Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 171


__ADS_3

Kristal mahkota perak pun jatuh tepat di antara kedua alis Nenek Lu dan perlahan masuk menembus hingga ke dalam kepalanya.


Sesaat setelah kristal yang bersinar itu masuk, tubuh Nenek Lu pun ikut bersinar dengan terang dan perlahan menjadi tegak.


Liu Xiangqi tidak bisa berbuat apa-apa melihat kejadian di hadapannya. Kejadian ini baru pertama kali terjadi di dalam sejarah ras serigala. Dia tidak tahu dengan apa yang akan terjadi selanjutnya jika kristal kepemimpinan itu menyatu dengan Nenek Lu.


Tubuh Nenek Lu mengalami perubahan. Rambutnya yang semula berwarna hitam kecoklatan kini berubah menjadi putih keperakan.


Kulit tuanya yang keriput berubah menjadi muda kembali. Begitu juga dengan wajahnya yang kembali muda seperti seorang wanita dewasa yang berusia antara dua puluh lima hingga tiga puluh tahun.


Aura energi di dalam tubuhnya meningkat hingga setara dengan seorang kultivator yang menerobos ranah surgawi bintang atas.


Perlahan Nenek Lu membuka matanya. Pupil matanya pun berubah menjadi biru yang sangat indah. Tubuhnya yang telah tersadar kembali, bergerak turun dan menapakkan kakinya di tanah.


Tekanan energi yang keluar dari tubuh Nenek Lu memaksa Fang Yin dan Liu Xiangqi untuk mengambil jarak darinya.


Nenek Lu terlihat sedang melakukan kultivasi setelah kakinya menginjak bumi.


Energi dari alam terus berdatangan dengan cepat dan terkumpul menyelimutinya. Rupanya kristal mahkota peran memiliki kemampuan untuk menarik energi alam dalam jumlah yang besar dalam waktu yang singkat.


Fang Yin masih belum mengerti tujuan dari kultivasi Nenek Lu. Di dalam hati dia berharap, kekuatan yang besar dalam diri Nenek Lu tidak disalahgunakan untuk menindas orang lain seperti yang dilakukan oleh Liu Xiangqi.


Qi alam yang terserap ke dalam tubuh Nenek Lu telah mencapai batas maksimum.


Sesaat setelah Nenek Lu mengakhiri kultivasinya, dia mengambil roh pelindungnya yang berdiri dengan tegap di belakang tubuhnya.


Wujud binatang roh serigala itu terlihat sangat sempurna dengan kekuatan penuh yang tidak terbatas.


"Nenek Lu telah mencapai ranah De-de-wi!" Mata Liu Xiangqi terbelalak melihat peningkatan yang besar dari seorang nenek Lu.


Fang Yin baru menyadari jika Nenek Lu telah menembus ranah dewi setelah mendengar pernyataan Liu Xiangqi.

__ADS_1


'Jika aku lihat dari sorot matanya, Nenek Lu tidak memiliki amarah dan dendam. Semoga saja dia akan membawa kedamaian dengan status barunya sebagai pemegang kristal kepemimpinan itu.' Fang Yin terdiam dan terus menambahkan energi pelindungnya untuk menahan tekanan energi Nenek Lu yang berjalan mendekat ke arahnya dan ke arah Liu Xiangqi.


Untuk kali ini, tidak ada pilihan lain bagi Liu Xiangqi selain berlutut dan menyerah di hadapan Nenek Lu.


Liu Xiangqi menjatuhkan tubuhnya dan berlutut di hadapan Nenek Lu.


Berbeda dengan Liu Xiangqi, Fang Yin tidak ingin berlutut pada siapapun. Tidak peduli dia sedang berhadapan dengan seorang kultivator ranah Dewi yang bisa saja membahayakan nyawanya.


"Kamu seorang wanita?" tanya Nenek Lu ketika sudah berdiri di hadapannya.


Dengan tatapan tidak percaya Liu Xiangqi menoleh ke arah Fang Yin dan melihatnya dari ujung rambut hingga ke ujung kaki.


Menurutnya penampilannya adalah seorang pria.


'Bagaimana bisa Nenek Lu mengatakan jika pria ini seorang wanita. Apakah kekuatannya yang besar itu membuat matanya menjadi rabun?' Liu Xiangqi menatap aneh ke arah Nenek Lu.


