Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 150


__ADS_3

Kabar Perayaan ulang tahun Kaisar Ning akhirnya terdengar juga ke telinga Fang Yin. Bukan hanya penduduk Benua Timur saja yang ikut di dalam sayembara ini melainkan semua orang yang merasa memiliki kemampuan diperbolehkan untuk ikut serta.


Selama beberapa hari ini Fang Yin sangat giat berlatih dan mulai menyerap Kitab Sembilan Naga bintang empat milik Han Wu.


Berita tentang hari ulang tahun Kaisar Ning itu pun akhirnya terdengar juga di telinganya.


Setelah lama tidak tinggal di istana, Fang Yin merasa sangat ingin untuk kembali datang ke sana. Namun dia sedikit ragu apakah penghuni istana akan mengenalinya atau tidak.


Meskipun tubuhnya adalah tubuh yang sama dengan putri Fang Yin tetapi gesture dan tindak tanduknya pasti akan berbeda mengingat dirinya bukanlah Fang Yin sepenuhnya.


Dalam waktu kurang dari seminggu, Fang Yin sudah menguasai setengah Kitab Sembilan Naga bintang empat.


Siang ini Fang Yin terlihat sedang duduk termenung di atas sebuah batu yang berada di belakang pondok Han Wu.


Dia merasa gamang antara pergi ke Kekaisaran Benua Timur atau tidak.


Sepertinya ini adalah kesempatan bagus untuknya. Dengan pergi ke sana, Fang Yin bisa mengetahui seberapa besar kekuatan lawannya saat ini.


Tanpa adanya sayembara ini, akan sangat sulit baginya untuk menembus pertahanan Kaisar Ning.


Mereka memiliki prajurit-prajurit terlatih dan beberapa orang kultivator yang selalu siaga di istana. Di luar sayembara, penjagaan yang ketat tidak memungkinkan bagi Fang Yin untuk masuk ke sana.

__ADS_1


Tian Feng terlihat sedang mencari Fang Yin dan menemukannya.


Karena sedang asyik untuk berpikir sampai-sampai Fang Yin tidak menyadari jika Tian Feng sudah berdiri beberapa saat dibelakangnya.


"Uhukkk! Uhukkk!" Tian Feng pura-pura terbatuk agar Fang Yin menyadari kedatangannya.


Fang Yin melompat turun dari atas batu dan memberi hormat pada pamannya itu.


"Bangunlah! Apa yang sedang kamu lakukan di sini Yin'er?" tanya Tian Feng merasa heran.


Tidak biasanya Fang Yin duduk melamun dan menyia-nyiakan waktunya dengan berdiam diri. Menurut Tian Feng ini adalah hal yang aneh.


"Ah ... itu ... em ... aku ... aku ... apa, ya?" Fang Yin terlihat gugup. Dia menyatukan ujung jari telunjuknya untuk mencari jawaban yang tepat.


Fang Yin tidak tahu harus jujur atau tidak pada pamannya itu. Dia terlihat gelisah dan menatap pamannya dengan keragu-raguan.


'Apakah paman akan marah jika tahu aku ingin ikut serta dalam sayembara yang diadakan oleh Kaisar Ning? Aku harus mengatakannya. Tidak mungkin aku terus-terusan merahasiakan keinginanku.' Fang Yin bermonolog dalam hati.


"Paman ... berjanjilah kalau paman tidak akan marah setelah aku mengatakan apa yang sejak tadi aku pikirkan!"


Fang Yin mendudukkan tubuhnya di atas sebuah batu. Sesaat setelahnya, Tian Feng mengikutinya dan duduk di batu lain yang berada di hadapan Fang Yin.

__ADS_1


Jemari Fang Yin terus memilin-milin ujung bajunya untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Paman berjanji, asal itu bukan hal konyol yang merugikan kita kedepannya."


Segurat senyum mengembang di wajah Fang Yin. Meskipun jawabannya belum pasti, setidaknya Fang Yin memiiki harapan yang besar untuk bisa pergi ke sana.


"Aku ingin pergi mengikuti perayaan di Kekaisaran Benua Timur, Paman."


Jawaban Fang Yin membuat Tian Feng tercengang. Dia tampak berpikir untuk menjawab keinginan Fang Yin.


Di tengah ketegangan antara Fang Yin dan Tian Feng, Han Wu datang dan bergabung bersama mereka.


"Apa yang terjadi pada kalian berdua? Kenapa kalian diam membisu seperti batu yang sedang kalian duduki?"


Mereka bertiga saling berhadapan. Tian Feng terlihat lebih siap menjawab pertanyaan Han Wu ketimbang Fang Yin.


****


Bersambung ...


__ADS_1



Numpang promo karya keren teman-teman Author ya ... Terimakasih ... Hari ini author up 3 bab ...


__ADS_2