Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 376. Ayah Angkat


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan orang-orang di sekelilingnya Fang Yin terus mengawasi diam-diam bayangan yang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Semua orang sibuk berbincang satu sama lain sehingga tidak menyadari bahaya yang mengancam mereka.


Keluarga Fang Yin terpisah sangat jauh dengannya. Namun, dia malah senang. Jika orang misterius itu mengincar dirinya maka dia tidak akan membahayakan orang-orang terdekatnya.


'Aku merasa bayangan misterius itu mendekat. Sepertinya dia memang mengincar nyawaku. Aku tidak boleh lengah.' Fang Yin mengunyah makanannya dengan pelan dan semakin waspada.


Jian Heng yang duduk di tempat yang berseberangan dengan Fang Yin terus mengamati calon istrinya yang sedikit berbeda. Meskipun samar wajah tegang Fang Yin tidak bisa disembunyikan lagi.


Fang Yin menutup matanya dan membuka inti pikirannya untuk mengaktifkan energi pelindung di seluruh ruangan. Energi terbagi dengan cepat kepada orang-orang yang berada disekitarnya kecuali pemilik bayangan hitam.


'Aku semakin yakin jika ada yang tidak beres di sini.' Jian Heng menatap Fang Yin dengan serius setelah merasakan energi pelindung tak terlihat milik Fang Yin menyelimutinya.


Setelah melakukan ini Fang Yin terlihat lebih tenang. Namun, dia terus mengawasi gerak-gerik orang misterius yang diam tidak bergerak di balik sebuah pilar.


"Silakan dilanjutkan menikmati jamuannya. Aku ingin pergi keluar sebentar," pamit Fang Yin.


Tidak ada yang curiga dengan apa yang dilakukan oleh Fang Yin. Keluar di tengah perjamuan makan bisa jadi sebuah nilai sopan santun ketika ingin membuang hajat.


Baru beberapa langkah kaki Fang Yin berjalan sebuah benda terbang melesat ke arahnya. Tangan kanannya terangkat sejajar dengan bahunya dengan gelombang energi yang menghentikan pisau terbang yang menyerangnya.


Pisau beracun itu jatuh ke lantai dan menimbulkan suara yang nyaring. Semua orang berhenti dari makannya dan menatap ke arah Fang Yin dengan heran. Rasa cemas menyelimuti hati mereka dan membuat mereka segera beranjak dan berlarian keluar ruang perjamuan.


"Yin'er, kamu baik-baik saja?" tanya Jian Heng segera menghampiri Fang Yin.


Fang Yin mengangguk dan terus mengawasi sekitar. Hawa asing yang tidak ditandai dengan energinya masih berada di dalam ruangan. Sepertinya dia tidak segan untuk melawannya secara terang-terangan lagi.


"Semua orang tolong keluar dari ruangan ini!" seru Fang Yin melihat beberapa keluarganya dan keluarga Jian Heng masih berada di dalam ruangan.


"Aku akan tetap di sini bersamamu." Jian Heng tidak ingin meninggalkan Fang Yin seorang diri.

__ADS_1


"Apakah aku boleh tinggal?" tanya Xi Changyi yang datang bersama Xi Hao Xiang menghampiri Fang Yin dan Jian Heng.


"Tolong bantu aku untuk melindungi para penghuni istana yang ada di luar. Aku takut penyusup itu memiliki pasukan tersembunyi yang diam-diam masuk ke istana." Fang Yin mengkhawatirkan keadaan di luar ruang perjamuan.


"Baiklah! Jaga diri kalian!" Xi Hao Xiang menepuk bahu Jian Heng lalu bergegas keluar bersama Xi Changyi untuk memeriksa keadaan.


Kini tinggal Fang Yin dan Jian Heng yang tinggal di dalam ruang perjamuan untuk menghadapi penyusup yang bersembunyi di sana. Keduanya merasakan hawa energi lain yang bersembunyi di balik sebuah pilar.


Fang Yin dan Jian Heng saling berpandangan. Tidak ingin membuat ruang perjamuan menjadi berantakan, Fang Yin memilih untuk berteleportasi dan menangkap penyusup dengan tangannya.


Peran Jian Heng selanjutnya mengikat penyusup dan tidak membiarkannya terlepas begitu saja. Meskipun tidak mengeluarkan kata-kata, dia tahu apa yang diinginkan oleh Fang Yin.


Dalam sekejap mata Fang Yin telah menghilang diikuti oleh Jian Heng yang melompat menuju ke tempat persembunyian penyusup. Kehadirannya yang terlihat jelas membuat penyusup bergerak mundur untuk menghindar. Namun, tubuhnya tidak bisa bergerak ketika Fang Yin telah membatasi geraknya dengan menyergapnya tiba-tiba.


