
Bola api melayang di udara dan menimpa beberapa villa. Api-api itu menyambar dan membuat villa itu terbakar.
Sebelum semuanya semakin parah, Fang Yin segera mengeluarkan kristal-kristal esnya untuk menyambut bola api yang datang. Dia juga membuat ledakan salju yang membuat api yang menimpa villa segera padam.
Semakin lama bola api yang datang semakin banyak, Qi Yushang meminta seluruh penduduk bukit Giok Hitam untuk masuk ke dalam aula.
Jian Heng, Guan Xing dan Tetua Jung maju ke depan untuk bersiap menerima serangan. Mereka membantu Fang Yin untuk menghalau bola-bola api itu.
"Mengapa kalian terus bersembunyi? Apakah wajah kalian begitu buruk?" ejek Fang Yin memancing pemilik api-api itu untuk keluar.
Tetua Jung bergerak mendekati Fang Yin.
"Berhati-hatilah, Nona. Hanya iblis kuat yang mampu melewati dimensi keputusasaan. Atau mungkin mereka memiliki formasi yang terbawa oleh anggotanya di sini," jelas Tetua Jung.
Fang Yin mengangguk. Dia merasakan hawa kehidupan di depannya meskipun belum melihat secara nyata kemunculannya. Ada lima orang yang datang untuk menyerang mereka dan semuanya memiliki tingkat kultivasi yang tinggi. Kemungkinan besar mereka adalah pasukan pilihan.
Penyerang itu tidak terpancing untuk keluar. Fang Yin menyerap sebuah bola api untuk melacak jejak energi pemiliknya.
'Jangan pikir aku tidak bisa menerobos dimensimu!' Fang Yin tersenyum miring.
Tubuhnya menghilang dari pandangan, mencoba untuk menerobos dimensi para penyerang itu. Ini bukan pemandangan pertama bagi Jian Heng, dia tidak terkejut seperti yang lainnya.
"Pangeran Ketiga! Kemana Nona Yin?" tanya Guan Xing terlihat kebingungan.
"Tidak perlu khawatir, dia tidak kemana-mana."
Guan Xing mengangguk walaupun dia tidak mengerti maksud dari perkataan Jian Heng. 'Nona Yin tidak ada tetapi dia bilang tidak kemana-mana?'
Serangan bola api tiba-tiba terhenti sesaat setelah Fang Yin menghilang. Jian Heng dan yang lainnya menatap udara kosong. Belum ada tanda-tanda kemunculan musuh di hadapan mereka. Namun, mereka tetap waspada dan bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang mungkin bisa terjadi.
Setelah beberapa saat tidak terjadi sesuatu, tiba-tiba sesosok tubuh muncul dari langit. Tubuh orang tersebut di selimuti oleh energi api yang menyala merah. Sepintas mereka mirip dengan manusia tetapi permukaan kulitnya tergambar guratan yang menyerupai tato yang menyala.
Sorot matanya yang tajam menyiratkan amarah dan dendam. Pupil matanya berwarna merah kekuningan dan memancarkan aura kebencian. Pria itu bergerak cepat dan menyerang Jian Heng.
Tidak lama kemudian muncul beberapa makhluk yang memiliki ciri-ciri yang sama dengannya. Mereka semuanya berjumlah lima orang.
Pada kemunculan makhluk terakhir, Fang Yin datang bersama dengannya. Tangan Fang Yin mendorong kuat makhluk itu dan membuatnya jatuh tertelungkup di tanah. Makhluk yang bersama Fang Yin adalah pemimpin mereka.
Saat melihat pemimpinnya sedang terdesak, salah satu makhluk itu datang membantu dan mencoba untuk menyerang Fang Yin dari belakang. Sebelum serangannya mencapainya, Jian Heng datang menghalangi serangan itu.
Elemen api di tubuh Fang Yin memiliki energi yang lebih besar dari makhluk itu sehingga Fang Yin bisa menyentuh dan menangkap makhluk itu dengan mudah. Begitu juga dengan Jian Heng dan Guan Xing, mereka juga memiliki kemampuan itu.
