Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 126


__ADS_3

Mereka menikmati makanan pemberian Fang Yin dan baru ingat untuk mengucapkan terimakasih setelah perut mereka merasa kenyang.


Fang Yin tidak mempermasalahkan hal itu dan memakluminya karena mereka masih anak-anak.


Setelah perut mereka merasa kenyang kedua anak itu pergi dari hadapan Fang Yin dengan berlari-lari kecil saling bergandengan tangan.


Merasa tidak ada yang perlu dikerjakan lagi di sana, Fang Yin pergi meninggalkan lorong kecil itu dan kembali mencari tahu semua informasi tentang Pendekar Iblis Buta.


Kedua anak yang tadi bersamanya terlihat sedang berdiri di pinggir jalan dan mengamati satu persatu orang yang lewat di sana.


Sebenarnya Fang Yin tidak begitu tertarik untuk tahu lebih banyak dengan kedua anak itu tetapi melihat apa yang terjadi selanjutnya dunia Fang Yin rasanya seperti jungkir balik.


"Han'er, Ling'er!" pekik dua orang pria berlari menghampiri Ling Ling dan Ming Han, dua anak yang tadi bertemu dengan Fang Yin.


Mereka saling berpelukan dan menangis haru. Di belakang mereka berdiri seorang wanita yang sangat di kenal oleh Fang Yin, Shi Yue Jie, ibu kandungnya.


Mereka bergabung dalam sebuah rombongan yang sedang melakukan perjalanan dan kemungkinan kedua anak ini terpisah dari rombongan itu tanpa mereka sadari.


Meskipun Fang Yin sangat ingin memeluk ibunya itu tetapi dia mencoba untuk mengendalikan dirinya dan bersikap sebiasa mungkin.

__ADS_1


"Kakak!" panggil Ling Ling pada Fang Yin ketika dia melihat Fang Yin berbalik dari tempatnya berdiri sebelumnya.


"Jangan suka memanggil orang yang tidak kamu kenal, Ling Ling!" seru pria yang tadi menghampirinya, melihat Fang Yin yang terlihat acuh padanya.


"Dia orang yang sangat baik, Ayah. Tadi dia memberi kami makan." Tiba-tiba pandangan mata Ling Ling berubah lalu menarik pria itu untuk lebih mendekat.


"Tapi dia tidak bisa bicara," bisik gadis kecil itu.


Naluri seorang ibu menuntun Yue Jie untuk mendekati Fang Yin. Dia merasakan getaran yang aneh dari dalam hatinya ketika berada di dekat Fang Yin.


'Aku mencium aroma keringat yang sama dengan putriku. Apakah di dunia ini ada orang yang memiliki ciri-ciri yang sama persis? Menurut kabar yang aku dengar Yin'er sudah meninggal dua tahun lalu di dalam Hutan Bintang Selatan.' Yu Jie terlihat sangat sedih melihat ke arah Fang Yin yang sedang berdiri membelakanginya.


Fang Yin pun merasakan getaran yang sama tetapi ketika dia berbalik untuk melihat Yue Jie lagi, ibunya itu telah pergi bersama rombongannya lagi.


Ingin rasanya Fang Yin berteriak memanggilnya tetapi itu tidak mungkin dia lakukan.


Fang Yin berjalan menuju ke sebuah penginapan.


'Penginapan Jalur Emas' terpampang jelas di depan penginapan itu.

__ADS_1


Fang Yin memilih untuk menginap di kamar yang berada di lantai dua yang menghadap ke jalanan.


Dari jendela kamarnya, Fang Yin bisa melihat ke tempat yang jauh hingga ke perbatasan.


'Aku melihat kerumunan orang di sana. Apa yang sebenarnya terjadi?' Rasa ingin tahu Fang Yin mendorongnya untuk pergi ke tempat kerumunan itu.


Agar lebih cepat, Fang Yin melompat dari jendela kamarnya lalu berjalan menyelinap untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


"Aahh! Ampun!" rambut pria yang berada dalam satu rombongan dengan Yue Jie ditarik oleh seorang kultivator.


"Aku akan menghapuskan seluruh keturunan suku es dari dunia ini."


Sreeekk!


"Aaaaaaarrgghh!" pekik pria itu meregang nyawa ketika pedang energi sang kultivator menebas lehernya.


Kultivator itu kembali berjalan dan menatap tajam ke arah Yue Jie.


'Gawat! Orang itu mengincar nyawa ibu. Sepertinya dia bisa mengendus Qi awan salju dari tubuh seseorang.' Fang Yin terlihat panik melihat ibunya dalam bahaya.

__ADS_1


****


Bersambung ....


__ADS_2