Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 385. Teknik Lidah Maut


__ADS_3

Pasukan Tian Feng dibantu oleh pasukan Qing Yu bersiap di halaman utama. Sebelum berangkat mereka diberi pengarahan dan strategi penyerangan terlebih dahulu. Pasukan dari Tian Feng dan Qing Yu berbeda tugas dengan pasukan dari Zhen Yumao.


Setelah selesai penjelasan untuk ketiga pasukan, mereka berangkat dengan cara berpencar. Zhen Yumao memimpin pasukan menggunakan jalur umum dengan membawa kereta barang yang berisi sebagian pasukan Tian Feng sedangkan Tian Feng dan Qing Yu melewati rute yang berbeda. Mereka sepakat menggunakan kode untuk memberi aba-aba penyerangan.


Dalam hal ini, Zhen Yumao bertindak sebagai pemimpin penyerangan. Tian Feng dan Qing Yu akan menunggunya aba-aba darinya.


"Tuan, apakah Anda yakin jika Zhen Yumao tidak akan berkhianat pada kita?" tanya Qing Yu sedikit merasa ragu.


"Aku merasa yakin karena aku telah menanam racun di dalam tubuhnya. Di dalam obat yang diminumnya juga terdapat sedikit energiku. Tubuhnya bisa aku kendalikan dengan mudah tanpa menyentuhnya." Tian Feng tersenyum sinis.


"Tuan memang pemimpin yang bijak," ucap Qing Yu sambil tersenyum lega.


Pasukan Zhen Yumao dan sebagian pasukan Tian Feng telah berangkat beberapa saat yang lalu. Mereka lalu mulai bersiap. Tidak boleh terlalu lama selisih waktu yang harus mereka lewatkan dengan pasukan yang pertama karena jika mereka kalah maka tidak akan bisa datang membantu tepat waktu.


Tian Feng membawa pasukan dari jalur yang telah disepakati sebelumnya yaitu, berada di jalur kanan sedangkan Qing Yu memimpin pasukan di jalur kiri. Meskipun terpisah mereka akan sampai dalam waktu yang hampir bersamaan.


Tepat di sebelah kanan rute yang dilewati oleh Tian Feng merupakan tebing dan pegunungan yang curam. Selain harus bergerak cepat mereka juga perlu untuk berhati-hati agar tidak terpeleset dan jatuh ke dalam jurang. Tian Feng sengaja memilih jalur ini karena dia membawa prajurit yang terlatih berbeda dengan prajurit yang dibawa oleh Qing Yu.


Markas pemberontak pusat yang berada di sebuah lembah sudah terlihat. Begitu juga dengan rombongan Zhen Yumao yang hampir sampai. Dari tempatnya Tian Feng bisa melihat dengan jelas kedua pasukan yang di bawahinya meskipun terhalang oleh pepohonan yang rimbun.


Pasukan Zhen Yumao telah berjalan memasuki markas pemberontak. Kereta pembawa bahan makanan palsu satu persatu mulai memasuki halaman markas. Dari dalam markas mulai bermunculan anggota pemberontak yang menyambut kedatangannya.


Mereka terlihat sangat senang dan bangga kepada Zhen Yumao. Wajah Zhen Yumao juga tidak menampakkan jika saat ini dia sedang berbohong. Dia dan anggota pemberontak inti berdiri saling berhadapan.


"Selamat datang, Tuan Yumao. Anda memang bisa diandalkan." Pria yang berdiri paling depan menyatukan kedua tangannya untuk memberi hormat pada Zhen Yumao.


"Anda terlalu berlebihan dalam memuji. Apakah ketua ada di tempat?" tanya Zhen Yumao dengan kepala yang melongok ke dalam markas.


Pria yang menyapanya adalah Fan Bingbing sedangkan ketua pemberontak yang dimaksud oleh Zhen Yumao adalah Juan Shi. Fan Bingbing merupakan anggota dari pemerintahan perbatasan barat. Namun, Zhen Yumao jarang melihatnya karena dia merupakan dewan keamanan perbatasan barat yang tugasnya untuk berkeliling ke seluruh wilayah dan hanya melapor ke pusat pemerintahan sebulan dua sampai tiga kali saja.


"Tuan Juan ada di dalam. Sebentar lagi dia pasti keluar untuk menemuimu," jelas Fan Bingbing.


Zhen Yumao mengangguk dan melihat orang-orang yang berdiri di belakang Fan Bingbing sudah mulai tidak sabar untuk membongkar kereta yang dibawanya. Di dalam hatinya, Zhen Yumao harap-harap cemas menantikan kemarahan Fan Bingbing dan Juan Shi. Sebelum semuanya terjadi, dia kembali meyakinkan dirinya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat perbatasan barat.