Tiga orang makhluk berselimut api itu telah berhasil diringkus. Mereka mengikat ketiganya dengan api petir milik Jian Heng.
Dua makhluk lain masih bertarung melawan Tetua Jung dan Qin Yushang. Jian Heng dan Guan Xing datang membantu dan mengikatnya. Keduanya di dorong ke arah tiga makhluk yang telah berhasil diringkus lebih dulu.
"Lepaskan kami! Lepaskan kami atau pemimpin kami akan datang!" seru salah satu dari mereka dengan suaranya yang terdengar menakutkan.
Kedua bola matanya bergerak-gerak seperti orang yang ketakutan. Mereka berusaha untuk melepaskan diri tetapi ikatan api petir Jian Heng sulit untuk dilawan.
"Jadi kalian datang kemari atas perintah seseorang, lalu apa tujuan kalian datang dan mengacau di sini? Bukit Giok Hitam adalah tempat yang terisolasi dari dunia luar, tidak mungkin kami menyinggung orang lain." Fang Yin berbicara tegas di hadapan makhluk api itu.
Mereka menatap Fang Yin dengan tatapan aneh. Sekilas mereka merasa tidak asing dengan wajahnya. Mereka baru menyadari jika wanita di hadapannya ini memiliki wajah yang mirip dengan orang yang dia cari.
"Putri A Ying!" serunya dengan wajah yang terbengong.
Fang Yin terkejut dengan panggilan itu. Dia menatap ke arah Jian Heng yang sedang berdiri di sampingnya. Mereka saling berpandangan.
Jian Heng tidak pernah bertemu atau melihat seperti apa wajah A Ying sehingga dia lebih terkejut daripada makhluk-makhluk itu.
'Pantas saja Acong sangat dekat dengan Yin'er, rupanya dia memiliki wajah yang mirip dengan ibunya. Gong Yu juga sering memperhatikannya diam-diam. Mungkin dia merasa takut jika harus jujur dan mengatakan jika Fang Yin mirip dengan istrinya.' Jian Heng bermonolog dalam hati.
"Jadi ... Jadi kalian adalah iblis api?" tanya Fang Yin gelagapan.
Belum sempat dia membahas masalah ini bersama Qin Yushang, iblis api itu telah datang.
"Raja A Hui mencarimu kemana-mana, Putri. Mengapa engkau tidak pernah pulang?" iblis api itu terlihat senang. Dia berpikir jika Fang Yin benar-benar A Ying.
Para iblis itu menurunkan kewaspadaannya. Aura api ditubuh mereka menghilang. Mereka terlihat seperti seorang manusia biasa.
"Aku heran. Bagaimana bisa kalian menembus dimensi yang melindungi desa ini? Bukankah dimensi ruang kalian berbeda dengan dimensi ini?" tanya Fang Yin heran.
Sebelum dia mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi, dia ingin tahu akses yang membawa mereka masuk.
"Kitab iblis. Kitab itu yang mampu menjadi gerbang dimensi bagi kami untuk melintas. Jangan khawatir Putri, di manapun ras iblis api berada maka kami akan bisa dengan mudah untuk menemukannya," jelas utusan itu.
"Apakah kalian juga bisa memberikan sinyal bahaya untuk meminta bantuan?" tanya Fang Yin lagi.
Mereka mengangguk. Pertanyaan-pertanyaan dari Fang Yin membuat mereka merasa curiga. Sebagai putri dari raja A Hui, sangat sulit dipercaya jika dia tidak mengerti akan semua ini.
Fang Yin mengendus ekspresi kecurigaan mereka.
__ADS_1
'Gawat, mereka mulai waspada terhadapku. Jika sampai mereka mengirimkan sinyal bahaya maka pasukan iblis api akan datang untuk memberi bantuan.' Fang Yin terlihat berpikir.
Jian Heng melihat kecemasan di wajah Fang Yin. Dia menarik tangannya dan membawanya sedikit menjauh. Ada hal penting yang ingin dia sampaikan padanya.
"Yin'er, ini gawat. Pasukan iblis akan datang jika mereka tau identitas kamu yang sebenarnya. Kurasa kamu harus membuat segel penghalang di tubuh mereka sebelum semuanya terlambat," jelas Jian Heng.
