Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 306. Acong 2


__ADS_3

Setelah beberapa saat terpaku dalam kekosongan, akhirnya Fang Yin seperti berhenti pada sebuah dimensi yang terang. Dia berdiri di depan sebuah goa yang mengeluarkan hawa panas.


Fang Yin yang memiliki elemen api di dalam tubuhnya tidak terpengaruh oleh hawa panas itu. Dia sangat penasaran dengan apa yang ada di dalam goa itu. Dengan langkah pelan dan penuh kehati-hatian, dia memasuki goa di berhawa panas itu.


Semakin masuk ke dalam, hawa panas itu semakin terasa. Kilatan cahaya berwarna merah terlihat melambai-lambai di dinding goa. Fang Yin juga mencium aroma api yang begitu panas.


Keadaan semakin jelas di mana sebuah lubang besar menganga di depannya. Lubang besar itu adalah kolam magma yang sangat luas. Pada permukaannya, kobaran api sesekali muncul bersamaan dengan letupan magma yang mendidih.


Langkah kaki Fang Yin terhenti di tepi magma itu. Dia mencari-cari seseorang yang mungkin ada di sana.


'Seseorang pasti telah menyegel kekuatan dan kolam magma ini di dalam tubuh Acong. Aku tidak percaya anak sekecil itu mampu menahan kekuatan sebesar ini. Kemungkinan orang yang menyegel kekuatan ini memiliki hubungan darah dengannya.' Fang Yin mengusap lengannya lalu menyelimuti jiwanya dengan api yang lebih panas.


Merasa tidak ada orang di sana, Fang Yin membalikkan badannya dan bersiap untuk pergi. Namun, baru beberapa langkah dia berjalan, dia kembali berbalik ke arah kolam magma lagi. Sebuah ledakan keras berbunyi dari sana hingga menimbulkan api besar yang membumbung tinggi.


Percikan api lembut menghalangi Fang Yin sehingga dia tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di dalam kobaran api itu. Perlahan kobaran api itu mulai mengecil dan menampakkan sesosok bayangan yang mirip dengan manusia.


Manusia bertubuh api itu berangsur-angsur terlihat nyata dan memiliki wujud seperti manusia biasa. Semakin lama semakin jelas dan menampakkan sesosok wanita yang sangat cantik. Dia menatap Fang Yin lalu berjalan mendekatinya.


Ini bukan pertama kalinya Fang Yin bertemu dengan kekuatan jiwa yang tersegel pada suatu tempat di dimensi kekosongan. Tidak ada keterkejutan ataupun rasa takut.


Wanita itu keluar dari magma lalu berjalan menaiki daratan. Kini dia telah berdiri di hadapan Fang Yin dalam jarak yang dekat.


Fang Yin mengamati penampilan wanita itu dan memperkirakan berapa umurnya. Pemilik kekuatan jiwa ini kira-kira berusia satu atau dua tahun lebih tua dari dirinya saat ini ketika menyegel kekuatan jiwanya di tubuh Acong.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Fang Yin tidak ingin berbasa-basi.


Wanita itu tersenyum. Sorot matanya tidak menyiratkan dendam.


"Selamat datang di dimensi gerbang neraka. Aku adalah Iblis Api atau yang lebih dikenal sebagai Mawar Neraka."


Fang Yin mengangguk.


"Aku Dewi Naga. Segera sampaikan pesanmu. Tempat ini tidak nyaman untukku." Fang Yin tidak ingin tinggal di tempat yang panas dan sempit


"Dewi Naga, tidak kusangka kita akan bertemu di sini. Terimalah hormatku, Senior." Mawar Neraka memberikan penghormatan pada Fang Yin.


Fang Yin membalasnya dengan gerakan saja tanpa menjawabnya dengan kata-kata. Wajahnya begitu serius melihat gerak-gerik Mawar Neraka. Tidak mudah baginya untuk bersikap ramah pada orang yang tidak dikenalnya.


"Baiklah, sepertinya kamu tidak suka dengan hal yang berbelit-belit. Aku akan mengatakan tujuanku sekarang." Wanita yang mengaku sebagai Mawar Neraka itu kembali bicara.


