Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 122


__ADS_3

Fang Yin mengambil kain warna senada untuk menutup kepalanya. Kini wajah Fang Yin benar-benar tersamarkan dengan sempurna.


Setelah di rasa dia tidak mudah untuk di kenali, Fang Yin melompat turun ke tempat para bandit itu berkumpul.


Mereka tidak merasakan energi dari tubuh Fang Yin tetapi melihat langkah kakinya yang begitu ringan, bandit itu tahu jika Fang Yin adalah seorang kultivator yang tidak bisa di anggap remeh.


"Berani sekali kamu mengganggu pekerjaan kami! Mau cari mati kamu?!" bandit itu kembali mengambil pedangnya dan bersiap untuk menyerang Fang Yin.


Pedagang yang tadi di rampok mundur beberapa langkah lalu pergi untuk menolong teman-temannya yang terluka.


"Aku tidak takut padamu!" Fang Yin mengeluarkan pedang energinya.


Kelima bandit itu saling berpandangan lalu tertawa bersama-sama.


"Hahaha! Ternyata dia hanya seorang wanita! Benar-benar ingin cari mati!" seru pemimpin bandit itu yang masih tertawa.


"Silakan tertawa sesukamu sebelum aku menghabisi kalian!" seru Fang Yin tanpa rasa takut.


Para pedagang yang ditolongnya merasa ragu apakah seorang wanita bisa mengalahkan kelima bandit yang sebelumnya sudah membuat pengawal mereka babak belur dan sekarat.

__ADS_1


"Besar mulut! Terima ini!" bandit itu menyerang Fang Yin bersama-sama.


Dengan teknik meringankan tubuh Fang Yin melompat ke atas dengan gerakan cepat. Kedua kakinya berdiri di atas kelima pedang mereka yang menyatu.


Fang Yin mengalirkan Qi ke salah satu kakinya lalu menghentakkannya di atas pedang itu.


Tubuh kelima bandit itu pun terpental ke belakang.


"Jangan senang dulu! Itu hanyalah teknik rendahan yang anak kecil saja bisa melakukannya!" ejek bandit itu.


"Oh, iya! Baguslah kalau kalian tahu. Akan sangat memalukan jika seorang bandit yang begitu di takuti mati di tangan seorang anak kecil yang mengandalkan teknik rendahan!" Fang Yin tidak ingin membuang-buang waktunya untuk bermain-main.


'Sepertinya dengan Jurus Merendahkan Bayangan saja cukup.' Fang Yin mulai berkonsentrasi.


Tubuhnya yang berputar sangat cepat membuatnya hampir tidak terlihat.


Satu persatu bandit itu dia serang dengan cepat. Tanpa di duga kelima bandit itu bisa menghindar dengan cepat. Rupanya mereka menyembunyikan ranah kultivasi mereka yang sebenarnya.


"Sudah kubilang, kamu hanyalah kutu bagi kami. Kamu tidak akan mampu melawan kami hanya dengan mengandalkan jurus rendahan seperti ini. Hmmh!" pemimpin bandit itu tersenyum merendahkan.

__ADS_1


"Aku sangat yakin dengan jurus rendahanku bisa mengalahkan kalian dengan mudah!" seru Fang Yin percaya diri.


Mereka berlima kembali menertawakan Fang Yin.


'Sepertinya mereka memang tidak pantas untuk dikasihani!" Mata Fang Yin berkilat syarat dengan hawa membunuh yang sangat menakutkan.


Kedua tangannya dia rentangkan dengan tubuh yang mulai diselimuti oleh energi berwarna putih.


Di siang hari yang terik itu udara di sekeliling tempat itu menjadi sangat dingin.


Teriknya matahari tidak bisa mencairkan kristal-kristal es yang terbentuk oleh Jurus Badai Es milik Fang Yin.


"Pendekar Es! Tidak ... tidak! Da Xia tidak mungkin ada di sini. Kabar terakhir yang aku dengar dia sedang berada di Lembah Rajawali." Pemimpin bandit itu tidak menyangka jika ada kultivator lain yang menguasai jurus mematikan milik Da Xia.


Mahkota di kepala Fang Yin begitu bersinar hingga menyilaukan mata mereka yang memandangnya.


Para pedagang yang terluka menggigil kedinginan, membuat ketiga temannya kalang kabut untuk mencari sesuatu untuk menghangatkan tubuh mereka.


****

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2