Hanya pemilik Kitab Sembilan Naga yang memiliki segel terkuat. Meskipun Jian Heng bisa membuatnya tetapi segel itu belum tentu bisa bertahan dan cukup kuat untuk menahan energi pendeteksi dari bangsa iblis.
"Aku akan melakukannya. Tetapi aku tetap harus menggunakan trik dan sedikit kebohongan."
Jian Heng mengangguk. Dia percaya jika Fang Yin akan mampu untuk mengatasi ini semua. Namun, dia akan tetap mendukungnya di belakang.
Mereka berdua kembali berjalan menghampiri kelima iblis api tersebut.
"Aku akan membuka pengikat kalian tetapi aku akan memberikan sebuah tanda kesetiaan. Apakah kalian bersedia menerimanya?" tanya Fang Yin.
"Kami bersedia."
Para iblis itu tersenyum senang. Pernyataan Fang Yin mengikis keraguan di hati mereka. Dengan terlepasnya ikatan yang membatasi gerak mereka cukup membuktikan jika dia peduli pada mereka.
Fang Yin memberi kode pada Jian Heng agar melepaskan ikatan salah seorang dari mereka yang dia tunjuk. Setelah ikatan itu terlepas Fang Yin memintanya untuk mengulurkan tangan kanannya.
"Ini akan sedikit sedikit menyakitkan, kuharap kamu bisa menahannya," ucap Fang Yin memberinya peringatan.
Iblis api itu mengangguk.
Dengan cepat Fang Yin mengalirkan energi dan membentuk segel penghalang yang menyatu dengan pembuluh darah mereka. Mereka tidak akan menyadari jika segel ini akan menghalangi mereka untuk berkomunikasi dengan ras iblis api yang ada di luar bukit Giok Hitam.
Satu persatu mereka maju ke depan dan menerima segel penghalang yang ditanam di tubuh mereka. Tidak ada kekuatan yang mampu untuk melepaskan segel itu selain Fang Yin sendiri.
Tidak ada kekhawatiran lagi di wajah Fang Yin. Kini dia bisa bernapas lega. Satu-satunya akses untuk masuk ke sana yaitu kitab iblis yang berada di tangannya pun telah dia beri segel penghalang.
Kelima iblis api itu berdiri di hadapan Fang Yin dan bersiap untuk menerima perintah darinya. Hingga detik ini mereka belum menyadari jika Fang Yin bukanlah A Ying.
"Ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada kalian. Kuharap kalian bisa membuka pikiran kalian dan melihat semuanya dari sudut pandang yang luas." Fang Yin mulai berbicara.
Qin Yushang dan yang lainnya berdebar-debar menantikan kemungkinan terburuk yang mungkin saja bisa terjadi setelah identitas Fang Yin yang sebenarnya terjadi.
"Putri A Ying, apa yang sebenarnya terjadi? Aku merasa jika sikap Anda telah banyak berubah setelah tidak pulang selama tiga tahun ini." Salah satu iblis itu akhirnya menanyakan hal tidak masuk akal yang ditunjukkan oleh Fang Yin.
Sebelumnya Putri A Ying adalah seorang yang jenius dan memiliki pengetahuan yang luas. Mereka merasa jika Putri A Ying yang sekarang jauh berbeda dengan yang mereka kenal.
"Sebelum aku datang dua hari yang lalu desa ini adalah wilayah terlarang ras manusia hijau. Apakah kalian pernah mendengar tentang mereka?" tanya Fang Yin.
Fang Yin kemudian menceritakan secara singkat tentang ras manusia hijau dan segala sesuatu yang berhubungan dengan mereka. Dia juga menceritakan mengenai efek dari racun sihir yang ada di dalam tubuh para manusia hijau tersebut. Mereka tidak bicara sedikitpun dan memperhatikan ceritanya.
Setelah semua cerita tentang ras manusia hijau mereka ketahui dengan jelas, Fang Yin meminta Wong Li untuk memanggil Acong dan keluarganya untuk datang menghadap mereka semua.
Tidak lama kemudian Acong dan keluarganya pun datang. Wajah mereka terlihat ketakutan saat melihat sekumpulan manusia bermata merah menatap mereka dengan tajam.