Lagi-lagi Fang Yin hanya mengangguk saja untuk membalas perkataannya.


Mawar Neraka kembali bicara padanya. Dia mengatakan jika dia adalah keturunan manusia dan Iblis Api. Tidak dijelaskan siapa orang tuanya secara gamblang dan dia malah menjelaskan tentang putranya. Rupanya dia adalah ibu kandung dari Acong. Di dunia manusia dia memiliki nama A Ying dan Mawar Neraka adalah namanya di dunia iblis.


Tubuhnya musnah ketika Qin Gongni menyerap energi murninya secara terus-menerus. Namun, sebelum dia benar-benar lenyap, A Ying menyegel kekuatannya di dalam rubuh Acong saat menyadari kondisinya sebagai manusia hijau kian melemah.


Gong Yu adalah seorang pria biasa yang bekerja di peternakan desa. Ketika A Ying terjebak di dimensi keputusasaan dia melihat pria sederhana itu dan jatuh cinta padanya. Karena Gong Yu lah A Ying bersedia menderita sebagai manusia hijau.


"Jadi Acong memiliki darah dan kekuatan iblis di dalam tubuhnya?" tanya Fang Yin mulai tertarik.


"Benar. Untuk itu, aku ingin kamu menyampaikan hal ini pada Gong Yu. Kekuatan iblis di tubuhnya bisa bangkit kapan saja dan mungkin bisa membawa mala petaka bagi orang-orang disekitarnya. Kuharap kamu tidak menghakimiku untuk hal ini. Aku hanyalah seorang ibu yang ingin melindungi anaknya. Dia harus tetap bertahan hidup meskipun tanpa kasih sayang dariku lagi."


Wajah A Ying terlihat sangat sedih. Kekuatan jiwa menggambarkan perasaan yang paling jujur dari pemiliknya. Fang Yin bisa merasakan jika tidak ada kebohongan di dalam setiap ucapannya.


"Apakah bayi iblis bisa tumbuh lebih cepat dari anak normal? Aku melihat Acong yang baru berusia dua tahun memiliki tubuh seperti seorang anak berusia empat sampai lima tahun," jelas Fang Yin.


"Benar. Bahkan dia bisa tumbuh lebih cepat dari itu. Ada hal yang membuatku khawatir. Jika ayahku tahu keberadaan Acong dan berita kematianku, maka ras manusia hijau akan hancur." A Ying terlihat lebih sedih dari sebelumnya.


"Ras manusia hijau memang telah hancur. Mereka telah kembali menjadi manusia biasa termasuk Acong dan keluarganya."


Mata A Ying membelalak tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Dia berpikir bagaimana sebuah ras yang bisa dirubah menjadi orang biasa. Perasaan segan mulai muncul ketika melihat tatapan kejam Fang Yin. Dia merasakan aura yang lebih kejam dari seorang iblis dari kedalaman jiwa dihadapannya.


"Aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu. Kamu boleh melupakan pesanku. Permintaanku hanya satu, jangan kamu sakiti Acong dan keluarganya." A Ying merasa telah cukup berbicara dengan Fang Yin. Sebentar lagi tubuhnya akan menghilang.


"Hahaha! Aku bukan iblis pemakan jiwa. Kekuatan jiwamu terlalu kecil dan kolam magmamu hanya seper sekian dari kolam Qi yang kumiliki. Kamu tidak perlu takut, aku bisa mengatasi Acong." Fang Yin meyakinkan A Ying untuk tenang.


"Aku merasa sangat beruntung telah bertemu denganmu. Hanya itu yang ingin aku sampaikan. Ada sebuah kitab iblis yang kusegel di tubuh Acong, jika tidak segera dikeluarkan maka dia akan menjadi dewasa sebelum waktunya." A Ying terus berbicara meski kekuatan jiwanya telah memudar.


Setelah mengatakan kalimat itu, dia memberikan ucapan terimakasih pada Fang Yin. Namun, suaranya sudah tak terdengar, hanya bibirnya saja yang memperlihatkan itu sebelum dia benar-benar menghilang.

