Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 164


__ADS_3

Masih dengan penuh kehati-hatian, Fang Yin turun dari lubang sirkulasi udara yang ada di atap villa itu.


Untuk mempertajam ingatannya, Fang Yin memejamkan matanya sejenak. Dengan berbekal ingatan Fang Yin di masa lalu, dia melangkah untuk mencari tata letak buku yang sedang dia cari.


'Aku harus bergerak cepat untuk mengambil intisari buku itu sebelum ada yang mengetahuinya.'


Buku yang berisi tentang jumlah pasukan dan semua organisasi pendukung Kaisar Ning. Tangan Fang Yin mengulur ke depan mendekati buku itu. Tanpa menyentuhnya, Fang Yin menyerap intisari buku itu ke dalam pikirannya.


Buku itu melayang di udara dengan halaman yang terbuka dengan sendirinya. Duplikat dari huruf-huruf yang keluar dari sana berlompatan ke udara dalam bentuk cahaya energi.


Dalam waktu singkat isi di dalam buku itu sudah berpindah ke dalam pikiran Fang Yin.


Fang Yin tersenyum senang. Dia kembali melangkah berkeliling berharap menemuka sesuatu yang menarik perhatiannya. Namun sayang, di kejauhan dia sudah mendengar langkah kaki prajurit yang sedang berpatroli di sekitar tempat itu.


'Gawat! Aku harus segera pergi dari sini.' Fang Yin segera melompat ke atas dan menutup jalan yang dia lewati kembali seperti semula.


Benar saja, di bawahnya terlihat beberapa orang prajurit sedang berpatroli di sekitar tempatnya berada.


Anehnya Fang Yin merasakan aura energi yang besar dari salah satu prajurit itu.


Jika dipikir-pikir, tidak mungkin jika dia hanyalah seorang prajurit biasa. Rasa penasaran membuat Fang Yin untuk pergi mengikutinya.


'Aku tahu ini cukup berbahaya, tetapi aku ingin tahu apa yang akan terjadi setelah ini.'


Fang Yin melompat dan bersembunyi di tempat-tempat yang tak terlihat. Kemampuannya dalam menyembunyikan hawa kehadirannya semakin hebat dengan adanya artefak mutiara naga merah di tangannya.


Prajurit yang memiliki aura energi yang kuat berada di barisan paling belakang. Dia terlihat celingukan seolah mencari-cari sesuatu di sekitarnya.


Saat teman-temannya lengah, prajurit itu memisahkan diri dari kelompoknya dan diam-diam pergi menyelinap di tempat yang terlindung.


'Bodoh sekali mereka yang tidak tahu jika salah satu anggotanya terpisah dari rombongan.' Fang Yin menertawakan kebodohan para prajurit itu dalam hati.


Dari tempat persembunyiannya, Fang Yin melihat orang yang menyelinap tadi telah menghilang.


Tidak ingin kehilangan jejaknya, Fang Yin segera melacak orang tersebut dari jejak energi yang dia tinggalkan.


Saat melakukan pengejaran, beberapa orang pengawal pribadi dari istana kekaisaran pun keluar. Mereka sepertinya sudah selesai bertugas dan digantikan oleh pengawal lainnya.

__ADS_1


Penyusup tadi terlihat sedang mengintai istana perdana mentri. Sepertinya dia berniat untuk masuk ke sana.


'Kebetulan sekali kamu akan masuk ke tempat yang aman untukku.' Fang Yin bergerak masuk terlebih dahulu sebelum orang itu masuk ke sana.


Penyusup itu masih tidak menyadari jika Fang Yin telah memata-matainya sejak tadi.


Dengan langkah tergesa orang itu menyelinap dari satu tempat ke tempat yang lain.


Di dalam kegelapan malam, mata biasa tidak akan melihat aksinya. Berbeda dengan Fang Yin yang mampu menandai keberadaannya dari jejak energi yang dia tinggalkan.


Penyusup itu telah sampai di depan villa tempat tinggal perdana menteri. Dengan gerakan cepat dan tersembunyi, penyusup itu berhasil melumpuhkan para penjaga.


"Siapa di luar?!" teriak perdana menteri yang rupanya belum tidur malam itu.


Dia melihat bayangan penyusup itu mendekati pintu kamarnya.


Perdana menteri itu bersikap waspada dan mulai mengeluarkan Qi pelindungnya.


