Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 77. Waspada


__ADS_3

Suasana seketika menjadi hening. Semua orang kini melihat ke arah pemuda berhanfu putih yang menutup wajahnya dengan penutup wajah dengan warna senada.


Bukan hanya tetua dan para murid Sekte Sembilan Bintang saja yang melihat Fang Yin dengan tercengang. Namun juga para kultivator yang ada di sana. Mereka merasa bingung kenapa semua orang tercengang saat melihat Fang Yin.


'Gawat kini semua orang memperhatikan ke arahku! Aku harus meningkatkan kewaspadaan. Tatapan mereka seperti seekor elang yang sedang mengincar mangsanya.' Fang Yin memperkuat energi pelindung yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Sampai detik ini Fang Yin masih bisa menutupi Qi yang tersimpan di tubuhnya dan menyamarkan tingkat kultivasinya saat ini.


Dengan gerakan cepat Fang Yin mengayunkan pedang energinya untuk menebas keempat kultivator yang menjadi lawannya sebelumnya.


Mereka yang sebelumnya sudah sangat tidak berdaya, kini tewas secara mengenaskan di tangan Fang Yin.


Dari arah yang tak terduga sebuah bola energi meluncur ke arah Fang Yin dengan sangat cepat. Bisa saja Fang Yin melompat untuk menghindar. Namun bola itu akan jatuh dan membahayakan murid-murid yang berada tidak jauh dari tempat Fang Yin.


Satu-satunya jalan yang bisa dilakukan oleh Fang Yin adalah mengeluarkan Jurus Perisai Es untuk meredam kekacauan ini.


Sejak memperdalam Kitab Sembilan Naga bintang dua milik Jian Heng, Fang Yin lebih mahir dalam mengendalikan Qi dan mengeluarkan jurus dengan sekali tarikan nafas.


Balok-balok es muncul dari dalam tahah dan hembusan energi yang keluar dari telapak tangannya.


Jurus ini mengalami peningkatan di mana Fang Yin sudah bisa mengendalikan kristal es yang melayang di udara untuk menyongsong bola es yang datang, bukan hanya sebuah dinding es saja seperti sebelumnya.

__ADS_1


Boom! Plassh!


Sebuah dentuman yang sangat keras terdengar ketika kedua energi itu bertemu.


Kristal es Fang Yin yang bertabrakan dengan bola energi itu pecah menjadi butiran-butiran kecil yang menyerupai hujan salju.


Kemampuan yang dimiliki oleh Fang Yin menarik perhatian kultivator lawan.


Sangat jarang seorang kultivator yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan Qi berinti dasar api yang panas dan Qi yang memiliki inti dasar api dingin atau es dalam satu waktu.


Jian Heng merasa sangat khawatir pada Fang Yin mengingat kini semua orang memperhatikannya.


Melihat keempat orang anggotanya yang cukup berbakat mati di tangan Fang Yin, dua orang kultivator yang lebih senior datang untuk menjajal kekuatan Fang Yin.


Ini adalah momen kedua kalinya mereka melakukan kerjasama untuk melawan musuh. Mereka terbukti menang melawan ular legenda yang sangat ganas. Malam ini mereka berharap bisa kembali memenangkan pertarungan dengan duet mereka.


"Kita harus bekerjasama untuk mengalahkan mereka, Xiao Yin. Musuh-musuh kita kali ini berbeda dengan musuh yang kamu lawan sebelumnya. Sebagian di antara mereka ada yang berada di dalam ranah surgawi," bisik Jian Heng telah memasang kuda-kuda dan bersiap untuk menghajar lawan.


"Aku mengerti. Mari kita mainkan!" jawab Fang Yin penuh percaya diri.


Setelah pertarungan terjeda beberapa saat akibat terpukau melihat kemampuan Fang Yin, akhirnya aksi saling serang kembali terjadi.

__ADS_1


Seorang kultivator senior sedang berdiri di udara sambil memandang Fang Yin dengan tatapan yang sangat mengerikan.


"Kamu sudah berani nencoreng wajah klan Yuan dengan membunuh empat orang berbakat dari suku kami. Kamu harus membayarnya!" seru kultivator senior itu.


"Keamanan sekte ini adalah sebuah harga mati! Siapapun yang berani mengusik kami maja dia harus mati! Termasuk kamu!" Fang Yin tidak memiliki rasa takut meskipun dia tahu jika lawannya berada dalam ranah yang lebih tinggi darinya.


"Besar mulut! Aku pastikan kamu akan mati di tanganku bocah!" teriak kultivator itu penuh emosi.


Kultivator itu merentangkan kedua tangannya ke samping dengan telapak tangan yang terbuka ke atas. Tubuhnya diselimuti oleh energi berwarna kuning keemasan. Qi Cahaya Emas dengan level sempurna keluar dari kedua telapak tangannya.


Melihat hal itu Fang Yin pun bersiap untuk mengeluarkan Qi yang akan dia gunakan untuk menyerang.


Fang Yin menggabungkan Qi Cahaya Emas di tangan kanannya dan Qi Awan Salju di tangan kirinya menjadi sebuah energi yang membentuk bunga teratai.


Lagi-lagi Fang Yin melakukannya dengan sangat cepat seiring dengan peningkatan kemampuannya setelah mempelajari Kitab Sembilan Naga bintang dua.


Jurus penggabungan yang dilakukan oleh Fang Yin ini baru pertama kali dilihat oleh Jian Heng dan membuatnya terpukau untuk yang kesekian kalinya. Jian Heng tidak menyangka jika Fang Yin juga memiliki Qi Cahaya Emas juga.


"Aku sudah meremehkanmu, Bocah! Rupanya kamu cukup lumayan. Tapi jangan senang dulu. Aku tidak akan memberimu ampun! Hiyaaaa!" kultivator senior itu menyerang Fang Yin dengan pancaran Qi Cahaya Emas yang terpancar dari telapak tangannya.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2