__ADS_1


Fang Yin tersadar. Dia masih dalam keadaan berdiri sambil menggendong Acong. Orang-orang di sekelilingnya tidak menyadari apa yang terjadi padanya karena Acong terus berceloteh selama dia berada di dalam dimensi kekosongan jiwa.


"Kakak cantik, mengapa kamu terus melamun dan tidak menjawab pertanyaanku?" Wajah Acong terlihat kesal lalu meminta untuk turun dari gendongan Fang Yin.


Fang Yin menunduk dan menurunkannya dengan pelan. Suasana hatinya masih terbawa dalam dimensi lain bersama A Ying.


"Pergilah dengan tenang, A Ying," gumamnya lirih.


Gong Yu yang kebetulan berdiri di sampingnya bisa mendengar dengan jelas ucapan Fang Yin meskipun suaranya sangat pelan. Dia merasa heran, bagaimana mungkin Fang Yin mengetahui nama istrinya. Acong sendiri tidak tahu siapa nama ibunya.


"Nona, apakah Anda mengatakan sesuatu?" tanya Gong Yu ragu-ragu.


Fang Yin menoleh ke arah Gong Yu lalu mengangguk. Tidak ada gunanya berbohong, dia memang harus mengungkapkan kebenaran tentang A Ying dan Acong pada Gong Yu dan keluarganya.


Di saat yang sama, ayam yang mereka panggang telah masak. Jian Heng yang sedari tadi membantu Gong Chen berjalan menghampiri Fang Yin dengan tatapan dinginnya. Dia tidak suka melihat Fang Yin mengobrol dengan Gong Yu.


"Kita bicarakan setelah makan. Ada hal yang penting yang ingin aku sampaikan," ucap Fang Yin kemudian.


Mereka menikmati ayam bakar beserta kelengkapannya. Lin He juga membawa beberapa makanan pendamping dan menyajikannya juga. Menu yang dia masak sangat sederhana, tetapi tangan Lin He menyulapnya menjadi makanan yang lezat.


Gong Yu menyuapi Acong dengan sabar. Putranya itu terlihat masih kesal kepada Fang Yin. Dia memberinya lirikan yang mengungkapkan kekesalannya dan membuatnya terlihat sangat lucu.


Fang Yin tersenyum setengah menggoda ke arah Acong. Anak itu ikut tertawa ketika Fang Yin melucu dengan tingkah konyolnya.


"Yin'er, aku merasakan aura iblis dari tubuhmu. Apakah kamu tidak merasakan sesuatu?" bisik Jian dengan suara yang sangat pelan. Dia takut jika keluarga Gong mendengarnya, mereka akan ketakutan.


"Hmm. Aku akan menceritakan semuanya setelah ini. Kita makan dulu." Fang Yin fokus menikmati jamuan makan yang disuguhkan.


Jian Heng mengangguk. Rasa penasarannya begitu menggunung sehingga dia tergesa-gesa menghabiskan makanannya. Dengan begitu dia berharap yang lain akan mengikutinya agar Fang Yin segera bercerita.


Setelah menunggu cukup lama, mereka pun akhirnya selesai makan. Lin He tidak ingin Fang Yin membantunya dan membereskan semuanya bersama Gong Chen.


Gong Yu duduk sambil memangku Acong menghadap Fang Yin dan Jian Heng yang berada di seberang meja. Wajahnya terlihat penasaran menanti cerita yang dijanjikan oleh Fang Yin. Jian Heng pun merasakan hal yang sama.


"Yin'er, kamu berjanji untuk menceritakan sesuatu pada Gong Yu. Hari sudah sangat malam, sebaiknya kamu mengatakannya sekarang." Jian Heng menatap ke arah Fang Yin.


Fang Yin menarik napas dalam untuk mengumpulkan ingatannya. Dia sedang menyusun kata-kata yang mudah untuk dipahami oleh mereka di dalam pikirannya. Semua yang diketahuinya begitu banyak, tetapi dia ingin menceritakannya secara singkat saja.


Gong Yu dan Jian Heng menyimak cerita Fang Yin dengan serius. Mereka sangat antusias untuk mendengarkan ceritanya.


