Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 231


__ADS_3

Qi Awan Salju yang terpancar dari tubuhnya semakin meningkat membuat alam di sekitarnya mengalami perubahan. Hawa dingin yang ditimbulkannya pun semakin meluas.


Pemimpin penjaga kota yang semula berpikir jika aura energi itu berasal dari pria misterius kini mulai curiga. Dia memutuskan untuk berhenti dan melihat ke belakang.


Ketakutan menghinggapi hatinya ketika melihat Fang Yin yang berjalan mendekatinya. Dia berjalan seorang diri dan meninggalkan yang lainnya di belakang.


Sepanjang jalan yang dilewati olehnya berubah menjadi hamparan salju memanjang. Pria misterius yang tidak sanggup menahan hawa dingin bergabung bersama penjaga kota lain dan melapisi tubuh mereka dengan energi spiritual.


'Gawat! Aku telah salah menyinggung seseorang. Tidak kusangka dia adalah keturunan suku es. Aku harus menghadapi dua masalah yang serius, kemarahan wanita ini dan Kaisar Jing.' Pemimpin penjaga kota itu menyesal telah mendengarkan ucapan pria misterius itu dan termakan ucapannya.


Hingga Fang Yin semakin mendekat padanya, pemimpin penjaga kota itu masih terpaku di tempatnya. Dia tidak tahu apa rencananya setelah ini.


Rambutnya dan seluruh permukaan tubuhnya dipenuhi oleh bunga es ketika Fang Yin berhenti di hadapannya.


"Mengapa kamu berhenti? Bukankah kau bilang kamu ingin mengawasiku sepanjang malam?" Suara datar dan tatapan Fang Ying terasa lebih dingin dari butiran es yang menyelimuti tubuhnya


Pemimpin penjaga kota itu menjatuhan tubuhnya di hadapan Fang Yin untuk memohon. Dia berharap semuanya belum terlambat.


"Nona! Tolong maafkan kesalahpahaman ini!"


Fang Yin mengabaikan ucapan pria itu. Telapak tangan kanannya membuka ke atas melepaskan energi yang tertahan di ketinggian. Semakin lama energi itu menjadi semakin besar seakan menarik awan-awan di langit untuk berkumpul.


Pemimpin penjaga kota terlihat semakin ketakutan. Pada tingkat kultivasi ranah surgawi, kekuatan Qi Awan Salju bisa merubah cuaca seluas sebuah benua, dengan kata lain Kaisar Jing akan melihat kemunculan suku es di wilayahnya dan tentunya tidak akan tinggal diam.


Di dalam undang-undang negara itu sudah dituliskan secara jelas jika seluruh keturunan suku es adalah pahlawan dan selamanya Benua Utara merasa berhutang nyawa padanya.

__ADS_1


Di langit terlihat gumpalan salju itu terus meluas dan membuat udara di seluruh benua menjadi dingin. Cahaya energi yang keluar dari telapak tangan Fang Yin menjadi tanda dari mana semua perubahan itu bersumber.


Kultivator kuat di benua itu berdatangan untuk melihat kemunculan sang pahlawan. Mereka berlomba-lomba untuk datang memberi penghormatan.


Fang Yin yang tidak mengetahui tentang sejarah ini tidak bergeming. Terlalu sering mendapatkan ketidakadilan membuatnya selalu waspada. Energi yang dia lepaskan semakin meningkat seiring dengan aura kuat para kultivator yang mengelilinginya.


'Gawat banyak sekali aura kuat yang berada di sekitarku. Sepertinya aku telah membuat kesalahan dengan mengeluarkan energi ini. Banyak sekali yang ingin melenyapkan keturunan suku es. Sepertinya malam ini akan menjadi akhir perjuanganku.' Fang Yin mulai terlihat putus asa.


Para kultivator yang datang mengelilinginya terus bertambah. Mereka datang seperti kumbang malam yang beterbangan mendekati cahaya terang.


Tubuh Fang Yin terangkat ke atas oleh kristal-kristal es yang bergerak meninggi. Dirinya terlihat seperti seorang ratu yang berdiri di atas altar suci. Tanah di sekelilingnya berubah menjadi hamparan salju dan menutupi tempat tinggal penduduk kota yang masih terjangkau.