Sepertinya Fan Bingbing mulai mencurigai Zhen Yumao saat melihat sikap diamnya. Biasanya anak buahnya tersebut langsung meminta anggota yang ada untuk membongkar kereta tanpa menunggu Juan Shi. Namun, Fan Bingbing tidak berani berspekulasi mengingat jasa-jasa dan kesetiaan yang dimiliki oleh Zhen Yumao selama ini.


"Apakah kamu sudah lama, Yumao?" tanya Juan Shi yang muncul dari dalam ruangan.


Zhen Yumao segera menyatukan kedua tangannya untuk memberi hormat. Telinganya terus terpasang untuk mendengarkan perintah dari Tian Feng. Sebelum dia mendengar kode darinya, dia tidak berani bertindak atas keinginannya kecuali sedang terdesak ketika musuh tiba-tiba menyerangnya.


"Baru saja, Tuan. Maaf kami terlambat datang," ucapannya pura-pura merasa bersalah.


"Tidak masalah. Setiap tugas yang dijalankan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Bukan hal yang aneh jika kamu terlambat datang." Juan Shi lalu menatap ke arah anggota kelompoknya yang berdiri di belakangnya.


"Sampai kapan kalian akan berdiam diri? Cepat angkat dan simpan barang-barang yang dibawa Yumao ke gudang besar!" seri Juan Shi memerintah.

__ADS_1


Wajah pasukan yang dibawa oleh Zhen Yumao terlihat begitu tegang. Sejujurnya mereka takut mati dan mengandalkan pasukan Tian Feng yang bersembunyi di kereta. Anggota yang berada dibawah kepemimpinan Juan Shi merupakan pasukan pilihan yang memiliki kemampuan bertarung yang tidak bisa dianggap enteng.


'Semoga saja pasukan Juan Shi tidak menyentuh pasukan yang kubawa. Mereka belum lama berlatih. Meskipun membawa senjata di tangannya tetapi belum tentu bisa melawan pasukan inti.' Zhen Yumao sendiri pun mulai terlihat tegang karena mengkhawatirkan anggota pasukan yang dibawanya.


Salah seorang anggota pasukan pemberontak inti sudah mencapai kereta yang berada di paling depan. Mereka terkejut ketika sebuah serangan tiba-tiba muncul dari dalam kereta yang seharusnya berisi barang-barang. Sebuah sabetan pedang membuat anggota pasukan tersebut meregang nyawa.


Melihat kejadian ini, Juan Shi langsung menatap tajam ke arah Zhen Yumao. Tangannya bergerak cepat mengeluarkan senjatanya. Wajahnya terlihat merah padam.


Berbeda dengan Juan Shi, Fan Bingbing melompat turun ke halaman untuk membantu anggota pasukannya yang tumbang satu persatu. Serangan mendadak ini membuat mereka tidak waspada dan melawan pasukan Tian Feng tanpa senjata. Meskipun mereka bisa diandalkan tetapi pasukan pilihan Tian Feng tidak bisa diremehkan.


"Apa maksud dari semua ini, Yumao?" tanya Juan Shi setengah berteriak.


Suara teriakannya terdengar hingga ke tempat Tian Feng dan Qing Yu berada. Mereka segera keluar dari persembunyiannya dan melompat ke tempat pertarungan.


Belum hilang keterkejutan Juan Shi atas pengkhianatan Zhen Yumao kini sudah ditambah lagi dengan kemunculan mereka. Dia kembali menatap Zhen Yumao dengan penuh kebencian. Tanpa pikir panjang dia lalu melesatkan sebuah serangan ke arahnya.


Serangan pertamanya mengenai tempat kosong. Dia lalu memberikan banyak serangan untuk Zhen Yumao dan membuatnya kewalahan.


Di saat yang sama, Tian Feng menarik tubuh Zhen Yumao dengan energinya dan meletakkannya di tempat yang aman. Kondisinya saat ini tidak memungkinkannya untuk bertarung. Dengan racun di tubuhnya, dia hanya tinggal memiliki separuh kekuatannya saja.


Di tempat lain, Qing Yu tampak sedang bertarung dengan Fan Bingbing. Sorot kebencian terlihat sangat jelas di wajahnya. Selama ini dia selalu percaya padanya, tidak disangka orang kepercayaannya tersebut telah berkhianat.