Di luar dugaan semua orang, tubuh Acong tiba-tiba bereaksi ketika berdiri di hadapan para iblis api itu. Darahnya bergolak dan muncul tato api pada permukaan kulitnya. Pupil matanya menyala kemerahan sama persis dengan yang dimiliki oleh kelima iblis api itu.
Para iblis api itu terkejut dengan kemunculan ras iblis api anak-anak di tempat ini. Beberapa tahun belakangan ini, tidak ada anggota ras mereka yang hilang atau melahirkan seorang putra. Hanya A Ying yang menghilang tiga tahun yang lalu.
Fang Yin tidak merasa terkejut akan hal ini. Frekuensi energi yang sama di antara mereka membuat Acong terpengaruh. Tidak heran jika tubuhnya berubah meskipun perubahan yang terjadi belum bisa dikatakan sempurna.
"Siapa dia Putri? Mengapa matanya begitu mirip denganmu? Apakah dia ... maaf .... Putra Anda?" tanya salah satu dari iblis itu.
"Dia memang putra dari Putri A Ying kalian. Namanya Acong. Sayangnya Putri A Ying itu bukanlah aku." Fang Yin akhirnya mengatakan sebuah kejujuran.
Kelima iblis api itu menatap Fang Yin tidak percaya. Mereka kemudian bergerak mundur beberapa langkah. Segala pikiran yang menggiring mereka pada kenyataan membuat mereka merasa dibohongi.
"Sejak kapan kamu membohongi kami? Apakah kamu sengaja untuk menjebak kami?" wajah iblis itu menjadi pucat karena berada dalam kepungan mereka.
Mereka berpikir, jika benar tempat ini adalah tempat tinggal ras manusia hijau, maka mereka selamanya akan terkurung di sana. Hingga saat ini belum ada kekuatan yang mampu membukanya dan menyatukannya dengan dunia luar.
"Aku tidak bermaksud untuk membohongi kalian semuanya. Aku hanya sedang menunggu moment yang pas untuk membicarakan semua ini. Sebelum aku datang ke tempat ini A Ying sudah mati. Dia terbunuh oleh racun sihir yang terus menerus menyerap kekuatan jiwa murninya. Namun, aku pernah bertemu dengan kekuatan jiwanya yang tersegel di tubuh putranya sehingga aku tahu semua tentang mereka."
Cerita Fang Yin memang bisa diterima oleh mereka, tetapi mereka tidak lantas percaya dan menelannya bulat-bulat. Mereka melihat ke arah Acong. Bocah imut itu terlihat sangat mirip dengan A Ying. Di dalam ras mereka, penamaan anak memang mengacu pada ibunya, tidak heran jika nama putra A Ying diberikan huruf A didepannya sebagai identitas yang membuktikan darah iblis api di dalam tubuhnya.
"Aku mempercayai sebagian tetapi aku belum bisa mempercayai sebagian yang lain," ucap salah satu iblis yang sejak tadi selalu aktif berbicara.
Tanpa di duga oleh siapapun, Acong bergerak maju dan berdiri di hadapan Fang Yin. Dia tidak terima saat mendengar jika ras ibunya itu tidak mempercayai Fang Yin. Tubuhnya terlihat beberapa inci lebih tinggi dari sebelumnya. Meskipun belum banyak peningkatan, dia berani pasang badan untuk melindungi Fang Yin.
"Dia adalah guruku. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya." Acong memperlihatkan auranya yang menakutkan dari tubuhnya.
Apa yang dilakukannya memang terlihat konyol, tetapi keberanian yang ditunjukkan oleh Acong nyatanya membuat para iblis itu menjadi tegang. Mereka merasakan gelombang energi tak biasa dari dalam tubuh Acong. Gelombang itu memiliki aura energi yang sangat pekat dan unik.
"Tuan Muda, jangan bertindak gegabah. Kami tidak memiliki niat untuk menyinggungmu." ucap salah satu anggota iblis api berusaha untuk mendinginkan suasana.
