
Fan Bingbing terkesiap saat Tian Feng tiba-tiba muncul di hadapannya. Tidak ada kesempatan baginya untuk kabur, dia hanya punya satu pilihan yaitu menghadapinya. Di kesempatan sebelumnya dia sudah melihat Juan Shi hangus telah dikalahkan olehnya.
"Tuan, tolong beri aku kesempatan untuk menghabisi pemberontak ini." Qing Yu menyatukan kedua tangannya untuk memohon pada Tian Feng.
Kedua alis Tian Feng bertaut merasa heran seraya menatap Qing Yu penuh tanya.
"Apakah kamu mengenalnya?" tanya Tian Feng.
"Tentu saja, Tuan. Dia adalah salah satu anggota pemerintahan perbatasan barat yang berkhianat," ucap Qing Yu sambil melirik tajam ke arah Fan Bingbing.
"Baiklah. Aku serahkan dia padamu."
Tian Feng melompat turun dan menghampiri Zhen Yumao dan pasukannya. Mereka sudah berhasil melumpuhkan lawannya. Beberapa anggota pasukan pemberontak yang selamat menjadi sandra.
Para sandra akan dibawa ke hadapan masyarakat untuk membuktikan jika selama ini penduduk perbatasan barat telah dibodohi oleh mereka.
Tian Feng melihat dari jauh pertarungan Qing Yu yang sedang menghajar Fan Bingbing. Sebenarnya kekuatan mereka seimbang tetapi karena Fan Bingbing tidak memiliki sekutu, dia merasa kurang percaya diri. Setelah kematian Juan Shi, Qing Yu sepenuhnya mengambil alih pertarungan.
Adu kekuatan mereka menimbulkan suara yang gaduh. Ketiga pasukan gabungan menyaksikan pertarungan mereka dan melihat sisi kuat pemimpin mereka. Selama ini Qing Yu hanya mengandalkan Fan Bingbing untuk mengatasi segala bentuk kerusuhan. Tidak disangka dia malah menjadi salah satu biang kerusuhan dan pemberontakan itu sendiri.
Sesekali Tian Feng dan pasukan menghindari serangan menyasar yang datang menghampiri mereka. Jika sampai mengenai bukan tidak mungkin mereka akan terluka. Qing Yu dan Fan Bingbing termasuk daftar kuat di wilayah perbatasan barat.
Pertarungan sengit itu berakhir dengan kemenangan Qing Yu. Tubuh Fan Bingbing terlempar ke bawah dan menghantam tiang yang berdiri kokoh di teras markas. Darah segar menyembur dari mulutnya dan seketika tubuhnya hilang kesadaran.
Bagi Qing Yu, Fan Bingbing tidak pantas untuk dibiarkan hidup. Ke depannya dia pasti akan berbuat kejahatan. Tindakan penghianatan adalah sebuah kesalahan yang tidak bisa diampuni untuk itu Qing Yu benar-benar harus memastikan jika Fan Bingbing telah mati.
Qing Yu menarik tubuh Fan Bingbing yang sudah tidak bergerak sama sekali ke tengah halaman. Lalu, dia melepaskan energinya untuk menghancurkannya menjadi abu.
Semua anggota pemberontak inti yang tersisa terbelalak melihatnya. Mereka tidak tahu seperti apa nasibnya setelah ini. Tidak ada lagi kesempatan untuk melarikan diri karena pasukan musuh jumlahnya lebih banyak dan lebih kuat dari mereka.
Tian Feng berjalan mendekati Qing Yu yang telah menyelesaikan pertarungannya. Nafasnya masih tampak memburu dengan beberapa luka menganga di tubuhnya. Namun, Qing Yu terlihat sangat puas karena telah berhasil mengalahkan penghianat yang selama ini bersembunyi dibalik kekuasaannya.
__ADS_1
"Kita kembali sekarang," ucap Tian Feng pada Qing Yu.
Qing Yu menyatukan kedua tangannya lalu mengangguk. Energinya benar-benar telah terkuras. Dia berjalan sempoyongan menuju ke sebuah kereta lalu menjatuhkan dirinya dan tidur terlentang di sana.
Tian Feng memakluminya dan meminta pasukannya untuk membawa kuda milik Qing Yu.
"Yumao!" panggil Tian Feng pada Zhen Yumao.
Zhen Yumao sedikit terkejut. Melihat aksi Tian Feng membuatnya tidak berani untuk menatapnya. Selama ini dia adalah anggota pemberontak, untuk itu dia merasa was-was jika Tian Feng tidak memenuhi janjinya dan berbalik menghukumnya.
"Ampun, Tuan," ucap Zhen Yumao, menyatukan dua tangannya yang gemetar.
Tian Feng tersenyum tipis melihat ketakutan di wajah Zhen Yumao. Tidak ingin membuatnya semakin ketakutan, dia memilih untuk menyegerakan maksudnya. Telapak tangan kanannya terbuka dan keluarlah sebuah pil berwarna putih susu.
"Ambil ini! Kamu bisa segera meminumnya." Tian Feng memberikan pil penawar yang telah dia janjikan.
