Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 58. Menyerap Qi Kristal Biru


__ADS_3

Fang Yin memilih untuk mengikuti Jian Heng makan di ruang depan. Sepertinya akan lebih nikmat jika mereka makan bersama-sama ketimbang makan seorang diri. Mereka meletakkan makanan mereka di atas meja.


Tidak ada obrolan di antara mereka berdua ketika sedang makan. Baik Fang Yin maupun Jian Heng merasa sama-sama canggung berada dalam satu meja.


Telinga Fang Yin menangkap suara bisik-bisik di luar villa. Sepertinya ada yang mengintip mereka berdua. Fang Yin melirik ke arah Jian Heng yang masih menikmati makanannya dengan lahap tanpa mempedulikan suara-suara itu.


"Sudahlah, jangan pedulikan mereka. Lanjutkan saja makanmu!" seru Jian Heng melihat Fang Yin masih terusik dengan suara berisik di luar villa.


Fang Yin mengangguk lalu kembali melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan, Fang Yin meminta ijin untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat. Jian Heng mempersilakannya.


Setelah kepergian Fang Yin, Jian Heng pergi keluar untuk menenuhi janjinya menemani mengobrol murid-muridnya yang sejak tadi menunggunya.


Meluangkan waktu sebentar saja sudah membuat mereka merasa senang dan menjadi lebih giat dalam belajar. Itulah yang menjadikan Jian Heng sebagai guru dan tempat mereka meluapkan keluh kesah murid-muridnya. Mereka menganggap Jian Heng sebagai guru, teman, dan juga orang tua bagi mereka.


Hanya beberapa menit saja Jian Heng keluar dan menemani mereka lalu mengatakan dia sangat lelah.

__ADS_1


Mereka mengerti dan memintanya untuk segera beristirahat. Padahal sebenarnya bukan itu yang Jian Heng inginkan. Jian Heng ingin menyerap Kristal Biru yang merupakan inti roh ular air legenda yang baru saja dia dapatkan tadi siang.


Jian Heng pergi ke ruang dalam yang biasa dia gunakan untuk berkultivasi saat berada di Sekte Sembilan Bintang.


Di sana tidak akan ada yang mengganggunya karena Jian Heng telah melapisi ruangan itu dengan mantra pelindung yang sangat kuat.


Di tengah ruangan terdapat sebuah bangku dengan bantalan tipis di atasnya, bangku yang biasa digunakan oleh Jian Heng untuk bermeditasi dan melakukan kultivasi.


Jian Heng duduk di atas bangku itu dan mulai mengambil posisi untuk bermeditasi.


Sebelum mengambil sikap sempurna, Jian Heng mengeluarkan Kristal Biru dan membiarkannya melayang-layang di depannya.


Cahaya biru terang memancar dari batu Kristal Biru dan bergerak memutar mengelilingi tubuh Jian Heng. Aura pekat Qi Biru membuat tubuh Jian Heng seakan dihimpit oleh bebatuan yang menekannya dari segala arah. Rasa panas terbakar juga Jian Heng rasakan ketika Qi itu menyentuh tubuhnya.


'Sungguh energi yang sangat luar biasa! Pantas saja binatang roh itu sangat kuat. Rupanya itu semua berasal dari kristal ini,' gumam Jian Heng dalam hati sambil menunggu seluruh Qi dari Kristal Biru itu keluar dan datang menyelimutinya.


Di alam bawah sadarnya, Jian Heng merasa seperti sedang dikerubuti oleh ribuan lebah yang bersiap untuk menyengatnya secara bersama-sama.

__ADS_1


Tidak ada kesempatan bagi Jian Heng untuk kabur atau menghalaunya. Lebah itu bergerak sangat cepat dan membentuk sebuah lingkaran yang mengelilingi tubuh Jian Heng.


Saat Qi Kristal Biru itu telah menyebarkan energinya sepenuhnya. Jian Heng segera menyiapkan tubuhnya untuk menerimanya. Lagi-lagi dia harus merelakan tubuhnya seperti disengat ribuan lebah.


'Aku harus membuat segel perlindungan terlebih dahulu sebelum menerima Qi Kristal Biru ini.' Jian Heng melapisi tubuhnya dengan segel mantra berwarna kuning emas.


Begitu Jian Heng membuka seluruh titik meridiannya secara bersama-sama, Qi Kristal Biru itu melesat masuk ke dalam meridian Jian Heng.


"Aaaaaaa!" teriak Jian Heng merasakan tubuhnya seperti di sengat oleh ribuan lebah.


Rasa itu sebenarnya tidak seberapa dan sudah berkurang hampir lima puluh persen dari rasa sakit jika tubuh Jian Heng tidak dilapisi oleh segel pelindung.


Namun demikian, Jian Heng masih tetap saja sulit untuk menahan rasa terbakar akibat dari reaksi penyerapan Qi itu.


Air mata menetes dari sudut matanya yang karena menahan aliran Qi yang belum stabil di dalam tubuhnya. Pakaian yang melekat di tubuhnya meleleh akibat panas tubuhnya yang meningkat tajam pengaruh dari Qi yang diserapnya. Jian Heng masih sangat sulit untuk mengendalikan Qi yang sangat luar biasa itu.


****

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2