
Wajah kelima bandit itu menjadi pucat karena saat ini mereka sudah dikepung oleh kristal-kristal es yang menyelimuti pepohonan dan permukaan tanah.
Mereka tidak bisa lari lagi dari cengkeraman jurus Fang Yin.
'Siapa sebenarnya wanita iblis ini? Aku baru sekali ini melihatnya. Di wilayah ini hanya kelompok kami yang berkuasa.' Bandit itu terus bertanya di dalam hati.
"Sekarang keluarkan jurus hebat kalian untuk melawan jurus rendahan ini!" pekik Fang Yin semakin menaikkan tinggi kristal es yang dilapisi oleh energi yang berada di bawah kendalinya.
Fang Yin menjadikan kristal energi sebagai ponakannya saat melangkah. Dia terlihat seperti seorang ratu es yang begitu kejam.
Cuaca yang semula panas terik, kini berubah menjadi sangat dingin dan berkabut. Dalam radius kurang lebih satu kilometer, kristal es Fang Yin menutupi wilayah itu. Ini adalah sebuah kemajuan untuk Fang Yin.
Kekuatan spiritualnya yang meningkat membuat jurus yang dia miliki pun menjadi lebih sempurna.
"Kamu pikir kami akan takut dengan jurus payah ini. Belum tentu anak kecil sepertimu bisa mengendalikan seluruh kristal-kristal es ini!" Bandit itu tidak juga menurunkan egonya.
Sebagai seorang penjahat yang sudah bertahun-tahun malang melintang di dunia perampokan dan terbiasa menghadapi lawan dengan berbagai karakter, mereka tidak gentar melawan Fang Yin meskipun mereka tahu Jurus Badai Es sangatlah berbahaya.
"Mari kita coba. Sehebat apa permainan jurus ku ini!" Fang Yin mulai menggerakkan tangannya untuk melepaskan kristal-kristal yang mengelilinginya.
__ADS_1
Sreeettt!
Booom!
Seorang bandit menyambut lemparan kristal Fang Yin dengan energi miliknya hingga ledakan keras pun terdengar menggema di tempat itu.
Fang Yin melemparkan banyak sekali kristal es dalam satu kali gerakan.
Kelima bandit itu terlihat kewalahan menerima serangan demi serangan yang Fang Yin berikan.
Sebisa mungkin mereka menghindari kristal es itu jika ingin hidup lebih lama karena sampai saat ini belum ada yang bisa melawan efek dari jurus ini.
Lengan itu langsung membeku dan berubah menjadi es. Bukan itu saja, bekuan itu terus merembet ke bagian-bagian di sekitarnya dengan cepat.
Bandit itu berusaha untuk menghambatnya dengan aliran Qi. Namun semuanya sia-sia. Tubuhnya yang membeku terus meluas hingga dia kehilangan keseimbangan dan jatuh terduduk.
Keempat bandit yang tersisa terlihat sangat waspada. Mereka tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti salah seorang temannya yang sedang meregang nyawa.
Melihat ketakutan di mata mereka membuat Fang Yin semakin bersemangat.
__ADS_1
Kristal es yang dia lemparkan semakin banyak dengan tempo yang cepat, sehingga membuat lawan-lawannya menjadi kewalahan.
Dua orang bandit kembali terkena kristal es itu. Kini hanya tersisa dua orang saja yang masih berdiri untuk melawan Fang Yin.
"Hemh, aku tidak ingin bermain-main lagi! Haaa!" pekik Fang Yin sambil melompat ke arah dua bandit yang tersisa.
Dua buah lemparan berhasil di tahan oleh mereka. Namun serangan yang bertubi-tubi lainnya membuat mereka sulit untuk menghindar. Keduanya melayang lebih tinggi ke udara dan memberikan serangan balasan pada Fang Yin dengan bola-bola energinya.
Fang Yin memutar tubuhnya dengan cepat tanpa menyerang sambil menghindari lemparan bola energi kedua bandit itu.
Jari-jari Fang Yin meruncing dengan kuku-kuku tajam yang berkilauan.
Ketika bandit itu mengarahkan pedang ke arahnya, dengan cepat Fang Yin menangkapnya dengan tangan kosong yang telah berubah menjadi es.
Dengan sekuat tenaga Fang Yin menarik pedang itu sehingga pemiliknya ikut bergerak maju dan kehilangan keseimbangan. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Fang Yin untuk menangkap kakinya lalu membuatnya membeku.
"Aaarrhh! Wanita iblis sialan!" pekik bandit itu merasa kesulitan untuk menggerakkan kakinya.
****
__ADS_1
Bersambung ....