Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 325. Berdamai Dengan Kenyataan


__ADS_3

Fang Yin mengeluarkan cambuk energi di tangannya lalu mengayunkannya ke arah Selir Ning. Dalam cambukan kelima belas ibu tirinya itu jatuh tersungkur dan tak bergerak lagi.


"Apakah aku terlalu keras? Aku rasa tidak, yang terpenting dia tidak mati." Fang Yin menyimpan aura energinya lalu berjalan menghampiri ibunya.


"Kamu sudah membuatnya pingsan, Yin'er." Selir Shi menggelengkan kepalanya.


"Ini hukuman yang sangat ringan ibu. Setelah ini apa yang harus kita lakukan?" Fang Yin menatap ibunya dalam.


Shi Jun Hui dan yang lainnya berjalan mendekat. Mereka datang dengan pendapatnya masing-masing. Ada yang setuju dengan mengampuni Selir Ning dan menjadikannya sandera, ada pula yang menolaknya.


Jian Heng menjadi penengah dalam masalah ini. Dia membenarkan usulan Selir Shi di mereka bisa memanfaatkan Selir Ning untuk membersihkan nama Selir Shi dan menjadikannya sekutu untuk menyerang Kaisar Ning.


Dalam keadaannya yang sekarang, Selir Ning tidak bisa berbuat apa-apa selain mematuhi perintah mereka. Jian Heng juga melihat jelas gurat penyesalan di wajahnya sehingga membuatnya yakin jika wanita itu ingin menebus kesalahannya.


Setelah perdebatan panjang, mereka sepakat untuk membawa Selir Ning ke kediaman Klan Shi. Shi Jun Hui memberikannya sebuah kamar di bagian belakang rumah.


Para penduduk suku gletser yang telah kembali menjadi suku es mulai meninggalkan tempat menuju ke rumah baru mereka yang dipimpin oleh Guan Xing.


Selir Shi mengobati Selir Ning dan memberinya makan. Meskipun hubungan mereka belum bisa dikatakan baik, tetapi Selir Shi tidak tega melihat keadaan Selir Ning. Jiwa kemanusiaannya yang tinggi memaksanya untuk peduli.


Saat Selir Shi akan pergi meninggalkan Selir Ning tiba-tiba dia merasakan tangannya dipegang oleh seseorang. Rupanya Selir Ning telah tersadar.


"Terimakasih," ucap Selir Ning lalu mencoba untuk bangkit dari tidurnya dengan susah payah.


"Jangan banyak bergerak. Aku membawakan makanan untukmu. Aku juga membawakanmu ramuan obat."

__ADS_1


Selir Shi mengambil nampan berisi barang-barang yang dia sebutkan. Melihat kondisi Selir Ning saat ini, dia tidak akan mungkin bisa makan sendiri. Tangan dan kakinya dipenuhi oleh luka-luka memar dan sebagian mengelupas.


Begitu juga dengan punggungnya yang mungkin tidak bisa digerakkan karena penuh dengan perban kain yang dililitkan oleh Selir Shi.


"Kamu begitu baik. Sama seperti dulu saat kita tinggal bersama. Kesombongan dan rasa iri membuatku buta dan tidak ingin melihatmu bahagia." Segurat penyesalan terlihat jelas di wajah Selir Ning.


"Apa yang membuatmu iri padaku, aku hanyalah selir yang diperlakukan sama oleh Yang Mulia Kaisar Gu. Dia seorang yang sangat adil dalam membagi kasih sayangnya pada istri-istrinya." Selir Shi mulai menyuapi Selir Ning.


Untuk sejenak Selir Ning mengunyah makanannya lalu menelannya.


"Aku tahu. Aku iri karena kamu memiliki seorang putri cantik yang sangat berbakat. Semua orang menyayanginya dan menganggapnya seperti mutiara yang sangat berharga. Lalu aku ... aku tidak memiliki anak yang bisa aku banggakan." Wajah Selir Ning terlihat sedih.


"Seandainya waktu itu kamu bicara padaku mungkin keadaannya tidak akan seperti ini. Jika kamu mau aku bisa membuat Yin'er lebih sering memberimu waktu dan mengunjungimu agar kamu tidak merasa kesepian."


