berusaha untuk mengendalikan dirinya. Meskipun tidak bisa dikatakan iklhas. Namun dia tidak bisa menyalahkan ketidaksengajaan yang dilakukan oleh Fang Yin.
Begitu halnya dengan Ketua Sekte yang masih diam terpaku melihat kejadian ini.
"Ayah, maafkan aku," ucap Fang Yin menundukkan kepalanya tidak berani menatap Ketua Lama dan Ketua Sekte.
"Sudahlah! Lain kali kamu harus lebih berhati-hati lagi," ucap Ketua Lama.
Tidak marah tetapi juga tidak menampakkan kegembiraan, wajah Ketua Lama terlihat datar.
Tangan kanannya mengulur ke depan mengarah pada puing-puing tungku yang hancur berserakan itu. Tangannya seolah sedang meremasnya dan puing-puing itu berubah menjadi debu yang kemudian hilang tak bersisa.
Ketua Sekte menyerahkan pil hasil pemurnian kepada Fang Yin.
"Sekarang mari kita keluar dari sini!" Ketua Lama berjalan memimpin diikuti oleh Fang Yin dan Ketua Sekte.
Ketua Sekte masih penasaran bagaimana cara ayahnya untuk membuka pintu itu.
****
__ADS_1
Bersambung ...