
"Mundurlah, Xiao Yin!" pekik Jian Heng ketika sesosok makhluk yang berada di dalam air bergerak cepat menuju ke arah mereka.
Fang Yin pun melompat ke belakang untuk menjauh dari aliran sungai dan mengeluarkan Qi bersiap melawan.
Jian Heng mengeluarkan pedang energi dari Qi Cahaya Emas miliknya. Pedang yang sempurna menandakan tingkat kultivasi Jian Heng yang telah mencapai ranah suci.
Makhluk yang berada di dalam air itu semakin mendekat ke arah mereka dengan wujud yang mulai terlihat.
Seekor ular air raksasa dengan separuh tubuh yang berwujud menyerupai manusia berwajah mengerikan.
Tidak memiliki rambut, memiliki sepasang tangan yang berkuku tajam dan panjang, serta taring yang membuat mulutnya tidak bisa menutup sempurna.
Ular air itu menyembulkan separuh badannya ke atas permukaan air dan sebagian lagi berada di dalam air.
Konon katanya ular berkepala manusia ini mampu membunuh seorang kultivator yang berada di ranah suci.
Bisa diperkirakan binatang roh ini berada pada tingkatan kultivasi roh bintang atas.
Jian Heng terlihat gugup mengingat cerita tentang ular berkepala manusia yang berkembang di masyarakat. Berbeda dengan Fang Yin yang tetap percaya diri dan mengabaikan kekuatan lawannya. Baginya sebuah kemenangan itu tidak ditentukan oleh berapa tinggi ranah kultivasi seseorang melainkan seberapa mampu dia mengendalikan kekuatannya dan menggunakannya dengan tepat.
__ADS_1
Ular air itu mendesis-desis dan menjulurkan lidah panjangnya. Bola matanya yang kemerahan menatap tajam ke arah Jian Heng dan Fang Yin secara bergantian. Tubuhnya meliuk-liuk saat dia bergerak maju mendekati mereka.
Fang Yin semakin waspada dan mengeluarkan pedang energi berwarna putih dengan Qi Awan Salju sebagai dasarnya.
"Gunakan Qi dengan dasar api untuk menghadapinya, Xiao Yin!" pekik Jian Heng ketika ular itu terus beringsut maju mendekati mereka.
Setelah berada di tempat yang sedikit lapang, mereka berhenti untuk memulai pertarungan.
Fang Yin mengikuti arahan Jian Heng untuk mengeluarkan Qi Naga Merah dari dalam dantiannya. Sebuah pedang yang berkobar muncul di tangan kanannya.
"Binatang roh ini sangat kejam, Xiao Yin. Dia hanya muncul beberapa kali saja dalam kurun waktu satu abad. Dia selalu berhasil membunuh lawannya dan menjadikannya santapan."
Mata Fang Yin terbelalak mendengar cerita mengerikan itu.
Salah satu tangan ular itu mengeluarkan bola api berwarna putih terang dan bersiap untuk menyerang Xiao Yin dan Jian Heng.
Ular itu melemparkan bola energi ke arah Fang Yin dan Jian Heng secara bergantian dari kedua tangannya.
Fang Yin melompat ke atas dan melayang di udara untuk menghindar, begitu juga dengan Jian Heng. Mereka terus bergerak untuk menghindari serangan ular air.
__ADS_1
Serangan yang meleset membuat tempat yang terkena bola energi itu menjadi beku.
'Ular ini memiliki Qi yang mirip dengan Qi Awan Salju. Sepertinya dia memang lawan yang tidak mudah untuk dihadapi.' Fang Yin mencoba menganalisa kekuatan ular itu.
Jian Heng maju untuk melawan ular itu dengan menggunakan pedang energinya.
Untuk sementara Fang Yin tidak membantunya. Dia memilih untuk mempelajari kelemahan ular monster itu yang semakin mengganas saat Jian Heng mulai menyerangnya.
Tubuh Jian Heng bergerak melayang dan melompat di udara. Serangan demi serangan dia berikan pada ular air itu. Namun ular itu mampu menghindarinya dan membuat Jian Heng kewalahan menghadapi serangannya.
'Ular itu terlihat seperti tidak memiliki kelemahan. Pantas saja dia telah hidup selama ribuan tahun lamanya.' Fang Yin merasakan aura mengerikan dari sorot mata ular air itu.
Slasshh!
Pedang Jian Heng menyenggol bagian kepala ular yang mirip dengan tentakel gurita. Ular itu mengeluarkan suara yang sangat keras.
Jian Heng tidak menyadari apa aryi suara lengkingan dan perubahan aura wajah ular yang semakin mengerikan itu.
'Apa itu? Sepertinya ular itu tidak suka jika bagian yang menjulur-julur dari kepalanya itu tersentuh. Apakah itu merupakan kelemahannya?' Xiao Yin menerka sesuatu yang dia lihat dari pertarungan di depannya.
__ADS_1
****
Bersambung ....