"Aku terlalu egois. Mataku telah dibutakan oleh rasa cemburu. Kupikir aku bisa mendapatkan perhatian lebih dari Kaisar Gu setelah kepergianmu, tetapi aku malah mendapatkan akhir dari kebahagiaanku. Aku terlalu serakah ingin memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain," aku Selir Ning.


"Dari hati yang paling dalam aku ingin meminta maaf padamu dengan tulus, Selir Ketiga." Selir Ning kembali meraih tangan Selir Shi dan menggenggamnya erat.


Selir Shi menatap Selir Ning dalam. Sebuah kata maaf tidak akan bisa membuat semuanya kembali. Namun, dengan memberi maaf dia berharap bisa merubah namanya yang buruk menjadi bersih.


"Aku akan memberimu maaf setelah kamu mengembalikan nama baikku di mata seluruh penduduk Benua Timur."


Ucapan Selir Shi membuat Selir Ning terdiam. Meskipun dia adalah keponakan dari Kaisar Ning tetapi dia tidak memiliki kekuasaan apapun di Kekaisaran Benua Timur. Sikap Kaisar Ning berubah setelah dia menjadi seorang penguasa, tidak seperti ketika dirinya masih menjadi penasehat Kaisar Gu.


Saat menjadi selir Kaisar Gu statusnya lebih tinggi dari pamannya itu sehingga apapun yang diinginkannya pasti sulit untuk ditolak olehnya. Berbeda dengan keadaan setengah Kaisar Gu meninggal, dia seperti seorang yang tidak berguna di istana itu.

__ADS_1


Selir Shi terus mengamati perubahan sikap Selir Ning dan mencoba menebak apa yang sedang dia pikirkan. Dari raut wajahnya terlihat kebimbangan di mana dia merasa sedang berada di dalam situasi yang sulit. Selama ini dia tinggal di luar istana dan tidak mungkin tiba-tiba masuk dan memberitahukan kebenaran tentang dirinya.


"Sudahlah! Lupakan permintaanku jika itu terlalu berat. Aku sudah kembali menjadi orang biasa, kebenaran itu sudah tidak penting lagi," ucap Selir Shi sambil kembali menyuapkan makanan untuk Selir Ning.


Selir Ning berusaha untuk duduk lalu menatap sendu ke arah Selir Shi.


"Untuk saat ini aku belum bisa melakukannya karena aku tidak memiliki kekuasaan apapun. Akan tetapi, aku berjanji padamu akan berdiri di belakangmu untuk membelamu di masa yang akan datang," ucap Selir Ning penuh keyakinan.


"Termasuk juga melawan Kaisar Ning untukku?" tanya Selir Shi menjebak Selir Ning dengan pertanyaan yang sulit.


"Tentu saja. Aku akan menebus semua kesalahanku di masa lalu. Paman Ning telah melanggar kesepakatan di antara kami dengan membunuh Kaisar Gu dan seluruh klannya. Keadaanku berubah sejak hari itu dan membuatku seperti orang asing di tengah keluargaku. Aku juga merasa menjadi satu-satunya penghianat setelah kematian seluruh anggota Klan Gu dan keluarga besar Kaisar Gu selain dirimu. Sebenarnya sejak lama aku ingin mencari dirimu tetapi aku belum memiliki keberanian untuk itu," jelas Selir Ning dengan berurai air mata.


"Sudahlah! Kita akan membicarakannya lagi besok. Hari sudah malam, kamu harus beristirahat." Selir Shi membantu Selir Ning berbaring.


"Terimakasih. Aku berhutang budi padamu."


Selir Shi hanya membalas ucapan Selir Ning dengan sebuah senyuman.


Di ruangan yang lain, Fang Yin sedang berbicara serius bersama Jian Heng Shi Jun Hui dan Shi Han Wu untuk membahas rencana penyerangan ke Kekaisaran Benua Timur.


Jian Heng akan meminta ayahnya untuk mempersiapkan pasukan terbaiknya. Dia juga akan meminta bantuan kepada Sekte Sembilan Bintang yang sudah seperti keluarga keduanya.


Shi Han Wu juga akan memanggil Gu Tian Feng untuk datang dan juga Kakek Zhu untuk membantu pengobatan di belakang layar. Jika diperlukan mereka juga bisa bertarung sekaligus regu penyelamat.


"Apakah kamu juga akan mengikut sertakan pasukan dari suki es juga, Yin'er?" tanya Shi Jun Hui.

__ADS_1


****


Bersambung ....


__ADS_2