Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 87. Terlambat Menyadari


__ADS_3

Tidak tahu harus merasa senang atau malah sebaliknya ketika semua orang tahu jika dirinya kini berada dalam perwalian Ketua Lama.


'Harusnya kamu menjadikan gadis nakal ini sebagai jodohku, Ayah. Bukan menjadikannya sebagai seorang adik! Mungkin aku bisa mengaturnya jika dia menjadi istriku,' harap Ketua Sekte yang masih lajang itu.


Melihat kemampuan Fang Yin yang begitu luar biasa membuat hatinya tertarik untuk memilikinya.


"Feng'er! Persiapkan tempat tinggal khusus untuk Yin'er. Aku tidak ingin dia tinggal di asrama lagi," ucap Ketua Lama yang mendapati tatapan-tatapan aneh dari para tetua dan murid yang ada di sana.


Selama ini Ketua Lama selalu mengasingkan diri di dalam villanya sehingga dia tidak tahu jika Fang Yin tinggal bersama Jian Heng dan mendapatkan pelayanan yang istimewa sebagai kerabat dekatnya.


"Maaf, Ayah! Selama ini aku tidak tinggal di asrama. Aku adalah kerabat dari Tetua Yu dan tinggal di villa-nya."


Ucapan Fang Yin membuat Ketua Lama memutar tubuhnya dan menatapnya dengan tatapan yang serius. Pikirannya melayang dan kembali pada percakapannya bersama Fang Yin beberapa saat yang lalu di mana putri angkatnya itu mengatakan jika dia sedang belajar Kitab Sembilan Naga kepada seseorang.


Ketua Lama kembali memutar badannya dan melihat ke arah Jian Heng lalu memperhatikan wajahnya dengan seksama.


Secara sekilas Jian Heng terlihat seperti kultivator lain yang tidak memiliki aura khusus. Seorang pangeran atau kaisar memiliki suatu tanda yang dibuat di keningnya dengan mantra. Tanda itu hanya bisa dilihat dengan Jurus Mata Dewa atau Jurus Mata iblis.


Sebagai kultivator yang berada di ranah dewa, Ketua Lama memiliki jurus itu.


Dalam satu tarikan napas dia mengeluarkan Jurus Mata Dewa dan melihat siapa saja yang memiliki tanda itu di keningnya.

__ADS_1


'Hah! Ternyata dugaanku benar! Tetua Yu adalah seorang pangeran. Aku begitu lama tertidur sebagai orang bodoh sehingga melewatkan begitu banyak hal menarik di sekte ini,' gumam Ketua Lama dalam hati.


Setelah mengetahui identitas Jian Heng yang sebenarnya, Ketua Lama melihat ke arah Fang Yin yang juga memiliki tanda yang sama dengannya. Tetapi ada satu lagi hal yang sangat mengejutkan baginya. Jian Heng menanam sebuah tanda ikatan di kening Fang Yin.


'Jadi begitu, ya! Dasar pangeran nakal. Rupanya kamu sudah memilih jodohmu dan pura-pura menjadikannya sebagai murid. Sungguh kamu begitu pandai menyembunyikan kekagumanmu. Dasar anak muda!' Ketua Lama tersenyum miring.


"Baiklah! Aku tidak akan membuatkan tempat tinggal khusus untukmu." Tanpa banyak bicara lagi, Ketua Lama segera meninggalkan tempat itu.


Semua orang diperintahkan untuk beristirahat oleh Ketua Sekte.


Di tempat itu hanya tinggal tersisa Jian Heng, Fang Yin, dan Ketua Feng. Mereka semua terdiam dan larut di dalam pikiran mereka masing-masing.


"Selamat malam, Ketua! Aku pamit undur diri!" ucap Jian Heng memberi hormat pada Ketua Sekte.


"Hmm! Pergilah!" Ketua Sekte melirik Jian Heng sekilas lalu kembali menatap kosong ke tempat yang dia lihat sebelumnya.


'Yin'er adikku, hmmh! Lucu! Kenapa aku terlambat menyadari jika gadis itu begitu menarik. Seharusnya aku tahu jika Qi pengobatan hanya dikuasai oleh kultivator yang setidaknya menguasai tiga buah jurus. Bodohnya aku yang terlambat menyadarinya! Sudahlah! Aku pusing untuk memikirkannya!' Ketua Sekte berbalik lalu pergi dari tempat itu.


Di villa Jian Heng.


Villa Jian Heng yang terletak di sisi yang agak jauh dari lokasi pertarungan tidak mengalami kerusakan yang berarti.

__ADS_1


Pintu dan dindingnya masih aman hanya ada beberapa bagian atap yang berlubang akibat hantaman energi yang menyasar.


Ketika Jian Heng masuk ke dalam villa, terlihat Fang Yin sedang membersihkan lantai yang penuh dengan reruntuhan atap dan pecahan genteng yang berserakan.


"Sudah biarkan saja! Malam sudah mendekati pertengahan. Beristirahatlah!" ucap Jian Heng sambil berlalu ke kamarnya.


'Ada apa dengan dirinya? Kenapa sikapnya seperti berubah padaku? Apakah aku melakukan kesalahan? Sepertinya tadi dia terlihat baik-baik saja.' Fang Yin tidak mengerti mengapa sikap Jian Heng berubah padanya.


Fang Yin mengabaikan perintah Jian Heng dan meneruskan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi selesai.


Di dalam kamarnya Fang Yin masih memikirkan apa yang dia alami hari ini. Ingatannya kembali pada gulungan yang diberikan oleh Ketua Lama. Dia membuka tangannya lalu mengaktifkan cincin penyimpanannya dengan Qi. Gulungan itu sudah keluar dengan sendirinya dan muncul di atas telapak tangannya.


Kemampuan ini baru dia dapatkan setelah mempelajari Kitab Sembilan Naga milik Jian Heng. Di dalam kitab itu terdapat teknik-teknik sederhana dan penyempurnaan beberapa jurus yang ada pada Kitab Sembilan Naga sebelumnya.


Meskipun berisi hal yang sangat sederhana tetapi kitab ini tidak bisa dipisahkan dengan kitab yang lainnya.


Fang Yin membuka gulungan di tangannya itu dan membaca isi yang tertulis di dalamnya.


****


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2