Fang Yin memulai ceritanya saat dia terseret masuk ke dalam dimensi kekosongan jiwa. Awal pertemuannya dengan A Ying yang merupakan keturunan Iblis Api hingga pengakuannya yang menyatakan dirinya adalah ibu kandung Acong.


Gong Yu terkejut saat mengetahui rahasia besar ini. Dia terlihat tidak sabar menantikan lanjutan ceritanya.


Fang Yin kembali menceritakan semuanya secara singkat dan mengatakan jika Acong memiliki darah dan kekuatan iblis di dalam tubuhnya. Dia bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat dari manusia. Kekuatannya juga tidak bisa dipandang remeh, jika ada yang menyinggungnya maka Acong bisa berubah menjadi iblis yang kejam dan tak berperasaan.


Tidak lupa Fang Yin juga menyampaikan kekhawatiran A Ying akan kemunculan ayahnya yang mungkin akan memberikan bahaya pada penduduk bukit Giok Hitam. Ekspresi wajah Gong Yu semakin ketakutan. Dia tidak memiliki kemampuan apapun untuk membela dirinya dan melindungi keluarganya.


"Nona, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan setelah ini. Sepertinya aku harus pasrah menerima semua yang terjadi. Jika ayah A Ying datang untuk membunuhku, maka aku akan menyerahkan nyawaku dan memintanya untuk menjaga Acong dengan baik. Kuharap dia juga mau membiarkan kedua orang tuaku hidup karena mereka tidak tahu apa-apa." Gong Yu mengungkapkan isi hatinya.


"Bodoh, aku belum selesai bicara. Acong yang akan melindungi keluarganya. Dia anak yang hebat." Fang Yin meminta Gong Yu untuk membawa Acong mendekat dengan isyarat tangannya.


Gong Yu tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Fang Yin. Otaknya juga tidak mampu mengerti bagaimana bisa bayi kecilnya melindungi keluarganya.


Acong sedang tertidur pulas saat Fang Yin meletakkannya di atas meja. Dia meluruskan tubuh Acong lalu dia berdiri di samping meja.


Fang Yin meminta pada Gong Yu dan Jian Heng untuk mundur ke belakang. Gong Chen dan Lin He yang baru datang berdiri di belakang mereka.


Aura energi mulai terpancar dari tubuh Fang Yin ketika dia akan mengeluarkan kitab iblis dari dalam tubuh Acong. A Ying ingin dia mengeluarkan kitab itu sebelum terserap oleh Acong dan mempengaruhi jalan pikirannya. Usianya yang belum matang belum bisa mengamalkan isi kitab itu secara benar.


Di dalam tubuh Acong memiliki darah iblis yang secara naluriah akan menariknya pada sifat-sifat yang jahat dan kejam. Namun, di sisi lain dia juga memiliki darah manusia dari Gong Yu yang lembut dan penuh kasih sayang.


Segala kemungkinan bisa terjadi, bisa baik bisa juga sebaliknya. Ke depannya, Acong harus mendapatkan perhatian khusus dari orang-orang di sekitarnya agar bisa diarahkan menjadi manusia bukan iblis.


Gong Yu terlihat sedang membawa ibu dan ayahnya menjauh. Dia tidak ingin mengganggu konsentrasi Fang Yin dan memilih untuk menjelaskan semuanya pada kedua orang tuanya di tempat yang agak jauh.


Tidak ingin menunda lagi, Fang Yin pun memulai untuk membuka segel yang tertanam di tubuh Acong. Kedua tangannya mengulur ke depan dengan telapak tangan menghadap ke bawah. Energi berwarna putih keluar dari sana dan turun menembus kulit Acong.


Muncul sebuah lingkaran cahaya berwarna merah dari dalam tubuh Acong. Lingkaran itu adalah segel iblis yang ditanam oleh A Ying untuk melindungi Acong dari segala bahaya yang mendekatinya.

__ADS_1


Ada beberapa simbol yang tidak dimengerti oleh Fang Yin pada segel itu. Untuk memecahkannya, dia harus merusak segel itu. Artinya setelah ini Acong tidak memiliki segel pelindung lagi dari ibunya.