Zhen Yumao menatap pil itu tak percaya.Ternyata kekhawatirannya tidak berarti apa-apa dan yang terjadi malah justru sebaliknya. Tanpa pikir panjang dirinya lalu berlutut di hadapan Tian Feng.
"Berjanjilah kamu tidak akan mengulangi kesalahanmu!" seru Tian Feng dengan suara tegasnya.
Masih dengan kedua tangannya yang menyatu Zhen Yumao berbicara dengan yakin. "Aku berjanji untuk setia pada negeri ini, Tuan."
Tian Feng mengangguk. Wajahnya tidak memperlihatkan ekspresi apapun.
"Bersiaplah! Kita akan kembali sekarang." Tian Feng berbalik dan berjalan menghampiri pasukannya.
Sebagian pasukan telah berjalan di depan. Kali ini mereka berjalan di rute yang sama sehingga membentuk barisan yang sangat panjang. Mereka kembali ke pusat pemerintahan perbatasan barat dengan barisan pasukan yang tak terputus.
Pasukan yang dipimpin oleh Zhen Yumao merasa senang bisa melihat pemimpinnya telah kembali. Namun, di wajah mereka juga menyimpan kesedihan. Banyak sekali sanak saudara mereka yang bergabung dalam pasukan pemberontak dan mati sia-sia.
Seakan mengerti tentang apa yang mereka pikirkan, Zhen Yumao sedang menyusun kata-kata untuk menenangkan mereka.
__ADS_1
"Aku bersalah karena telah memilih jalan yang salah dan melibatkan kalian. Secara khusus aku meminta maaf untuk ini. Namun, mengenai kematian teman-teman kita adalah takdir. Mereka telah mati di jalan yang mereka pilih tanpa paksaan. Kuharap kalian tidak menyalahkanku atas hal ini," ucap Zhen Yumao dengan wajah penuh penyesalan.
Pasukan yang berada dibawah komandonya terdiam. Dalam hal ini mereka juga tidak bisa dikatakan benar. Selain keterpaksaan karena lapar, sifat tamak merekalah yang membuat mereka mudah terbujuk.
Semua hal yang sudah terjadi tidak mungkin untuk disesalkan. Sudah sepantasnya setiap perbuatan mendapatkan akibat. Jika bukan sekarang, mungkin juga sejak lama mereka telah menerima kematiannya.
"Kami juga bersalah, Tuan. Tidak ada yang perlu untuk disesali." Salah satu anggota pasukan Zhen Yumao berbicara untuk mewakili yang lain.
Mereka tidak lagi banyak mengobrol dan memilih fokus ke perjalanannya. Medan yang mereka lalui cukup sulit dan susah untuk ditebak. Jalanan sempit dengan bahaya yang setiap saat bisa mengancam terus membayangi, terlebih pandangan mereka terhalang oleh banyaknya pasukan yang berjalan di depan mereka.
Pasukan yang dipimpin oleh Qing Yu telah tiba lebih dulu. Mereka segera membawa pemimpin mereka itu ke balai pengobatan. Saat ini Qing Yu sedang mengalami luka dalam yang cukup serius.
Sebenarnya Tian Feng tahu jika Qing Yu sedang terluka tetapi dia ingin mengobatinya setelah sampai di istananya. Memastikan seluruh pasukan kembali dengan aman lebih penting baginya.
Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan masyarakat perbatasan barat yang berdatangan dan menatap mereka di pinggir jalan. Kebanyakan mereka adalah para wanita dan anak-anak. Wajah-wajah lapar dengan mata yang sayu membuat Tian Feng merasa iba.
'Aku harus membicarakan ini pada Yin'er. Tidak akan baik jika mereka terus bergantung pada negara untuk mendapatkan makan. Aku yakin wilayah ini bisa mandiri setelah tahu bagaimana memanfaatkan potensi alam di sekitarnya.' Tian Feng bermonolog dalam hati.
Pasukan Tian Feng berada di barisan paling belakang dan menjadi penutup bagi pasukan lain. Mereka sengaja membiarkan penduduk perbatasan barat yang mengikutinya. Keadaan sudah aman saat ini, dengan begitu mereka bisa membagikan bahan makanan di halaman istana kepemimpinan perbatasan barat.
Ada kekhawatiran di wajah Zhen Yumao ketika melihat masyarakat yang berjalan mengikutinya. Segala perbuatan yang dilakukannya pasti akan mendapatkan kecaman dari mereka. Dia berharap mereka bisa memaafkan kesalahannya dan membiarkan menebusnya dengan kebaikan.
Di sisa perjalanan yang tinggal sedikit lagi dia terus berpikir bagaimana menghadapi masyarakat yang selama ini telah dibodohinya.
Seluruh pasukan yang sudah mencapai istana berkumpul di halaman utama. Sebagian lain pergi ke balai pengobatan bagi yang mengalami luka-luka. Pasukan Tian Feng berada di bagian akhir dan berdiri menghadap ke pintu utama untuk menyambut penduduk yang berbondong-bondong datang ke sana.
"Aku memberi ijin pada kalian untuk masuk ke halaman istana. Namun, tetaplah tenang dan jangan membuat keributan," ucap Tian Feng di hadapan penduduk perbatasan barat.
****
Bersambung ....
__ADS_1