Penyusup terkesiap ketika mendapati Fang Yin telah berdiri di belakangnya. Keadaannya yang lengah dimanfaatkan oleh Jian Heng untuk mengikatnya dengan energi jiwa. Dalam sekejap penyusup itu berhasil diringkus oleh keduanya.


'Aku seperti tidak asing dengan jejak energi ini tetapi tidak ingat tentang siapa pemiliknya.' Fang Yin tertegun sejenak lalu pergi menyusul Jian Heng ke tengah ruangan.


"Yin'er, apa yang akan kita lakukan padanya?" tanya Jian Heng.


Penyusup itu memiliki nyali yang cukup besar mengingat keberaniannya datang ke ruang perjamuan untuk mengacau. Tidak mungkin dia tidak tahu dengan siapa dia akan berhadapan.


"Aku merasa tidak asing dengan jejak energi di tubuhnya. Hanya saja aku tidak ingat dengan siapa pemiliknya," jujur Fang Yin.


Jian Heng menatap Fang Yin dengan kening berkerut. Menurutnya bukan hal yang baik jika penyusup itu adalah orang terdekat Fang Yin.


"Lebih baik kita periksa dulu siapa dia," usul Jian Heng.


Fang Yin mengangguk lalu berjalan mendekati penyusup yang terikat oleh energi Jian Heng. Wajah yang tertutup dari penyusup mengeluarkan sorot mata yang tajam. Tersirat kebencian di sana meskipun tersamarkan oleh rasa cemas yang lebih mendominasi.

__ADS_1


Tangan Fang Yin terulur ke depan tetapi penyusup mencoba untuk menghindarinya. Dia berusaha untuk menarik kepalanya menjauh. Namun, usahanya menjadi sia-sia mengingat tubuhnya terikat sangat kuat.


Tidak ingin gagal lagi, Fang Yin bergerak dengan cepat menarik penutup wajah penyusup. Betapa terkejutnya dirinya ketika melihat wajah yang sangat dikenalnya. Perpisahan yang begitu lama tidak membuatnya melupakan orang itu begitu saja.


"Tuan Xi!" pekik Fang Yin kepada ayah angkatnya.


Sebelum dia menjadi seperti ini dia pernah tinggal di kediaman keluarga Xi sebagai budak. Nasibnya berubah ketika dirinya berhasil menyelamatkan putranya. Keluarga Xi membebaskannya dari seorang budak dan mengangkatnya menjadi putri angkat.


Jian Heng berusaha mengingat-ingat. Mereka memang pernah bertemu di Telaga Bias Pelangi di awal pertemuannya dengan Fang Yin. Tuan Xi adalah salah satu kerabat murid Sekte Sembilan Bintang, Xiao Chen.


'Aku ingat tentang siapa pria ini dan yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa dia tiba-tiba muncul dan menyerang Yin'er.' Meskipun mengenal pria itu, Jian Heng tidak melepaskan pengikat jiwa yang membatasi gerak Tuan Xi.


"Aku sangat senang bisa bertemu denganmu, Ayah Angkat. Seharusnya aku menyambutmu dengan penghormatan bukan memperlakukanmu seperti seorang penjahat." Fang Yin masih bersikap lembut pada Xi Liang meskipun telah berusaha untuk membunuhnya.


"Bunuh saja aku!" Xi Liang tidak senang dengan ucapan Fang Yin.


Ucapan Xi Liang membuat Fang Yin dan Jian Heng terkejut. Penjahat sangat takut mati tetapi dia justru mengharapkan kematian tanpa pembelaan.


"Kamu pernah melindungiku dan menjadi orang tua asuhku. Tidak mungkin jika kamu tiba-tiba datang untuk menghabisiku tanpa alasan." Fang Yin tidak habis pikir dengan sikap Xi Liang.


Di masa lalu dia selalu menjalankan misi rahasia yang Fang Yin sendiri juga tidak tahu. Mungkin saja kedatangan Xi Liang saat ini juga demi menjalankan sebuah misi. Jika demikian sudah pasti ada orang yang mendalangi semuanya.


Fang Yin membuka telapak tangan kanannya dan mengalirkan Qi Awan Salju ke sana. Tidak lama kemudian kuku-kukunya berubah menjadi sangat runcing berbentuk kristal es yang sangat dingin.


"Jadi benar jika kamu adalah keturunan suku es?" tanya Xi Liang dengan wajah yang sedikit terkejut.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2