"Kalau begitu diam! Jangan terus berbicara yang tidak-tidak tentang Kak Yin. Kalian pikir kalian lebih hebat dari dia? Dua hari yang lalu dia telah menyelamatkan kami dari racun sihir iblis ular hijau. Tidak seperti kalian yang bisanya hanya mengacau!" Acong bersikap seolah-olah dia sudah dewasa.
__ADS_1
Lagi-lagi apa yang dilakukan oleh Acong membuat semua orang tercengang. Bocah itu tiba-tiba bersikap melampaui usianya.
"Kami tidak berani, Tuan Muda." Para iblis api itu membungkuk memberi hormat pada Acong.
"Bagus! Tetaplah tenang dan dengarkan orang lain bicara!" ucap Acong lagi.
Acong kemudian meminta Fang Yin untuk berdiskusi bersama iblis api. Dia ingin ada kejelasan statusnya yaitu sebagai anggota iblis api yang harus ikut dengan mereka, atau tetap menjadi bagian dari penduduk bukit Giok Hitam.
Fang Yin mengerti apa yang diinginkan oleh Acong. Sebelumnya dia sudah berbicara kepadanya dan mengatakan jika dia lebih senang tinggal bersama manusia. A Ying juga menginginkan putranya menjadi manusia.
Persaingan di dunia iblis sangatlah kejam. Mereka terbiasa saling membunuh antara ras satu dengan ras yang lain demi menunjukkan siapa yang paling hebat di antara mereka. Ini menjadi salah satu alasan bagi Fang Yin untuk tetap menjaga Acong.
Fang Yin menyampaikan apa yang diinginkan oleh A Ying yang diungkapkannya dalam kekuatan jiwanya. Para iblis itu tidak terkejut. Sepertinya mereka sudah menduganya. Secara diam-diam mereka melakukan pengiriman pesan pada rasnya. Mereka tidak tahu jika di dalam tubuhnya telah terpasang sebuah segel penghalang.
Tidak ada yang menyadari apa yang mereka lakukan selain Acong. Sebagai bangsa yang sama dia mampu melihat apa yang mereka lakukan. Sinyal tak terlihat itu hanya berputar-putar di atas kepala mereka.
Dengan wajahnya yang marah Acong maju ke hadapan mereka. Dia tidak tahu jika Fang Yin sudah menanamkan segel penghalang di tubuh mereka.
Tangannya mengepal dengan kuat dan aura api yang menakutkan keluar dan menyelimuti tubuhnya. Meskipun dia masih kecil tetapi dia memiliki kekuatan ibunya yang besar. Hanya saja, Acong belum bisa mengendalikannya secara sempurna.
Acong melompat ke depan dan meninju salah seorang iblis api hingga terkapar di tanah. Kejadian itu begitu cepat sehingga Fang Yin dan yang lainnya tidak menyadari dengan apa yang akan dia lakukan.
Iblis yang menerima pukulan dari Acong sulit untuk bangkit. Dia terus memegangi dadanya dan terbatuk-batuk.
"Acong, apa yang kamu lakukan? Bukankah mereka telah mencoba untuk berdamai dengan kita?" tanya Fang Yin.
Hanya Fang Yin saja yang berani untuk menegur Acong. Dalam kondisi marah, bisa saja Acong kehilangan akal sehatnya dan menyerang siapapun yang menghalanginya.
"Mereka sangat licik, Kakak! Diam-diam mereka telah memanggil bantuan. Aku semakin yakin jika kehidupan bersama manusia akan lebih tepat untukku ketimbang bersama dengan mereka." Acong telah tumbuh menjadi seorang anak yang lebih besar dari sebelumnya.
Selain fisik dan kekuatannya yang meningkat, cara berpikirnya juga mengalami peningkatan.
Fang Yin menatap iblis api di depannya. Mereka terlihat segan dengan tatapan Fang Yin. Sebelumnya mereka merasakan aura kekejaman yang lebih menakutkan daripada aura mereka.
"Kamu pikir aku juga tidak bisa menjadi iblis seperti kalian? Lihat ini!" Fang Yin berpura-pura takut dan ingin melawan agar mereka tidak menyadari segel penghalang tersebut.