Tidak ada yang bisa dimintai pendapat untuk ini. Dalam hal ini, Fang Yin harus memutuskan semuanya sendiri dan melakukannya sesuai dengan kata hatinya.


Aliran energi dari telapak tangan Fang Yin bertambah kuat. Dia juga melakukan gerakan memutar dan terus menambahkan energi untuk merusak segel di atas tubuh Acong. Segel itu masih belum terbuka karena simbol-simbol yang ada di dalamnya belum berhasil dihancurkan.


"Sulit," ucap Fang Yin ketika dalam percobaan ketiga dia belum berhasil memecahkan segel itu.


"Kamu perlu menggunakan segel mantra dari Kitab Sembilan Naga, Yin'er. Mungkin segel mantra ini harus dibuka dengan segel yang lebih kuat." Jian Heng mencoba memberikan pendapatnya.


"Sepertinya itu usul yang bagus. Akan aku coba." Fang Yin merubah strateginya.


Tangan kirinya tetap mengalirkan energi ke arah segel mantra iblis sedangkan tangan kanannya membuka ke atas dan membuat segel mantra pengendali jiwa. Segel matra pengendali jiwa mulai terbentuk dan terus menjadi sempurna. Fang Yin menggerakkannya ke tubuh Acong melewati segel iblis yang mengambang di atasnya.


Saat kedua segel itu mulai berdekatan, gelombang energi yang sangat kuat muncul di sekeliling mereka. Fang Yin segera melindungi tubuhnya dengan aliran Qi, begitu juga dengan Jian Heng.


Seperti ada pertarungan antara segel iblis dan segel pengendali jiwa di mana keduanya saling menekan dengan kuat. Fang Yin mendorong dengan kuat segel pengendali jiwa miliknya hingga berhasil menerobos segel iblis dan menembus masuk ke tubuh Acong.


Segel iblis yang hancur menghasilkan sebuah gelombang energi yang menyebar secara horizontal. Energinya cukup kuat sehingga patut untuk dihindari. Memahami akan hal itu, Jian Heng melompat mendekati Gong Yu dan kedua orangtuanya. Dia melindungi mereka dengan armor pelindung.


Untuk menghindari efek yang lebih besar yang mungkin saja membahayakan orang-orang di sekitarnya, Fang Yin segera menyerap gelombang energi iblis itu dengan Jurus Napas Naga. Gelombang itu terhenti pada jangkauan beberapa depa saja.


Tubuh Acong tidak bergerak. Fang Yin terus mengamatinya. Kondisi ini biasa terjadi jika jiwa seseorang sedang terperangkap di dalam dimensi yang berbeda. Ekspresi wajah Fang Yin seketika menjadi cemas saat berpikir jika Acong mulai menyerap ilmu iblis yang tersegel di dalam tubuhnya. Sebelum semuanya terlambat, Fang Yin segera mengambil tindakan untuk mengeluarkan kitab iblis yang menjadi hal paling berbahaya.


Perubahan tubuh Acong mulai terlihat. Dalam beberapa saat saja tinggi dan besar tubuhnya telah bertambah. Rambutnya juga memanjang beberapa inci.


Fang Yin mengerahkan inti pikirannya untuk menemukan titik di mana dia bisa menekan keluar kitab iblis A Ying sesegera mungkin. Setelah menemukan titik itu, dia segera memegang bagian tubuh Acong dengan tangan kirinya lalu menarik kitab itu dengan tangan kanannya. A Ying menyimpan kitab itu di bahu sebelah kanan Acong.


Agar Acong tidak merasakan kesakitan, Fang Yin mengeluarkannya secara perlahan. Menurut cerita A Ying, kitab itu terikat dengan pembuluh darah tubuh yang ditempatinya.


Kitab iblis beraura api perlahan keluar dari bahu kanan Acong. Fang Yin tidak lantas menyentuhnya dan membiarkannya melayang di udara. Dia harus menyegel kitab itu agar tidak mudah untuk dibuka dan dipelajari oleh sembarang orang


Fang Yin melupakan sejenak tentang Acong dan fokus untuk menindaklanjuti kitab iblis yang telah berada di depannya. Jian Heng melihatnya dari kejauhan karena harus melindungi Gong Yu dan keluarganya. Segala kemungkinan buruk bisa terjadi, sebagai manusia biasa keluarga itu tidak akan peka dengan bahaya yang mengelilingi mereka.


