Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 364. Awal Kehancuran


__ADS_3

Masih dalam ingatan masa lalu Cau Ahlin,


Hari itu Cau Ahlin berlatih dengan sangat keras. Semula dia tidak ingin berpikir untuk pergi keluar dari dimensi karena dia tidak tahu siapa ayahnya. Namun setelah ibunya bercerita tentang siapa ayahnya, dia memiliki keinginan untuk bertemu dengannya.


Kemampuannya sebagai binatang roh naga yang memiliki darah manusia di dalam tubuhnya membuat Cau Ahlin lebih kuat dari binatang roh lain di dimensi itu.


'Aku harus menjadi lebih kuat dari ini agar aku bisa menerobos keluar dari dimensi ini. Tidak seharusnya ibuku menanamkan segel di tubuhku yang membuatku tidak bisa keluar dari sini.'


Sorot mata Cau Ahlin dipenuhi amarah dan dendam. Sekalipun dia belum pernah bertemu dengan ayah kandungnya. Tidak bisa disalahkan jika dia merasa sebagai anak yang terabaikan.


Teriakan keras Cau Ahlin memecah keheningan. Tangannya bergerak lincah memainkan jurus yang sulit untuk di tebak. Kecepatan gerakannya tidak bisa dibaca oleh orang yang melihatnya.


Tubuhnya melompat dari satu tebing ke tebing yang lain dan membuat keadaan disekelilingnya menjadi hancur. Tubuhnya yang mengeluarkan aura energi memiliki daya rusak yang sangat kuat.


Binatang roh naga yang hendak melintas memilih untuk berbalik arah karena mereka takut menjadi pelampiasan kemarahan Cau Ahlin.


Binatang-binatang kecil yang tinggal di dimensi itu pun merasa terancam. Mereka berbondong-bondong pergi menjauh dari tempat Cau Ahlin berlatih.


"Hiyaa ...!" teriak Cau Ahlin ketika kedua tangannya menekan keluar seluruh energinya.


Dia ingin mengeluarkan Qi yang besar untuk menghancurkan sebuah tebing yang tinggi di hadapannya.


Otot-otot di wajahnya terlihat keluar membentuk guratan di permukaan kulit. Gigi-giginya yang runcing beradu satu sama lain membuatnya terlihat seperti sedang menyeringai.


Di kedua tangannya terkumpul energi yang sangat besar. Gelombangnya yang dasyat mampu menggerakkan batu-batu kecil di sekitarnya. Batu-batu itu bergeser dan terhempas ke sisi.


Saat batu membentur batu mereka jatuh berderai dan berhamburan di tanah. Kejadian ini menghasilkan suara ledakan-ledakan saling bersahutan satu sama lain.


Semakin lama semakin besar energi yang terkumpul di kedua telapak tangannya. Aura di tubuh Cau Ahlin pun meningkat. Saat ini dia memiliki kekuatan yang setara dengan kultivator ranah surgawi bintang menengah.


Apa yang dilakukannya benar-benar tidak main-main. Setelah energi yang dikeluarkannya mencapai batas maksimal Cau Ahlin menyatukan kedua tangannya.

__ADS_1


Energi di kedua tangannya pun menyatu hingga membentuk bulatan energi yang sangat besar. Aura di dalamnya terasa begitu kuat hingga membuat tubuh Cau Ahlin ikut bergetar.


Perlahan dia menggerakkan tangannya ke arah tebing untuk melepaskan energi di sana. Cau Ahlin mendorongnya kuat-kuat dengan sisa energi dari dalam tubuhnya.


Saking kerasnya benturan energi dan tebing besar, tubuh Cau Ahlin terpental jauh ke belakang. Punggungnya menghantam sebuah batu dengan sangat kuat. Dia jatuh ke tanah dalam posisi tengkurap.


Matanya menjadi kabur karena dia terlalu besar mengeluarkan energi di tubuhnya. Sangat sedikit orang yang mengetahui apa yang terjadi padanya mengingat dirinya sedang berlatih di tempat yang cukup jauh dari tempat tinggalnya.


Suara gemuruh tebing besar yang runtuh terdengar seperti telah terjadi bencana. Reruntuhan dari tebing mencapai ke tempat Cau Ahlin terjatuh. Untuk menghindarinya dia menggeser tubuhnya beringsut ke belakang tanpa berdiri.


Nafasnya memburu. Setelah reruntuhan itu berhenti dia lalu memposisikan tubuhnya dengan posisi terlentang. Wajahnya menengadah ke langit dengan senyum penuh kepuasan.