Kebenciannya tidak jauh berbeda dengan kebencian yang dimiliki oleh Juan Shi kepada Zhen Yumao. Pertarungan sengit di antara keduanya pun terjadi. Belum jelas siapa yang menang atau kalah dan masih terlihat seimbang.


Juan Shi berniat untuk mengejar Zhen Yumao tetapi Tian Feng menghadangnya. Mereka berdiri di udara dengan saling berhadapan. Cukup lama keduanya saling menatap dan mencoba untuk mengingat satu sama lain.


Tian Feng terlihat santai seolah tidak mempedulikan ucapan Juan Shi. Dia tidak merasa gentar sedikitpun dengannya tanpa meremehkannya. Sekuat apapun musuh di hadapannya akan tetap dihadapi dengan percaya diri.


"Aku tidak akan diam saja melihat kesewenang-wenangan yang kamu lakukan. Kamu begitu licik menggunakan taktik kotor untuk merebut sebuah wilayah. Aku tidak begitu yakin dengan kemampuanmu mengelola wilayah ini seandainya kamu berhasil menguasainya," ucap Tian Feng sambil mendengus penuh ejekan.


Sorot mata Juan Shi menunjukkan kemarahan. Dia merasa terhina oleh ucapan Tian Feng.


"Berani sekali kamu berkata seperti itu. Mau kujadikan seperti apa negeri ini itu bukan urusanmu. Aku berikan kamu sekali kesempatan atau akan kubuat kamu menyesal karena telah berani melawanku." Juan Shi mengeluarkan aura energi menakutkan yang menyelimuti tubuhnya.


Anggota pasukan inti dan pasukan lain bergerak menjauh darinya. Mereka tidak ingin terkena efek dari energi yang dikeluarkan olehnya. Aura berwarna merah darah itu mampu menyusup ke dalam tubuh lawan dan mengikat pembuluh darah mereka.


Apa yang terjadi pada Juan Shi bisa dirasakan dengan jelas oleh Tian Feng. Dalam jarak yang cukup dekat dia bisa melihatnya ganasnya energi yang dikeluarkan oleh lawannya. Namun, bukannya menghindar dia malah berjalan untuk mendekati Juan Shi.


"Pantas saja kamu begitu sombong, ternyata kamu memiliki energi lidah maut." Aura di tubuh Tian Feng tidak kalah menakutkan dari aura yang dikeluarkan oleh Juan Shi.


Kedua energi mereka memiliki kemampuan mengendalikan yang cukup berbahaya. Bedanya, energi Tian Feng lebih terorganisir dan tidak sembarangan menyebar tanpa kendali darinya. Namun, efeknya tidak kalah menakutkan.


Sebenarnya dia bisa saja bermain dengan kecapinya tetapi seluruh pasukan termasuk yang dikendalikan olehnya juga akan menerima akibatnya. Untuk itu, Tian Feng memilih untuk menggunakan kekuatan yang dimiliki selain menggunakan kecapinya.


"Siapa kamu sebenarnya?" Mata Juan Shi terbelalak ketika merasakan energi kuat dari tubuh Tian Feng.

__ADS_1


"Hmmh! Bukankah kamu bilang aku tidak penting? Lalu, untuk apa kamu menanyakan semuanya padaku?" Tian Feng semakin meningkatkan tekanan energinya hingga membuat Juan Shi merasakan seperti sedang terhimpit sebuah benda yang sangat berat.


Tidak ingin tersiksa lebih lama lagi, Juan Shi lalu menggerakkan tangannya untuk melemparkan serangan pada Tian Feng.


Tubuh Tian Feng tidak bergeser sedikit pun, dia hanya mencondongkan tubuhnya ke samping dan membuat serangan Juan Shi melewati samping kanan bahunya. Belum terpikirkan untuk membalas serangan karena dia masih ingin mempermainkan lawannya terlebih dahulu.


"Dasar pengecut! Bisanya hanya menghindar saja. Tunjukkan mana kekuatanmu! Mari kita bertarung secara jantan!" seru Juan Shi dengan wajah kesalnya.


"Apa kamu bilang? Aku pengecut?" Tian Feng yang semula masih ingin bersantai akhirnya tersulut juga oleh ucapan Juan Shi.


Kini dia mulai mencari kesempatan untuk mengambil bayangan Juan Shi. Dengan begitu, dia akan mudah untuk mengendalikannya.


"Memang benar kamu pengecut," ucap Juan Shi sambil menggerakkan tangannya untuk menyerang.


Kali ini dia semakin serius dengan pertarungannya. Sangat memalukan jika dia dikalahkan oleh seorang pendekar buta di hadapannya. Dia tidak tahu dengan identitas Tian Feng yang sebenarnya.