Dengan gerakan yang cepat Fang Yin menyegel kitab iblis itu. Setelah selesai mengamankannya, dia berpikir untuk meminta Jian Heng menyimpannya terlebih dahulu.


"Kak Heng! Bawalah kitab ini! Aku akan mengambil tindakan pada Acong," ucap Fang Yin sambil mendorong kitab iblis itu dengan aliran Qi. Kitab itu melayang mendekati Jian Heng.


"Baik, Yin'er. Selesaikan pekerjaanmu dengan baik." Jian Heng menangkap kitab iblis lalu menyimpannya di tempat yang aman.


Gong Yu dan kedua orangtuanya tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Mereka hanya bisa diam dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Fang Yin dan Jian Heng.


Dalam waktu sebentar saja, Acong telah berhasil menyerap ilmu iblis dari ibunya. Fang Yin juga merasakan jika kolam magma dan seluruh energi ibunya yang tersegel di dalam tubuhnya telah berpindah kedalam dantiannya. Bayi iblis memiliki kondisi fisik yang berbeda dengan kondisi bayi manusia biasa. Sejak lahir mereka telah memiliki dantian yang sempurna, hal inilah yang membuat mereka bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat daripada manusia biasa.


"Kakak Cantik! Apa yang terjadi?" Acong terbangun dan memanggil Fang Yin.


Fang Yin terkejut saat melihat Acong telah berubah menjadi seorang bocah yang berumur sekitar tujuh tahun.


"Tidak ada apa-apa, Acong. Aku hanya memeriksa tubuhmu. Kulihat tadi kamu sedang tidur, jadi aku memeriksanya." Fang Yin melihat ke arah pakaian yang dikenakan oleh Acong. Ukuran tubuhnya yang bertambah besar membuat baju yang dipakainya terlihat kecil.


"Mengapa bajuku menjadi sempit? Apakah semua ini karena mimpiku?" Wajah Acong terlihat bingung.


"Mimpi?" Fang Yin mengerutkan keningnya.


'Anak ini pasti tidak bisa membedakan antara masuk ke dalam dimensi kekosongan jiwa dan mimpi. Dia hanya tahu jika dirinya sedang berada di alam bawah sadarnya.' Fang Yin mencoba bersikap biasa agar Acong tidak merasa takut untuk bercerita.


"Benar, Kakak Cantik. Aku seperti masuk ke dalam goa dan melihat lautan api. Di sana aku sendirian. Tidak ada siapapun di tempat itu dan tiba-tiba seluruh api itu masuk ke dalam tubuhku," cerita Acong.


'Ternyata benar dugaanku. Seluruh magma itu telah berpindah ke dalam dantiannya.' Fang Yin kembali bermonolog dalam hati.


"Apakah kamu merasakan panas di perutmu?" tanya Fang Yin dengan suara yang lembut.


"Awalnya, iya, tetapi sekarang tidak lagi. Hanya saja perutku rasanya masih tidak nyaman, Kakak. Aku melihat tubuhku berkobar dan menakutkan. Jika hal itu benar-benar terjadi pasti tidak akan ada orang yang mau aku dekati." Wajah Acong terlihat bersedih saat mengingat penerobos energi yang dianggapnya sebagai mimpi yang menakutkan.


Bagaimana juga dia tetaplah seorang anak-anak yang belum memahami tentang kultivasi. Butuh seseorang yang mendampingi dan membimbingnya untuk mengarahkannya menjadi seperti apa. Kekuatan iblis yang dia miliki akan terus berkembang, Fang Yin berharap jika sifat manusia Acong lebih mendominasi sehingga kekuatannya itu tidak menimbulkan ancaman bagi manusia.


"Duduklah! Aku akan membuatmu menjadi nyaman." Fang Yin meminta Acong untuk duduk dengan posisi membelakanginya.


Acong berbalik dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Fang Yin tanpa banyak bertanya.

__ADS_1


****


Bersambung ....


__ADS_2