Semakin besar kekhawatiran Fang Yin membuat Qi Awan Salju yang didukung oleh basis kultivasinya yang tinggi semakin tak terkendali.


Kaisar Jing yang khawatir akan ada bencana badai salju yang mengerikan mempercepat langkahnya menuju ke tempat Fang Yin berada. Dia sudah memperkirakan jika kedatangan para kultivator akan membuat keadaan semakin memburuk.


Gumpalan awan salju di atas Fang Yin mulai mendekati tingkat sempurna sebelum diledakkan. Kilatan-kilatan kecil mulai muncul dan menimbulkan ledakan kecil yang menebarkan butiran salju yang lembut.


Telapak tangan kiri Fang Yin menyusul tangan kanannya yang menyangga langit. Keduanya mengalirkan energi yang berbeda. Udara yang semula tenang kini mulai bergerak membentuk pusaran angin yang bergerak menjauh dari pusatnya.


Pusaran angin itu akan menyebar ke seluruh wilayah dan menyebabkan badai.


Roh naga hitam yang pada dasarnya sangat senang membuat huru-hara mendukung apa yang dilakukan oleh Fang Yin. Dia membantu menyerap energi alam dan memperbesar efek yang akan ditimbulkan oleh Jurus Badai Es tingkat paling berbahaya ini.


Para kultivator sebenarnya bisa bersatu dan menghentikan apa yang dilakukan oleh Fang Yin. Namun mereka harus merelakan kepalanya dipenggal setelahnya karena melanggar undang-undang.

__ADS_1


Mahkota es muncul di kepala Fang Yin dan bersinar di dalam kegelapan. Rambut hitam Fang Yin yang berkibar tertiup angin mulai berubah warna menjadi putih.


'Aku pasrah jika setelah ini rambutku tidak akan bisa kembali menghitam seperti rambut kak Da Xia.' Fang Yin menyadari perubahan yang terjadi pada rambutnya.


"Yang Mulia!" pekik salah seorang kultivator melihat kedatangan Kaisar Jing.


Kaisar Jing turun dan berjalan membelah kerumunan. Dia mengangkat tangannya untuk membalas penghormatan semua orang yang berada di sana.


Para kultivator itu merasa sedikit lega dengan kedatangan sang kaisar dan berharap dia bisa mengatasi masalah ini.


Aura kepemimpinan seorang kaisar yang sangat kuat membuat energinya terlihat menonjol. Kaisar Jing terkenal dengan kekuatannya yang mampu menerobos ranah Dewa bintang enam.


Tanah bersalju yang dia pijak meleleh karena hawa panas dari energinya. Merasa itu terlalu lama, Kaisar Jin memilih untuk melompat dan pergi ke hadapan Fang Yin.


Mata Fang Yin berkilat saat melihat kedatangannya. Dia tahu jika pria di hadapannya ini memiliki aura yang sangat kuat, tetapi dia tidak tahu jika dia adalah Kaisar Jing.


"Mau apa kamu datang kemari? Kalaupun aku harus mati hari ini setidaknya kemarahanku akan membuat negeri ini porak poranda oleh badai es dan meninggalkan kesengsaraan. Aku ingin memberi peringatan untuk pemimpin sombong yang memimpin negeri ini." Fang Yin tidak tahu jika saat ini dia sedang berbicara dengan pemimpin yang dia sebut sombong itu.


Kaisar Jing tidak heran dengan kemarahan Fang Yin. Di negerinya seorang wanita memang sering mendapatkan perlakuan tidak adil. Dia mengira jika seseorang telah melakukan tindak kriminal atau perilaku yang tidak sopan terhadapnya.


"Kamu salah paham, Nona. Aku datang kemari bukan untuk mencari permusuhan denganmu. Dengan segenap kerendahan hati, aku memberikan penghormatan yang tinggi untukmu." Kaisar Jing menyatukan kedua tangannya lalu menundukkan kepalanya untuk memberi hormat pada Fang Yin.


Setelah apa yang dia alami sebelumnya, Fang Yin tidak bisa langsung percaya dengan orang asing.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2