
Jian Heng mengamati keduanya dan mencoba menganalisa apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka. Meskipun terlihat kejam, tapi jika dipikir-pikir Fang Yin masih memiliki hati nurani. Rasanya tidak mungkin dia meracuni teman-temannya.
"Tuan Xi! Aku memang bukan putri kandungmu dan aku hanya seorang budak yang bebas karena kemurahan hatimu. Tapi ketahuilah Tuan Xi, aku tidak seperti yang dikatakan oleh Tetua Song. Sebelumnya aku memang tidak terlalu dekat dengan teman-temanku tetapi sesaat sebelum aku pergi mereka merasa kehilanganku," jelas Fang Yin dengan penuh keyakinan.
Untuk saat ini dia belum mengatakan jika Tetua Song berkali-kali melakukan percobaan pembunuhan terhadapnya.
"Sayangnya aku belum bisa mempercayai ucapanmu. Akademi Tujuh Bintang hanya akan meluluskan murid yang telah menguasai Jurus Merendahkan Bayangan. Aku ingin tahu apakah kamu bisa melakukannya dengan benar atau tidak." Tuan Xi menatap Fang Yin dengan tatapan meremehkan.
"Sebagai seorang kultivator seharusnya Anda tahu jika sebuah jurus bukanlah sesuatu yang pantas untuk dipertontonkan. Hanya seorang guru yang berhak untuk memerintah muridnya." Fang Yin tidak ingin bermain-main dengan jurus itu.
"Baiklah! Itu cukup membuktikan jika kamu memang tidak lulus dari akademi itu dan pergi melarikan diri setelah meracuni teman-temanmu!" seru Tuan Xi.
"Aku tidak akan pernah mengeluarkan jurus apapun kecuali aku sedang bertanding melawan musuh!" Fang Yin kukuh dengan pendiriannya dan berpaling dari hadapan Tuan Xi.
__ADS_1
"Mau ke mana!" teriak Tuan Xi sambil mengeluarkan pedangnya.
Semua orang yang ada di sana terperanjat melihat apa yang dilakukan oleh Tuan Xi. Mereka tidak percaya jika Tuan Xi akan semarah itu pada Fang Yin yang belum jelas bersalah atau tidak. Seharusnya dia mencari kebenarannya terlebih dahulu dan tidak langsung percaya dengan apa yang dikatakan oleh Tetua Song.
Fang Yin mendengar suara pedang Tuan Xi yang terhunus. Namun dia tidak menggubrisnya dan terus melangkah maju untuk pergi ke penginapan. Kalaupun Tuan Xi menyerangnya, dengan senang hati dia akan menghadapinya karena Fang Yin sangat membenci fitnah yang ditujukan padanya itu.
Shutth!
Tuan Xi mengayunkan pedangnya ke arah Fang Yin karena dia tahu jika Fang Yin pasti bisa untuk menghindar.
'Apa?! Jadi sebenarnya Xiao Yin sudah menguasai jurus terbang. Lalu kenapa dia berjalan di atas air ketika dia melewati Telaga Bias Pelangi?' Jian Heng merasa tertipu dengan kemampuan Fang Yin yang sengaja dia sembunyikan.
Tuan Xi terperanjat. Dia tidak menyangka jika putri angkatnya itu memang benar-benar telah mengalami banyak peningkatan. Kini dia mulai meragukan perkataan Tetua Song.
__ADS_1
Seperti pesan Da Xia, Fang Yin tidak boleh menunjukkan kemampuannya di depan sembarangan orang kecuali saat terdesak dalam menghadapi musuh yang berbahaya. Sampai detik ini, Fang Yin belum mengeluarkan jurus apapun untuk menghadapi Tuan Xi. Untuk mengimbangi Tuan Xi, Fang Yin mengeluarkan pedang pemberian Tetua An.
Lagi-lagi Tuan Xi dibuat terkejut dengan kemunculan pedang bintang lima di tangan Fang Yin. Tuan Xi merasa jika dia pernah melihat pedang itu sebelumnya. Pedang itu seperti tidak asing baginya tetapi dia lupa siapa pemiliknya.
"Tuan Xi! Aku katakan padamu sekali lagi jika aku tidak bersalah. Jika kamu benar-benar ingin bertarung denganku demi membuktikan kata-kata tua bangka itu, maka mulai detik ini, kita tidak akan pernah memiliki hubungan apa-apa di masa mendatang!" Fang Yin mulai tidak bisa mengontrol emosinya.
Tuan Xi terlihat bingung. Hatinya merasa bimbang untuk memilih percaya pada sahabat yang telah melewati waktu bersamanya berpuluh-puluh tahun ata percaya pada putri angkatnya yang belum lama dia kenal. Saat ini Tuan Xi benar-benar sedang di landa dilema.
Setiap kali Fang Yin merasakan kesedihan dan ancaman, roh naga yang ada di dalam tubuhnya perlahan bangkit. Aura energi merah menyala mulai menyelimuti tubuhnya. Dua energi roh naga akan sulit untuk di lawan meskipun dia berada di ranah surga sekalipun.
'Iblis apa yang ada di belakang anak itu? Aku ragu untuk menyerangnya atau aku harus berdamai dan memilih untuk mempercayainya.' Tuan Xi tampak sedang menimbang-nimbang.
****
__ADS_1
Bersambung ....