Penyusup itu mendobrak pintu kamar perdana menteri dengan kakinya lalu menggeser tubuhnya masuk. Dia tidak menyadari jika perdana menteri telah bersiap untuk menyerangnya.


Di tempat lain, Fang Yin sudah merubah kembali penampilannya sebagai Yun Feng sebelum mendekati pertarungan antara perdana menteri dan penyusup itu.


Rupanya penyusup itu tidak bekerja sendirian. Masih ada dua orang rekannya lagi yang datang untuk membantunya. Mereka bertiga mengeroyok perdana menteri.


Melihat pertarungan tidak seimbang di antara Fang Yin pun tidak bisa tinggal diam. Menurut kabar yang dia dengar, Perdana menteri An bukanlah orang yang korup. Dia termasuk orang yang jujur.


Fang Yin melompat ke tengah pertarungan dan membantu perdana menteri untuk membalas serangan ketiga penyusup itu.


Fang Yin dan perdana menteri berdiri dengan posisi saling membelakangi agar mereka bisa dengan mudah melihat gerakan lawan.


"Syukurlah kamu segera datang Yun Feng," ucap perdana menteri mengungapkan rasa bahagianya.


Tubuhnya sudah mengalami beberapa luka akibat sabetan senjata para penyusup itu.


"Apakah Yang Mulia tahu tentang siapa mereka?" tanya Fang Yin di sela-sela pertarungannya.


"Aku tidak tahu. Ahh! Sepertinya aku terkena racun. Sebagian alat gerakku telah mati rasa," ucap perdana menteri An.

__ADS_1


Ucapannya membuat Fang Yin terkejut. Sangat sulit baginya mencari kesempatan untuk mengeluarkan pil penawar untuk perdana menteri.


'Sepertinya aku harus mengeluarkan Jurus merendahkan bayangan untuk mengatasi masalah ini. Penyusup ini memiliki gerakan penyerangan yang lambat tetapi memiliki kewaspadaan yang sangat tinggi.' Fang Yin mulai menganalisa lawan-lawannya.


Menunda waktu sama halnya dengan mempercepat kematian perdana menteri. Untuk itu, Fang Yin pun segera mengeluarkan jurusnya.


Gerakan memutar yang sangat cepat dan hampir tak terlihat membuat para penyusup itu merasa kesulitan untuk menemukan Fang Yin.


Hal pertama yang dilakukan oleh Fang Yin adalah memberikan pil penawar untuk perdana menteri dan menyembunyikannya di tempat yang aman.


Fang Yin membawa perdana menteri ke villa Ling Ling. Setelah menyerahkan pada pengawal yang berjaga, dengan gerakan yang sangat cepat Fang Yin kembali ke tempat pertarungan yang tidak terlampau jauh dari villa milik Fang Yin.


"Siapa kamu? Berani-beraninya ikut campur di dalam urusan kami! Apakah kamu ingin mencari mati?" tanya salah satu penyusup yang memakai pakaian prajurit.


Mereka menatap Fang Yin dengan tatapan meremehkan.


"Aku adalah pengawal perdana menteri. Jadi aku memiliki urusan pada kalian!" Fang Yin mengeluarkan pedang energi bintang empat miliknya.


Para penyusup itu tidak menyadari, di dalam pedang energi milik Fang Yin memiliki daya bunuh yang setara dengan pedang energi bintang sembilan.


Inti pedang energi Fang Yin merupakan perpaduan antara Qi Awan Salju dan Qi Cahaya Emas yang disatukan.


Mereka maju secara bersama-sama untuk menyerang Fang Yin dengan pedang dan tombak energi mereka.


Salah satu di antara mereka bersiap dengan pisau beracunnya untuk menyerang Fang Yin di saat dia lengah.


Dari sudut matanya Fang Yin melihat pisau beraroma racun. Sebagai seorang alkemis, Fang Yin bisa mengenali bahan-bahan obat dan racun dari aromanya.


Racun di pisau itu merupakan jenis racun tingkat menengah.


Saat penyusup itu mendorong tangannya untuk menusukkan pisau beracun itu ke tubuh Fang Yin, dengan gesit Fang Yin meliukkan tubuhnya lalu mengumpankan penyusup lain untuk menerima serangan itu.


"Arrgh!" Penyusup itu berteriak ketika pisau beracun itu menusuk tubuhnya.


****


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2