"Terserah kamu saja. Mari kita buktikan siapa yang pantas untuk menyandang gelar pengecut!" Tian Feng mengeluarkan energi untuk menyambut serangan Juan Shi. Matanya yang tajam melihat detail serangan lawannya dan memperkirakan arah gerakan.


Kedua energi besar yang bertabrakan menghasilkan suara ledakan yang begitu keras. Bukan itu saja, energi yang tidak tepat sasaran menimbulkan kerusakan di tempat dia terjatuh. Beruntung pasukan yang mereka bawahi telah menyingkirkan ke tempat yang aman dari efek pertarungan mereka.


Teknik lidah maut yang dimiliki oleh Juan Shi ternyata tidak hanya berefek pada manusia saja. Tumbuhan yang tersentuh olehnya pun menjadi layu dan mengering seketika. Kini mereka seperti sedang berada di tengah hutan gersang yang dikelilingi oleh tumbuhan hijau yang mengering dengan warnanya yang masih terlihat hijau segar.


"Kamu membunuh makhluk-makhluk yang tidak berdosa. Meskipun hanya tumbuhan tetapi mereka juga berhak untuk hidup dengan semestinya." Tian Feng terlihat tidak senang karena melihat tanaman yang terdampak semakin meluas.


"Mereka hanya memiliki peranan kecil dalam kehidupannya. Jangan menjadi orang yang sok peduli dengan alam sementara kamu juga ikut andil untuk merusaknya." Juan Shi membalas ucapan Tian Feng dengan ejekan.


Selama ini Tian Feng dan Shi Han Wu memang terkenal sebagai penyayang tumbuhan. Mereka menanam apa yang mereka butuhkan dan merawatnya seperti seorang bayi. Terutama tanaman spiritual yang sering mereka gunakan dalam ilmu pengobatan.


"Tutup mulutmu! Sejak tadi aku selalu berusaha untuk menghindarkan serangan pada tanaman atau makhluk lain. Oh, iya, aku tahu, kamu pasti tidak tahu jika energimu bocor kemana-mana. Teknik yang kamu miliki belum sempurna, kamu tidak benar-benar menguasainya sepenuhnya," ucap Tian Feng sambil tersenyum mengejek.


Nafas Juan Shi terlihat memburu dengan dadanya yang bergerak sangat jelas. Emosinya telah mencapai puncaknya. Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Tian Feng memang benar, selama ini dia selalu gagal mengontrol energi besar yang dikeluarkannya dalam teknik ini.


'Kurang ajar! Bagaimana pria ini bisa tahu kelemahanku? Selama ini aku memang merasa kesulitan untuk menyempurnakan teknik ini. Tidak, begini saja aku bisa mengalahkan musuh-musuhku. Aku tidak boleh terpancing oleh ucapan pria ini dan menjadi lemah.' Juan Shi tidak ingin merasa kalah hanya karena mendengar ucapan Tian Feng.


Energi yang lebih besar dari sebelumnya mulai terkumpul di tangan Juan Shi. Dia ingin mempercepat pertarungan dan segera menghabisi Tian Feng.


Di sisi lain, Tian Feng sengaja menunggu Juan Shi melemah. Dengan terus memancingnya akan membuatnya menguras energi dari dalam tubuhnya. Setelah itu, dia akan mengambil kendali atas dirinya.


Kekuatan besar di kedua tangan Juan Shi mulai disatukan. Semakin lama semakin membesar hingga mencapai batas maksimal. Saat dirasa telah cukup untuk menyerang, dia lalu melemparkannya ke arah Tian Feng.


Meskipun telah melindungi tubuhnya dengan armor pelindung, ternyata energi jarak dekat yang dilemparkan oleh Juan Shi mampu menembusnya dengan mudah. Tubuh Tian Feng terdorong ke belakang dan merasakan sakit yang luar biasa di dadanya. Dia tidak menyangka jika kekuatan lawannya memiliki daya serang sebesar ini.


'Sial! Aku tidak menyangka jika kekuatannya akan sebesar ini. Cukup lama aku bertahan dari serangan ini, akhirnya kena juga.' Tian Feng mulai merasakan racun energi Juan Shi menjalar di tubuhnya.


Teknik lidah maut memang sangat mematikan. Jika tidak segera diatasi maka Tian Feng bisa mati sia-sia. Racunnya sangat cepat menyebar dan mengikat pembuluh darah hingga membuat aliran darah di tubuh menjadi kacau.

__ADS_1


****


Bersambung ...


__ADS_2