Merasa sudah ketahuan identitasnya, Fang Yin pun menekan beberapa titik di dalam tubuh bagian atasnya seperti yang dilakukan oleh Han Wu.


Suaranya kini sudah berubah menjadi suara seorang wanita hingga membuat mata Liu Xiangqi terbelalak. Dia merasa sudah ditipu mentah-mentah oleh Fang Yin.


"Sial! Malam ini aku sudah dipecundangi oleh dua orang wanita," umpat Liu Xiangqi.


Nenek Lu pun menahan tawa mendengar ucapan Liu Xiangqi.


Kesombongan dan keangkuhan di dalam diri Liu Xiangqi perlahan-lahan mulai memudar seiring dengan terlepasnya kristal mahkota perak dari tangannya. Ternyata kristal itu memang memiliki dua sifat dasar yang menyelimutinya.


Kristal itu mempunyai daya magis yang mampu mempengaruhi pola pikir dan perilaku pemegangnya. Hanya pemilik darah serigala murni yang tidak terpengaruh olehnya. Namun tidak menutup kemungkinan bagi manusia serigala di luar keturunan murni bisa mengendalikan kekuatan itu tanpa terpengaruh.


"Kalau boleh tahu apa yang membuatmu datang ke tempat ini Dewi Naga?" tanya Nenek Lu pada Fang Yin.


Lagi-lagi ucapan Nenek Lu membuat Liu Xiangqi ternganga dan terlihat seperti seorang yang bodoh.

__ADS_1


"Jangan memanggilku seperti itu, Nenek. Aku belum pantas karena belum mencapai kualifikasi untuk itu." Fang Yin tidak haus akan pujian dan memilih untuk bersikap rendah hati.


"Cepat atau lambat kamu akan mencapainya dengan mudah. Kamu belum menjawab pertanyaanku, Nona."


Nenek Lu mengingatkan Fang Yin akan pertanyaan yang belum dia jawab.


'Sepertinya aku harus mengatakan tujuanku. Siapa tahu Nenek Lu bisa membantuku.' Fang Yin bermonolog dalam hati.


"Aku sedang mencari Kitab Sembilan Naga bintang lima, Nek," jujur Fang Yin.


"Aku terasa ingin menghilang ke dalam bumi saja. Sungguh aku benar-benar terlihat tidak berguna dan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dua wanita ini." Liu Xiangqi bergumam lirih tetapi masih terdengar oleh Fang Yin dan Nenek Lu.


Nenek Lu sejenak menoleh ke arah Liu Xiangqi lalu kembali fokus pada Fang Yin.


"Kamu bisa menemukannya di Kekaisaran Benua Barat. Seseorang telah merampasnya dari pemilik sebelumnya. Pemegangnya sekarang adalah Panglima Jing Zhoushan. Mungkin akan sedikit sulit dan penuh tantangan untuk mendapatkannya."


"Lagi-lagi aku harus berurusan dengan kerumitan peraturan istana. Huhh, sungguh melelahkan."


Nenek Lu menatap Fang Yin dengan heran. Jika dilihat dari penampilannya memang Fang Yin terlihat seperti orang biasa. Namun jika dilihat lebih mendalam, Nenek Lu memang merasakan darah bangsawan di dalam tubuhnya.


"Aku percaya kamu akan mampu mengambil kitab itu dari tangan Panglima Jing." Nenek Lu memberikan semangat pada Fang Yin.


"Aku akan pergi ke Benua Barat esok pagi. Ijinkan aku menginap di sini malam ini, Nek." Rasanya sangat sulit bagi Fang Yin untuk merubah panggilannya pada Nenek Lu yang kini telah menjadi ratu serigala itu.


Dengan kekuatan sihirnya, Nenek Lu membuat sebuah istana yang sangat megah. Dia mengijinkan Fang Yin tinggal sesukanya di sana. Namun dia meminta bantuan Fang Yin untuk membangkitkan roh serigala murni bagi ratusan serigala yang telah mati di tangan pasukan serigala putih.


'Sama saja, Nek. Aku tidak bisa beristirahat dengan tenang. Menyentuh satu persatu serigala ini akan menghabiskan waktuku malam ini.' Fang Yin berjalan dengan lemas dan melakukan perintah Nenek Lu.


Untuk pertama kalinya Liu Xiangqi merasa menang dan bisa menertawakan Fang Yin yang pasrah menerima perintah pemimpinnya.


****

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2