Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 57. Meminta Ijin


__ADS_3

Jian Heng membawa Fang Yin masuk ke dalam Sekte Sembilan Bintang dan melapor pada ketua sekte yang sekarang di jabat oleh seorang kultivator ranah surga yang bernama Tetua Feng.


Seorang wanita muda dengan penampilan menawan dan berwajah kalem berjalan menghampiri Jian Heng dan Fang Yin yang sedang menuju ke aula utama.


"Selamat malam, Tetua Yu!" sapa wanita itu dengan suara lembutnya.


"Selamat malam, Yin. Tolong sampaikan kepada Tetua Feng jika aku ingin bertemu dengannya," ucap Jian Heng menyampaikan maksudnya.


"Tetua Feng sudah tahu akan kedatanganmu, Tetua Yu. Mari silakan masuk!" Wanita yang di panggil Yin itu membawa Jian Heng dan Fang Yin untuk mengikutinya menuju ke sebuah ruangan yang berada tidak begitu jauh dari aula itu.


Lagi-lagi Fang Yin dibuat terkagum-kagum dengan desain interior yang ada pada jaman ini.


Setiap tempat yang berbeda memiliki pahatan dan motif yang berbeda pula pada setiap bagian-bagian bangunannya.


Seorang pria kira-kira seumuran dengan Kaisar Gu, ayah Fang Yin, duduk di sebuah kursi yang berada di tengah. Jian Heng dan Fang Yin memberi hormat padanya dan mengucapkan salam.


Pria itu mempersilakan Jian Heng dan Fang Yin untuk duduk di kursi-kursi yang berjajar di kanan kirinya setelah membalas salam penghormatan mereka.


Fang Yin memilih tempat duduk yang berdekatan dengan tempat duduk Jian Heng. Dia merasa sebagai orang asing di sana.


Jian Heng memperkenalkan Fang Yin sebagai saudara jauhnya yang ingin belajar teknik mengolah tenaga dalam di sekte itu.

__ADS_1


Tetua Feng tidak keberatan dengan keinginan Jian Heng dan mengijinkan Fang Yin untuk tinggal dan belajar di sana.


Mengingat hari sudah malam, Tetua Feng tidak mengajak mereka untuk mengobrol panjang lebar dan meminta Jian Heng untuk segera membawa Fang Yin ke villa-nya untuk mandi dan beristirahat.


Villa yang di tempati oleh Jian Heng berada di bagian samping area sekte, berjajar dengan villa-villa milik tetua yang lain.


"Villa yang bagus," puji Fang Yin ketika dia sudah berada di dalam villa milik Jian Heng.


"Apakah kamu menyukainya?" tanya Jian Heng.


"Sangat ... aku sangat menyukainya!" seru Fang Yin masih dengan tatapan kekagumannya.


Jian Heng membawa Fang Yin berkeliling untuk memperlihatkan seluruh bagian-bagian villa miliknya dan menujukkan ruangan-ruangan yang ada di sana.


Fang Yin menempati sebuah kamar yang berada tepat di depan kamar Jian Heng dengan posisi saling berhadapan.


Di belakang kamar mereka ada bak mandi yang dialiri air dari mata air pegunungan melalui sebuah pipa dari bambu.


Di bawah pemandian itu ada sebuah parit untuk meresapkan air dan mengalirkannya ke sungai besar.


Selain itu, Fang Yin tidak dapat menikmati pemandangan apapun lagi karena alam tertutup warna gelap gulita malam.

__ADS_1


Fang Yin merintih kesakitan ketika melihat luka gores di bahu dan lengan kirinya. Luka akibat cakaran ular legenda siang tadi. Fang Yin mandi dan membesihkan luka itu perlahan lalu mengobatinya dengan salep setelah dia selesai mandi.


Mengingat hari sudah larut malam, Fang Yin mempercepat mandinya dan segera mengakhirinya.


"Xiao Yin!" panggil Jian Heng dari luar kamar Fang Yin.


"Iya, sebentar!" seru Fang Yin sambil mencari-cari di mana cadarnya lalu segera memakainya.


Luka di bahunya sudah terobati meskipun Fang Yin tidak ingin membalutnya.


Fang Yin berjalan menghampiri pintu lalu membukanya.


"Maaf mengganggumu. Aku hanya ingin mengantarkan ini untukmu." Jian Heng menyodorkan sekotak makanan yang dia bawa untuk Fang Yin.


Fang Yin menerima kotak yang terbuat dari bambu itu sambil melirik kotak yang sama di tangan Jian Heng.


"Terimakasih!" Fang Yin tersipu saat melihat tatapan Jian Heng.


Hatinya terasa hangat setiap kali menerima perhatian dari Jian Heng. Bagi Fang Yin, Jian Heng adalah penjelmaan dari Zidane yang menyusulnya ke alam ini.


"Kamu ingin makan di kamarmu atau ikut denganku makan di ruang depan?" Jian Heng memberi tawaran sebelum pergi meninggalkan Fang Yin.

__ADS_1


****


Bersambung ....


__ADS_2