Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 153


__ADS_3

Setelah mengatakan itu, Han Wu mengeluarkan sebuah benda yang berada di telapak tangannya.


Benda itu menyerupai sebuah daun berwarna hijau tetapi sudah mengkristal dan menjadi sebuah fosil.


Ukuran artefak itu tidak terlalu besar, berdiameter sekitar tiga jari dengan panjang yang berbeda sedikit saja dengan diameternya.


Artefak daun memiliki kemampuan menjadi lebar ketika seseorang mengalirkan Qi padanya. Kemudian, artefak ini akan menjadi kendaraan yang mampu terbang dengan ketinggian dan kecepatan sesuai yang diinginkan oleh pemiliknya.


'Selama ini aku hanya melihat artefak ini dalam sebuah cerita legenda. Tidak kusangka sekarang aku bisa memilikinya. Aku pasti akan menjadi seperti Aladin setelah ini.' Fang Yin yang terisi jiwa Agata Moen tentu mengenal banyak cerita fantasi dan legenda di dalam dunia modern.


Sebelum menjadi seorang dokter dan praktisi pengobatan alternatif, Agata tetaplah seorang anak kecil yang menyukai cerita dan film fantasi.


Tidak mengherankan jika dia begitu menikmati kehidupan baru di dunia kultivasi yang penuh petualangan menegangkan yang mungkin saja bisa membuatnya merasakan mati untuk yang kedua kalinya.


Kisah yang harus dilakukan Agata sebagai Fang Yin penuh dengan misteri dan kesulitan. Namun percuma untuk menyesal, selamanya jiwanya telah terkunci dan tidak akan pernah bisa kembali ke dunianya sebelumnya.


"Terimakasih, Kek!" Fang Yin berlutut memberi hormat.

__ADS_1


"Bangunlah! Dengan artefak fosil daun surga ini kamu akan mencapai ke tempat tujuanmu dengan cepat."


Tian Feng ikut merasa senang dengan apa yang dilakukan oleh gurunya itu. Dengan adanya artefak itu, Fang Yin bisa menghemat waktu dan energinya untuk bersiap menghadapi pertarungan.


"Bolehkah aku mencobanya?" Pertanyaan konyol Fang Yin membuat Han Wu dan Tian Feng tertawa.


Bagi merek, Fang Yin adalah pembawa kebahagiaan untuk mereka. Selain kejeniusannya, Fang Yin juga seorang yang lucu. Sesekali dia terlihat sangat bodoh dan konyol yang memaksa mereka untuk tertawa.


Merasa kedua kerabatnya itu tidak melarang, Fang Yin pun mulai mengalirkan Qi murninya ke artefak daunnya.


Beberapa saat kemudian daun yang semula kecil itu menjadi lebar. Fang Yin membuka jalur meridian di kakinya lalu melompat ke atas daun.


Artefak itu membumbung ke angkasa dan membawa Fang Yin melesat melintasi pepohonan dan tebing yang berada di sekitar tempat itu.


Dia tidak pergi terlalu jauh dan hanya berputar-putar di sekitar tempat tinggal Pendekar Iblis Buta.


Setelah merasa puas bermain-main, Fang Yin pun membawa artefak itu turun dan menghampiri Han Wu dan Tian Feng yang masih menunggunya di tempat semula.

__ADS_1


"Artefak ini benar-benar luar biasa. Aku tidak perlu kehilangan banyak Qi untuk menggerakannya." Wajah Fang Yin terlihat sangat gembira mendapatkan artefak itu.


"Pergunakanlah dengan sebaik mungkin dan jangan berlebihan. Banyak sekali orang yang mengincar artefak ini. Jagalah dengan baik, jangan sembarangan menunjukkannya pada orang lain."


"Aku akan menjaganya dengan baik, Kek. Tidak akan kubiarkan siapapun mengambilnya dariku," jawab Fang Yin dengan penuh keyakinan.


Malam sudah mulai turun. Namun Fang Yin tidak ingin beristirahat. Dia terus berlatih dengan penuh semangat.


Binatang malam berlarian untuk mencari tempat berlindung karena merasa takut dengan keributan yang dilakukan oleh Fang Yin saat berlatih.


Meskipun Fang Yin sudah meminimalisir Qi yang dia keluarkan, tetapi ledakan-ledakan yang timbul saat berlatih cukup membuat alam disekitarnya menjadi sangat berantakan.


'Astaga, apa yang sudah aku lakukan! Kakek pasti akan sangat marah jika tahu aku membuat kerusakan di tempat ini.' Fang Yin meringis sambil menggaruk pipinya setelah menyadari kekeliruannya.


Segera saja dia membereskan apa yang bisa dia bereskan sebelum kembali ke pondok Han Wu.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2