Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 388. Meminta Maaf


__ADS_3

Penduduk perbatasan barat pun memasuki halaman istana dengan tertib. Mereka berdiri di hadapan Tian Feng dan pasukannya dengan wajah penuh harap.


Bencana kelaparan yang melanda wilayah ini membuat mereka benar-benar terpuruk. Berita tentang tertangkapnya anggota pemberontakan membuat mereka menjadi bingung. Keberadaan Zhen Yumao bersama pasukan pemerintahan menimbulkan peragaan pertanyaan di kepala mereka.


Selama ini penduduk perbatasan barat percaya jika pemerintah telah mengabaikan mereka dan Zhen Yumao menjadi pahlawan bagi mereka. Kini mereka melihat keluarganya yang sebelumnya bergabung dengan pasukan Zhen Yumao bersama-sama membela pasukan pemerintahan berbatasan barat.


"Maafkan kami, Tuan. Kami merasa bingung mengapa pasukan yang dipimpin oleh Tuan Zhen Yumao ada bersama Anda, Tuan?" Salah seorang warga memberanikan diri untuk bertanya.


Tian Feng berjalan ke depan mendekat kepada mereka dengan wajah datarnya.


Sebagian diantara warga perbatasan barat merasa segan padanya dan sebagian lain terlihat tenang.


"Zhen Yumao!" panggil Tian Feng.


Suara lantang Tian Feng terdengar hingga ke seluruh penjuru halaman. Zhen Yumao yang berada di barisan belakang segera datang ke hadapannya. Siap atau tidak dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjelaskan semuanya kepada masyarakat.


Wajahnya terlihat begitu tegang. Tanpa perintah dari Tian Feng, dia sudah mengerti apa yang seharusnya dilakukan. Matanya terpejam beberapa detik lalu kembali terbuka setelah hatinya merasa tenang.


"Saudaraku semuanya selama ini aku telah berbuat kesalahan. Atas perintah Tuan Juan Shi aku mengelabui kalian demi untuk menguasai wilayah ini. Sebenarnya makanan yang sehari-hari kita makan semuanya berasal dari pemerintah Benua Timur. Aku telah menyadari kesalahan dan kembali ke jalan yang benar dengan membela pemerintah untuk menghancurkan pemberontakan yang dilakukan oleh Tuan Juan Shi. Semoga kalian bisa memaafkan kesalahanku." Wajah Zhen Yumao tertunduk setelah berbicara mengenai kejahatan yang telah dilakukan selama ini.


Penduduk perbatasan barat saling berbisik menimbang-nimbang ucapan dari pemimpin mereka. Tanpa bantuan dari Zhen Yumao mungkin mereka saat ini telah mati kelaparan. Mereka mempertimbangkan kebaikan di atas kejahatannya.


Salah seorang warga yang sebelumnya memang menjadi pemimpin, maju ke hadapan Zhen Yumao.


"Kami tidak membenarkan atas kejahatan yang Tuan lakukan. Namun, kami juga akan sangat bersalah jika tidak mengucapkan terima kasih pada Anda. Anda banyak berbuat kebaikan meskipun memiliki tujuan yang tidak baik dan memperdaya kami. Keadaan dan keterpaksaan bisa membuat seseorang yang baik menjadi jahat. Seandainya kami tidak mendapatkan makanan pun juga bisa menjadi merampok dan mencuri. Dengan kata lain sama saja kami juga melakukan kesalahan , dan mungkin lebih besar dari ini."


Jawaban bijaksana dari pria itu membuat Tian Feng merasa kagum. Sebagian besar masyarakat juga merasa terharu dan hanya sebagian kecil saja yang tidak menerima penyesalan Zhen Yumao.

__ADS_1


Ketegangan di wajah Zhen Yumao berangsur menghilang. Suasana kembali hening ketika Qing Yu yang telah selesai diobati berjalan ke hadapan penduduk perbatasan barat. Mereka yang awalnya tidak menyukainya menatapnya penuh kebisuan.


Tubuhnya belum terlalu sembuh sehingga dia hanya memberikan sambutan singkat saja pada rakyatnya. Semua orang juga melihat dengan jelas jika dirinya terluka cukup parah.


