
Sampai Fang Yin selesai memberikan pil penawar pada Ketua Sekte, Ning Ruoruo tidak menyadari apa yang telah dia lakukan.
Fang Yin berlari keluar goa agar Ning Ruoruo mengikutinya dan memberi jeda agar pil penawar yang dia berikan pada Ketua Sekte bereaksi.
Merasa tempat pertarungannya kini lebih leluasa, Ning Ruoruo bersiap untuk mengeluarkan jurusnya.
Udara di sekeliling mereka berhembus sangat kencang membuat dedaunan kering yang ada di sekitar mereka beterbangan.
Sejuknya pagi berubah menjadi panas membakar ketika energi api berkobar-kobar di tubuh Ning Ruoruo semakin membesar.
Di belakangnya terlihat lima buah ekor meskipun itu tidak nyata, begitu juga dengan energi api yang menyelimuti tubuhnya sangat mirip dengan seekor rubah berwarna merah darah.
"Jurus apa yang akan di gunakan oleh wanita rubah ini?" Fang Yin mencoba menerka-nerka ketika Ning Ruoruo belum juga melakukan apa-apa.
Kedua tangan wanita itu terangkat ke atas dan melakukan gerakan yang tidak dipahami oleh Fang Yin.
Setelah beberapa saat melakukan gerakan dan pengumpulan energi di kedua tangannya, Ning Ruoruo melemparkan energi itu ke udara hingga terbentuk simbol melingkar di atas kepalanya. Simbol-simbol itu dikelilingi oleh pedang energi yang menjadi garis lingkarannya.
"Hah! Jurus Pedang Iblis Darah!" Fang Yin membelalakkan matanya ketika melihat jurus itu.
__ADS_1
"Bersiaplah untuk menerima kematianmu, Kutu Busuk!" seru Ning Ruoruo yang bersiap untuk melemparkan serangannya pada Fang Yin.
Fang Yin tidak tinggal diam, dia juga mengeluarkan jurusnya. Untuk melawan api yang sedasyat ini dia juga harus melawannya dengan api. Fang Yin mengeluarkan Jurus Phoenix Api Menari.
Pedang api yang mengelilingi simbol Jurus Pedang Iblis Darah satu persatu meluncur ke arah Fang Yin. Sebuah pedang terbelah menjadi lima pedang saat terlepas dari simbol itu.
'Gawat! Jurus ini sangat berbahaya! Aku tidak boleh lengah!'
Fang Yin meningkatkan kewaspadaannya untuk menghadapi jurus yang mematikan tersebut.
Bola-bola api dan semburan api, terus Fang Yin keluarkan untuk menyambut pedang api yang meluncur ke arahnya.
Ledakan keras terdengar bersama munculnya bunga api yang mengepul di udara ketika kedua energi mereka bertabrakan.
'Hmmh! Rasakan ini! Aku ingin tahu sekuat apa kamu bisa bertahan.' Ning Ruoruo memberikan tatapan membunuh pada Fang Yin.
Dia hanya berdiri sambil mengontrol energinya dengan kedua tangannya, sementara Fang Yin harus menghindar dan bergerak mati-matian untuk membalas serangan-serangan itu.
'Sial! Wanita Iblis ini benar-benar sulit untuk di atasi. Lengah sedikit saja, nyawaku yang menjadi taruhannya. Aku tidak melihat kelemahan pada jurus ini.' Fang Yin mengumpat dalam hati sambil terus bertahan dalam serangannya.
__ADS_1
Pedang api yang dilemparkan oleh Ning Ruoruo seperti tidak ada habisnya. Yang membuat sulit di atasi adalah ketika sebuah pedang berubah menjadi lima dan meluncur dengan gerakan yang serempak.
'Andai kak Feng ada di sini mungkin kami bisa bekerja sama untuk mengatasi ini. Kenapa dia belum sadar-sadar juga? Sungguh menyebalkan!' Fang Yin terlihat mulai lelah karena terus menerus menggunakan Qi tanpa henti.
Perutnya yang kosong juga membuat fisiknya tidak bisa bekerja dengan sempurna. Di pagi buta dirinya harus berkeliling mencari Ketua Sekte lalu bertarung bersama Ning Ruoruo.
Fang Yin bergerak memutar dengan cepat dan meluncurkan energinya pada pedang-pedang Ning Ruoruo sebelum terbelah menjadi lima bagian.
Usahanya itu terbilang berhasil, tetapi tenaganya juga banyak terkuras. Untuk sejenak, dia bisa beristirahat sejenak ketika melihat Ning Ruoruo kembali membentuk simbol yang baru. Namun setelah ini dia harus bekerja keras untuk melawannya seorang diri.
"Yin'er! Kamu baik-baik saja!" seru Ketua Sekte yang tiba-tiba muncul di belakang Fang Yin.
Fang Yin menoleh ke arah Ketua Sekte yang sudah berdiri melayang di belakangnya.
"Ah, akhirnya kakak datang. Aku bisa mati lemas jika harus menghadapi iblis wanita ini sendirian," ujar Fang Yin sambil terus mengatur aliran Qi dan olah napasnya.
"Kita akan menghadapinya bersama-sama. Jurus mematikan ini sangat berbahaya, tetapi bukan tidak mungkin kita bisa melawannya."
Fang Yin kembali merasa optimis setelah mendengar ucapan Ketua Sekte.
__ADS_1
****
Bersambung ...