Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 125


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan hampir seharian, akhirnya Fang Yin berhasil menemukan sebuah perkampungan.


Fang Yin tidak melepaskan penutup kepala yang menutupi sebagian wajah dan rambutnya.


'Kali ini aku tidak boleh berbicara di depan umum agar tidak ada yang tahu jika aku adalah seorang wanita.'


Pandangan mata Fang Yin mengedar ke sekeliling sebelum dia turun dari atas pohon.


Merasa tidak ada orang yang berjalan di sekitarnya, Fang Yin segera melompat turun ke jalanan yang ada di bawah pohon tempatnya bersembunyi.


Perkampungan itu terlihat sangat ramai. Rupanya desa ini adalah tempat berkumpulnya para pedagang yang berjualan di sepanjang jalan utama.


Ada berbagai macam jenis barang yang di jual di sana mulai dari makanan, kain, dan segala macam kebutuhan sehari-hari.


Aroma makanan yang sangat lezat membuat perut Fang Yin merasa sangat lapar.


Fang Yin berjalan ke hadapan penjual makanan yang dia inginkan. Tanpa mengeluarkan suaranya, Fang Yin hanya menunjukkan makanan yang dia inginkan lalu mengeluarkan sebuah koin emas.


Penjual itu membungkus makanan yang ditunjuk oleh Fang Yin lalu memberikan kembalian atas pembayaran Fang Yin berupa uang perak.

__ADS_1


Untuk memakan makanan yang dia beli, Fang Yin mencari tempat yang sedikit tersembunyi agar dia bisa makan dengan leluasa.


Dia menemukan tempat sepi di sebuah gang yang diapit oleh dua rumah penduduk. Tempat makanan yang terbuat dari anyaman bambu itu dipenuhi dengan makanan lezat yang menggugah selera.


Rasa lapar membuat Fang Yin merasa kalap membeli banyak sekali makanan padahal memakan satu dua buah saja perutnya sudah merasa kenyang.


Samar-samar Fang Yin mendengar suara seorang anak kecil menangis. Dengan berjalan mengendap-endap, Fang Yin mendekat ke arah sumber suara itu berasal.


"Kakak! Aku sangat lapar." Seorang gadis kecil merengek sambil terus memegangi perutnya.


Seorang anak laki-laki terlihat bingung. Matanya melihat ke sekeliling seakan sedang menunggu seseorang untuk datang.


Di tempat itu terlihat makanan busuk dan peralatan yang sudah tidak terpakai berserakan. Banyak sekali lalat dan binatang pengurai yang tinggal di sana.


Fang Yin bergidik merasa jijik setelah melihatnya lalu kembali melihat pada kedua anak yang berada di hadapannya itu.


Sisa makanan di dalam kotak makannya masih cukup mengenyangkan untuk mereka berdua.


Ingin rasanya Fang Yin menyapa kedua anak itu tetapi dia sudah bertekad untuk tidak mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


Kedua anak itu terlihat ketakutan ketika melihat Fang Yin datang mendekat ke arah mereka. Penampilan Fang Yin yang tertutup dengan hanfu berwarna gelap mengundang kecurigaan kedua anak itu.


Mereka mengira jika Fang Yin adalah seorang penjahat yang suka menindas anak kecil.


Di tengah keterkejutan kedua anak itu, Fang Yin mencoba untuk menenangkannya dengan memberinya tatapan lembut.


Tanpa sepatah katapun, Fang Yin memberikan kotak makanannya pada kedua anak itu.


Kedua anak itu saling berpandangan dan merasa ragu untuk menerima kotak makanan yang diberikan oleh Fang Yin.


'Mereka sepertinya takut padaku. Aha, aku ada ide!' Fang Yin bersorak dalam hati.


Fang Yin membuka kotak makanan itu di hadapan kedua anak yang sedang kelaparan itu.


Sreett!


Anak gadis itu langsung menyerobot untuk mengambil kotak makanan itu dari tangan Fang Yin lalu membawanya duduk dan segera memakannya.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2