
Melihat Yue Jie dalam bahaya, Fang Yin tidak ingin tinggal diam. Dia melompat ke udara dan memegang tangan kultivator itu sebelum menyentuh Yue Jie.
Kultivator dan Fang Yin saling memberi tatapan membunuh. Setelah menyadari tangannya dipegang oleh Fang Yin, kultivator itu segera menghempaskan tangan Fang Yin.
"Siapa kamu? Berani sekali ikut campur!" Kultivator itu menunjukkan wajah tidak senang pada Fang Yin.
Fang Yin memberi isyarat pada semua orang yang berada di sana untuk mundur. Dia masih tidak ingin mengeluarkan suara agar tidak ada yang tahu jika dia seorang wanita.
"Menyingkirlah dari hadapanku! Aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi siapapun yang menghalangiku!" Kultivator itu mengeluarkan pedang energinya.
Fang Yin pun tidak tinggal diam, kali ini dia sengaja ingin menunjukkan Qi Awan Salju miliknya untuk memancing reaksi sang kultivator.
"Oh ho! Rupanya kamu juga berasal dari suku es. Atau mungkin ini bukan sebuah kebetulan?" kultivator itu berharap Fang Yin menjawab ocehannya.
Tidak ada jawaban dari Fang Yin.
Merasa diacuhkan, kultivator itu sangat marah pada Fang Yin dan segera melancarkan serangannya.
__ADS_1
Pertarungan pun tidak terelakkan. Dari hawa energi yang dikeluarkan, kultivator itu berada di ranah langit bintang atas setara dengan tingkat kultivasi Fang Yin saat ini. Kekuatan keduanya terlihat seimbang dan menimbulkan suara gaduh yang berasal dari kedua pedang energi mereka yang beradu.
Sesekali energi mereka yang bertemu menghasilkan percikan energi yang cukup membahayakan orang-orang yang ada di sekeliling mereka.
Merasa pertarungan berlangsung seri, Fang Yin berpikir untuk mengeluarkan jurusnya.
Pedang energi milik Fang Yin berada di depan wajahnya, Fang Yin mengusap pedang itu dengan tangan kirinya. Kedua energi yang berbeda itu membuat pedang energi menjadi lebih bersinar dari sebelumnya. Ini merupakan bentuk lain dari jurus teratai es.
"Menarik! Kamu bisa menyatukan Qi Awan Salju dan Qi Cahaya Emas dengan baik. Aku telah meremehkanmu!" Kultivator itu memuji kemampuan Fang Yin.
Serangan Fang Yin menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan membuat kultivator itu terdesak.
Baam!
Sebuah bunga api berwarna merah darah terbentuk dari energi yang dia satukan.
Bunga energi itu melayang-layang di atas telapak tangan kanannya yang terbuka ke atas.
__ADS_1
Dari telapak tangan itu terus mengalir energi yang membuat bunga energi itu menjadi semakin membesar.
'Hebat juga! Dia ternyata juga menguasai jurus penyatuan energi.' Fang Yin merasakan hawa panas mulai menyelimuti tempat di sekeliling mereka.
Mengingat banyaknya orang di sekitar tempat itu dan rumah-rumah yang begitu padat, Fang Yin berpikir keras untuk menghadapi pria itu tanpa menimbulkan kerusakan yang berarti.
'Aku tidak bisa mengeluarkan jurus yang besar untuk menghadapinya. Aku akan mengeluarkan Jurus Perisai Es terlebih dahulu untuk memperkecil kerusakan.' Fang Yin masih memikirkan langkah yang dia ambil untuk melawan musuhnya itu.
"Hahaha! Kamu terlihat ketakutan. Wajahmu terlihat lucu sekali!" Pria itu menertawakan Fang Yin dan mengira jika saat ini Fang Yin takut padanya.
Fang Yin mendorong tangan kanannya ke samping lalu terbentuklah dinding es di sana. Kemudian Fang Yin mendorong tangannya itu ke arah yang berbeda hingga membuat tempat mereka bertarung dikelilingi oleh dinding-dinding es yang tinggi dan sedikit melengkung ke dalam.
Mereka kini seperti terkurung di dalam sebuah mangkuk es yang berlubang di dasarnya.
Kultivator itu terperanjat melihat jurus yang dikeluarkan oleh Fang Yin. Namun lagi-lagi dia tersenyum karena merasa mendapatkan lawan yang seimbang.
****
__ADS_1
Bersambung ...