Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 89. Sebuah Kesempatan


__ADS_3

'Sadar Fang Yin! Ini bukan saatnya untuk berkisah tentang perasaan. Sebuah relasi hanya akan membuatmu lemah dan lupa akan tujuanmu.' Fang Yin berbicara pada hatinya untuk tidak larut dalam perasaannya.


Sama seperti halnya yang dirasakan oleh Fang Yin, Jian Heng pun mengalami gangguan perasaan yang membuatnya tidak nyaman.


Setelah melihat mata Fang Yin sudah lebih baik, Jian Heng segera melepaskan tangannya dari kelopak mata Fang Yin dan segera berbalik meninggalkannya.


Perasaan hatinya bergemuruh dan tidak bisa berdiri lebih lama di hadapan gadis pujaannya itu.


"Terimakasih," ucap Fang Yin lirih tetapi masih terdengar oleh Jian Heng.


Jian Heng masih bersikap acuh. Meninggalkan Fang Yin tanpa kata lalu melanjutkan pekerjaannya.


Fang Yin pergi keluar untuk memikirkan rencananya. Berjalan sambil melamun dan menunduk melihat kakinya melangkah.


Semua penghuni sekte itu sibuk untuk beberes tapi sedikitpun tidak ada niat di hati Fang Yin untuk pergi membantu mereka.


Fang Yin memilih duduk di tepi kolam favorit Jian Heng, meskipun airnya telah kotor dan bunga-bunga di sekelilingnya layu akibat pertarungan semalam.


'Aku harus segera pergi ke Hutan Bintang Selatan untuk mencari bahan pil rahasia itu. Aku tidak peduli dengan sikap pria aneh itu yang tiba-tiba saja mengacuhkan aku. Yang terpenting bagiku adalah kitab di tangannya. Aku tidak butuh apapun darinya selain itu.' Fang Yin beranjak untuk menemui Ketua Sekte dan meminta ijin keluar dari sekte ini untuk beberapa hari yang akan datang.


Duduk menyendiri hanya akan membuatnya terus teringat pada Jian Heng dan melemahkan hatinya.


Dengan langkah yang panjang Fang Yin berjalan menuju ke tempat Ketua Sekte. Langkah penuh energi karena Fang Yin tidak lagi menutupi kemampuan itu di depan siapapun. Tidak butuh waktu yang lama untuk mencapai tempat yang dia tuju.


Murid-murid sekte yang melihat Fang Yin itu masih begitu tercengang meskipun sejak semalam mereka telah tahu tentang kemampuan Fang Yin yang luar biasa.

__ADS_1


Di sebuah pondok terbuka, Ketua Sekte dan Ketua Lama terlihat mengobrol serius sambil menikmati minuman hangat dan beberapa hidangan di hadapannya.


"Xiao Yin memberi hormat pada Ketua Lama dan Ketua Sekte!" Fang Yin memberi hormat pada keluarga barunya itu.


"Bangunlah, Yin'er!" seru Ketua Lama lalu memberi isyarat pada Fang Yin dengan tangannya agar dia duduk di hadapannya.


Ketua Sekte terus melirik ke arah Fang Yin yang duduk bersebelahan dengannya.


"Sepertinya kamu tidak datang tanpa sebuah tujuan, Yin'er?" Ketua Lama membuka percakapan setelah mereka diam sejenak.


"Benar ... Ayah." Masih ada rasa canggung untuk memanggil Ketua Lama dengan sebutan 'ayah'.


"Katakanlah!"


Ketua Lama memberikan cangkir kosong untuk Fang Yin dan memintanya menuang sendiri minumannya.


"Ke mana kamu akan pergi?" Ketua Sekte merasa penasaran. Dia berpikir jika Fang Yin akan pergi dan tidak akan kembali lagi ke sekte ini karena rahasianya telah terbongkar.


"Aku akan pergi untuk mencari tanaman obat yang aku butuhkan untuk membuat sebuah pil," jujur Fang Yin. Tidak ada gunanya merahasiakan semuanya pada Ketua Sekte karena hubungan mereka saat ini adalah keluarga.


Ketua Lama sudah mengerti ke mana arah pembicaraan Fang Yin.


"Apakah kamu sudah tahu di mana kamu bisa mendapatkan tanaman-tanaman itu?" tanya Ketua Lama.


"Di Hutan Bintang Selatan," jawab Fang Yin tanpa menunggu lama.

__ADS_1


'Gadis ini benar-benar sangat cerdas! Di usianya yang masih sangat belia, dia memiliki pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan yang sangat luar biasa. Aku ingin melihat kemampuannya dan mengenalnya lebih dekat,' gumam Ketua Sekte dalam hati.


"Dengan siapa kamu akan pergi?" tanya Ketua Lama.


"Aku akan pergi sendiri ke sana." Fang Yin menjawab dengan sangat santai.


Ekspresi Ketua Sekte berubah, merasa ada kesempatan untuk mendekati adik angkatnya itu.


"Ayah lihat itu! Betapa nakalnya adik perempuanku ini! Tidak ... tidak! Aku tidak akan membiarkan kamu pergi sendirian. Kamu harus ingat, sekarang kamu mempunyai seorang kakak. Kamu bisa membagi semuanya denganku."


Ucapan Ketua Sekte membuat Ketua Lama tersenyum. Dia merasa senang melihat putranya itu bisa menerima kehadiran Fang Yin.


"Kamu dengar itu, Yin'er! Kamu akan pergi ke sana bersama, Feng'er. Untuk waktunya kalian atur sendiri saja."


Ketua Sekte merasa sangat senang mendengar ucapan ayahnya.


"Secepatnya! Jika hari ini boleh, aku akan berangkat hari ini juga!" Fang Yin terlihat sangat bersemangat.


Sorot matanya yang tajam menyiratkan ambisinya yang begitu besar. Di dalam jiwa Fang Yin mengalir sifat bintang roh naga yang sangat kuat. Ambisius, pendendam, dan kejam. Sifat lainnya begitu ringan dan hanya melayang-layang ketika ketiga sifat itu berkuasa.


"Bagus! Aku suka dengan semangatmu!" Ketua Lama merasakan aura dendam yang begitu kuat di mata Fang Yin.


'Teruslah seperti itu sampai kamu bisa mencapai tujuanmu, Yin'er! Jangan kamu isi hatimu dengan cinta sebelum kamu mengembalikan kehormatanmu juga ibumu!' Ketua Lama merasa yakin jika Fang Yin pasti bisa melakukannya.


"Mohon bimbingannya, Ayah!" Fang Yin menyatukan kedua tangannya di depan wajahnya penuh hormat.

__ADS_1


****


Bersambung ....


__ADS_2