"Aku merasa lemas tetapi aku merasa sangat puas telah berada di sini untuk meluapkan kekesalanku. Seandainya ibu mengatakan ini sejak lama, aku mungkin sudah menemukan ayahku," sesal Cau Ahlin.


Sebuah cahaya asing tiba-tiba melesat ke arahnya dan membuatnya tidak bisa mengelak. Arah kedatangannya berasal dari bekas reruntuhan tebing besar yang telah hancur.


"Arrgghh! Panas! Panas!" pekik Cau Ahlin saat cahaya berwarna kemerahan itu masuk ke dalam tubuhnya.


Setelah cahaya itu terserap sempurna ke dalam tubuhnya, dia terlihat seperti seseorang yang sedang dikendalikan. Kakinya melangkah menuju ke bekas reruntuhan bukit dan berjalan antara sadar dan tidak sadar.


"Cau Ahlin, kemarilah! Bagus kamu segera datang. Aku tidak bisa menunggu terlalu lama," ucap suara asing dari bekas reruntuhan.


"Sh-siapa kamu?" tanya Cau Ahlin mencoba melihat dari mana suara itu berasal.


Kepulan debu perlahan memudar lalu benar-benar menghilang dari sana. Tidak ada siapapun dan hanya terlihat sebuah gulungan yang melayang-layang di tengah bekas reruntuhan.


Cau Ahlin berjalan mendekatinya lalu menyentuh gulungan itu dengan tangan kanannya. Rasa berat kembali menyelimuti tubuhnya dan memaksanya untuk mundur.


Terlambat, gulungan yang disentuhnya telah berubah menjadi segel mantra yang membuat tubuhnya tidak bisa bergerak dari tempatnya.


"Sial! Aku tidak bisa berbuat apa pun. Tubuhku seperti terikat oleh tali yang sangat kuat." Cau Ahlin berusaha melepaskan diri dengan menggunakan Qi dari dalam tubuhnya.

__ADS_1


Gulungan yang disentuhnya menampilkan sebuah tulisan yang membuat Cau Ahlin merasa penasaran. Dia mulai membaca. Di bagian atas tertulis sebuah peringatan yang menyatakan jika itu adalah gulungan yang berisi teknik rahasia.


Awal kesalahan Cau Ahlin di mulai. Membaca gulungan itu akan membuat sebuah segel aneh yang mengikatnya semakin menguat.


Cau Ahlin semakin tidak bisa melepaskan dirinya dari segel mantra setelah dia membaca tulisan di dalam gulungan. Sesosok wanita muncul di hadapannya dengan aura energi yang cukup kuat. Dia tidak tahu jika wanita itu berasal dari alam bawah.


"Siapa kamu? Apakah kamu yang mengikatku seperti ini?" tanya Cau Ahlin sambil menatap tajam wanita asing yang tidak dikenalnya.


"Jangan panik seperti itu, Anak Muda. Aku tidak memiliki niat yang buruk terhadapmu. Bahkan kedatanganku adalah sebuah keberuntungan untukmu. Maaf jika aku mengikatmu bersamaku, ini karena ... karena ... aku ingin melindungi diri." Bola mata wanita itu bergerak-gerak seolah menyembunyikan sesuatu.


"Baik, anggap saja aku percaya padamu. Lalu bisakah kamu melepaskanku sekarang? Ibuku pasti sangat khawatir padaku." Cau Ahlin membalas ucapan wanita itu dengan suara yang lembut.


'Tidak semudah itu anak muda. Setelah terkurung di sini selama ribuan tahun, aku tidak mungkin melepaskanmu begitu saja. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk segera bangkit menjadi yang terkuat.' Ying Yushi tertawa dalam hati.


"Maafkan aku, Anak Muda. Aku tidak bisa membuka segel ini. Jika aku bisa maka aku tidak akan terjebak di sini bersamamu." Ying Yushi memasang wajah sedihnya.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Cau Ahlin.


Ying Yushi bersorak dalam hati. Hal yang paling ditunggu-tunggu pun akhirnya terjadi. Setelah ini dia pasti bisa menguasai Cau Ahlin dengan mudah.


"Orang menyebut ini sebagai segel teknik terlarang." Ying Yushi mulai menjelaskan.


****


Bersambung ....


Kak numpang promo novel karya temanku, ya. Semoga berkenan mampir.



__ADS_1



__ADS_2