Bahan makanan yang dibawa oleh Tian Feng dari istana sepenuhnya sudah menjadi milik dan tanggung jawab Qing Yu. Untuk pembagian kepada masyarakat dia yang berhak melakukannya.


Tian Feng berjalan mendekatinya lalu menepuk bahunya perlahan.


"Mintalah seseorang untuk membantumu membagikan bahan makanan untuk mereka. Aku akan mengobati luka dalammu," ucap Tian Feng.


Qing Yu segera memberi hormat pada Tian Feng sebagai tanda ucapan terima kasih.


"Maaf telah merepotkan Anda, Tuan."


Tian Feng hanya mengangguk saja menanggapi ucapan Qing Yu.


Selama ini Zhen Yumao lah yang lebih dekat dengan masyarakat perbatasan barat di bagian pedalaman. Untuk itu, Qing Yu memintanya membantu mengatur pembagian bersama bendahara istana. Mereka akan bertanggungjawab membagikannya secara merata.


Hanya ada dua orang korban meninggal dan sekitar sepuluh orang mengalami luka serius, selebihnya hanya luka dan cidera ringan.


Tian Feng tidak hanya membantu Qing Yu saja. Setelah selesai mengobatinya, dia lalu pergi memeriksa pasukan yang terluka. Statusnya yang tinggi saat ini tidak menghalanginya untuk berbuat kebaikan pada orang yang memiliki kedudukan lebih rendah darinya.


Tidak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat. Pengobatan yang dilakukannya baru terselesaikan hingga mendekati tengah malam. Tian Feng kembali ke kamarnya dengan perut yang lapar.


'Aku tidak ingin merepotkan siapapun. Sepertinya sebutir pil ini cukup untuk menunda rasa laparku.' Tian Feng memandangi pil penunda lapar di tangannya.


Pil itu hampir mencapai mulutnya hingga terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya. Tian Feng mengurungkan niatnya untuk menelan pil itu dan menyimpannya sebelum ada yang melihatnya.

__ADS_1


"Masuklah!" seru Tian Feng berpikir jika yang datang adalah anggota pasukannya.


Rupanya beberapa pelayan datang dengan nampan di tangannya. Mereka berjalan memasuki ruangan Tian Feng setelah dipersilakan masuk.


"Ini adalah kiriman makanan dari Tuan Qing Yu, Tuan. Silakan dinikmati!" ucap pelayan itu setelah meletakkan makanan di atas meja.


Tian Feng mengangguk.


"Sampaikan ucapan terimakasihku pada Tuan Qing Yu. Kalian boleh pergi sekarang." Tian Feng tidak seseorang melihatnya ketika dia sedang makan.


"Baik, Tuan. Kami pamit untuk kembali beristirahat." Salah seorang pelayan mewakili yang lain untuk menjawab.


Malam sudah sangat larut. Para pelayan itu tentu merasa sangat lelah, Tian Feng tidak ingin menambah pekerjaan mereka.


Aroma lezat hidangan yang tersaji membuat Tian Feng akhirnya tergoda untuk mencobanya. Hidangan khas perbatasan barat yang terlihat sederhana memiliki rasa yang cukup berkelas. Hampir seluruh sajian telah berpindah ke perut Tian Feng.


Di sisa waktu malam yang tidak seberapa, Tian Feng memilih untuk berkultivasi. Energinya banyak terkuras hari ini. Selain untuk pertarungan, dia juga menggunakannya mengobati pasukan yang terluka.


***


Pagi hari,


Qing Yu kembali meminta Zhen Yumao dan bendahara istana untuk mengatur pembagian bahan makanan. Mereka akan dibantu oleh beberapa orang pasukan. Wilayah perbatasan barat yang terdiri atas pengunungan, bukit dan lembah membutuhkan orang yang mengenal medan untuk menjangkau wilayah yang cukup berbahaya.


Di samping halaman, Tian Feng menunggu Qing Yu selesai dengan urusannya. Ada beberapa hal yang ingin dia sampaikan secara pribadi padanya mengenai rencana ke depan.


"Qing Yu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu. Setelah selesai temui aku." Tian Feng berjalan meninggalkan Qing Yu menuju ke sebuah teras.

__ADS_1


***


Bersambung ....


__ADS_2