Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 86. Mengumumkan Status Fang Yin


__ADS_3

Ternyata suasana di luar masih sangat ramai. Para tetua dan beberapa orang murid yang telah berada di dalam tingkat atas saling bahu membahu untuk membereskan sisa-sisa pertempuran.


Semua yang ada di sana satu persatu menghentikan kegiatannya ketika melihat Fang Yin datang.


Entah apa yang mereka pikirkan. Mereka begitu kompak untuk berhenti dan menatap ke arah Fang Yin serempak.


Ketua Sekte berjalan untuk menghampiri Fang Yin yang sedang berdiri mematung di tempatnya.


Tetua dan murid-murid yang berada di sana mengikuti Ketua Sekte seperti di komando.


Tidak ada lagi kesempatan untuk kabur, Fang Yin terlihat menahan napasnya untuk mengurangi rasa gugupnya berhadapan dengan tatapan-tatapan menghakimi dari orang-orang yang ada di hadapannya.


"Xiao Yin!" panggil Ketua Sekte.


Suaranya yang tidak terlalu keras itu terdengar menggelegar bagi Fang Yin karena rasa takut di hatinya.


"Ketua, maafkan aku," ucap Fang Yin ketakutan.


Di belakang Ketua Sekte, Jian Heng terlihat gelisah memikirkan Fang Yin. Dia ingin melakukan sesuatu untuknya tapi tidak tahu mau melakukan apa.


"Kamu pikir sekte ini adalah tempat bermain? Apakah mempermainkan kami semua membuat hatimu merasa senang?" tanya Ketua Sekte dengan nada yang penuh dengan penekanan.


Fang Yin mengangguk lalu menggeleng. Dia sendiri tidak tahu harus menjawab apa. Saat ini dia seperti sedang memakan buah simalakama, di mana dia dihadapkan dengan pilihan yang sangat sulit.


"Sudahlah! Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa. Kamu sudah membuatku seperti orang bodoh. Sekarang kamu harus menerima hukuman dariku." Ketua Sekte menatap Fang Yin tajam sambil memikirkan hukuman yang pantas untuk gadis nakal itu.

__ADS_1


Siap tidak siap, Fang Yin harus siap untuk menerima konsekuensi dari apa yang telah dia perbuat.


"Aku siap untuk menerima hukuman dari Ketua." Fang Yin berkata sambil menundukkan wajahnya.


"Bagus! Sekarang kamu bereskan sisa-sisa kekacauan ini." Ketua Sekte menunjukkan kekacauan di hadapannya.


Fang Yin membulatkan matanya melihat sesuatu yang sangat berantakan di depan matanya.


'Kejam!' seru Fang Yin dalam hati.


"Hai, kalian semuanya saja! Jangan ada satupun yang membantu Xiao Yin! Jika sampai ada yang melanggar maka aku akan menghukum kalian," ujar Ketua Sekte.


'Apa?!' Fang Yin semakin terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ketua Sekte.


Dengan langkah yang malas, Fang Yin berjalan gontai untuk memunguti sisa-sisa reruntuhan dan menumpuknya di tepi.


Dari arah belakang mereka, Ketua Lama datang ke tempat itu.


Para tetua dan semua yang ada di sana, memberi hormat padanya termasuk Ketua Sekte.


Ketua Lama mencoba memahami situasi yang terjadi. Dia mengamati Fang Yin bekerja seorang diri sementara semua yang ada di sana hanya melihatnya saja.


Kedua tangan Ketua Lama di lipat di belakang punggungnya lalu berjalan ke hadapan orang-orang yang ada di sana. Dia melihat wajah mereka satu persatu dengan tatapan yang sulit diartikan. Tidak ada yang tahu apakah dia sedang marah, senang atau biasa saja karena wajah Ketua Lama terlihat tanpa ekspresi.


"Siapa yang memintanya untuk bekerja seorang diri?" tanya Ketua Lama masih dengan bahasa yang datar dan tenang tanpa terlihat adanya kemarahan di sana.

__ADS_1


Ketua Sekte berjalan ke hadapannya sambil menunduk. Sebagai orang yang paling dekat dengan Ketua Lama, dia sangat tahu jika ayahnya itu sedang marah.


"Maafkan aku, Ayah. Aku hanya ingin memberinya pelajaran saja karena dia telah mempermainkan kami semua." Ketua Sekte mengemukakan alasannya menghukum Fang Yin.


"Yin'er! Kemarilah!" panggil Ketua Lama tanpa mengalihkan pandangan matanya dari Ketua Sekte.


Fang Yin berjalan mendekat lalu memberi hormat pada Ketua Lama.


Posisi Fang Yin dan Ketua Lama kini berada di hadapan Ketua Sekte dan orang-orang yang ada di sana. Ketua Lama melepaskan tangannya. Tangan kiri tetap berada di belakang punggungnya sedangkan tangan kanannya memegang pundak Fang Yin.


"Semuanya dengarkan aku bicara!" seru Ketua Lama membuat semua orang memperhatikannya lalu berjalan mendekat ke hadapannya.


Pandangan mata Ketua Lama mengedar menyapu seluruh wajah mereka semua.


"Mulai hari ini aku adalah wali dari Yin'er. Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggunya mulai saat ini. Siapapun orangnya akan berhadapan langsung denganku. Jika ada yang tidak terima dengan keputusanku silakan maju ke hadapanku!"


Fang Yin tersenyum penuh dengan kemenangan tanpa ada yang mengetahuinya.


Semua orang menunduk patuh tidak ada yang berani berbicara. Jangankan menentang, untuk sekedar bertanya pun mereka tidak berani.


"Ampun, Ayah! Maafkan atas kelancangan ku telah menghukum Xiao Yin tanpa sepengetahuan ayah," Ketua Sekte berlutut di hadapan Ketua Lama.


"Bangunlah! Kali ini kamu aku maafkan. Ke depannya Yin'er adalah adikmu dan perlakukan dia selayaknya sebagai seorang adik."


Ketua Lama tidak ingin ada yang mengganggu Fang Yin sebagai putri sahabatnya yang kini dia angkat menjadi putrinya.

__ADS_1


****


Bersambung ....


__ADS_2