Fang Yin mengeluarkan aura api hitam yang sangat menakutkan. Dia juga membuka transformasi dengan wujud setengah naga. Dengan Giok Hitam di tangannya, dia memiliki pengendalian Qi yang tak terbatas.
Kelima iblis api terbelalak saat melihat perubahan wujud Fang Yin. Mereka memang pernah mendengar akan kelahiran Dewi Naga dari raja mereka, tetapi mereka tidak tahu jika orang yang dibicarakan akan muncul di hadapan mereka.
"Dewi ... Dewi Naga!" pekik mereka ketakutan.
Mereka tidak bisa melawannya dengan mudah, bahkan dengan mendatangkan seribu pasukan pun belum tentu bisa melawannya dengan mudah. Raja mereka meminta mereka agar tidak mencari masalah dan berurusan dengan Dewi Naga.
"Batalkan pemanggilan bantuan, atau aku akan membunuh kalian dan membakar kalian hidup-hidup. Kalian iblis api belum pernah merasakan terbakar oleh api yang lebih panas, bukan?" Fang Yin berbicara penuh ancaman.
Telapak tangan kanannya membuka ke atas lalu mengeluarkan api hitam yang sangat besar.
Kelima iblis api itu berlutut di hadapannya dan memohon ampunannya. Mereka berjanji akan melakukan apapun yang diperintahkan oleh Fang Yin.
Baru sedikit saja Fang Yin mengeluarkan kekuatannya, mereka sudah takut dan menyerah. Mungkin bukan itu saja alasan yang mereka pertimbangkan. Acong juga menjadi pertimbangan untuk mereka di mana pertarungan hanya akan membuatnya semakin menjauh dari ras ibunya.
"Jadi tidak ada yang berani mencoba api ini?" tanya Fang Yin sebelum dia mengakhiri permainannya.
Semua iblis api itu menggeleng dengan cepat. Selama ini mereka tidak pernah berpikir jika api hitam itu benar-benar ada. Raja A Hui sekalipun belum tentu bisa melawan Fang Yin.
Mulai saat itu, kelima iblis itu diperbolehkan tinggal sementara di sana dan membaur bersama penduduk bukit Giok Hitam. Mereka sepakat untuk berdamai dan hidup berdampingan hingga mereka bisa keluar dari sana.
Fang Yin meminta pendapat Jian Heng dan yang lainnya. Mereka awalnya takut harus berurusan dengan para iblis api tersebut, tetapi Fang Yin menenangkan mereka. Selama ada dirinya, mereka tidak perlu khawatir.
Acong merasa senang dengan keputusan ini. Dia yakin jika hidup di tengah-tengah manusia lebih aman dan nyaman untuknya.
Fang Yin meminta masyarakat bukit Giok Hitam untuk keluar dari dalam aula dan kembali ke rumah mereka masing-masing. Mengenai tempat tinggal untuk kelima iblis itu, mereka akan membicarakannya bersama Qin Yushang.
Kelima iblis itu berjalan mengikuti Fang Yin menuju ke kediaman Qin Yushang. Untuk sementara Acong pun ikut bersama mereka. Setelah masyarakat tahu tentang siapa dirinya, dia takut untuk tinggal di rumahnya.
Fang Yin mengerti akan kekhawatiran Acong dan membawanya pergi bersamanya. Mereka akan tinggal di kediaman Qin Yushang.
"Acong! Kamu tinggal di kamarku saja," ucap Jian Heng tidak terima jika Fang Yin membawa bocah itu tinggal di kamarnya.
"Memangnya kenapa, Kak Heng? Aku hanya ingin menjaganya saja," ucap Fang Yin terheran-heran dengan sikap Jian Heng.
"Walaupun dia anak-anak, dia tetaplah laki-laki."
Ucapan Jian Heng membuat Fang Yin terbengong. Langkah kakinya terhenti. Untung saja mereka berdua berada di barisan paling belakang dan tidak ada yang mendengarnya.
"Baiklah! Acong akan tinggal bersamamu tapi dengan satu syarat," ucap Fang Yin dengan nada serius.
Jian Heng menatapnya dengan tatapan aneh lalu berkata, "Katakan saja syarat itu!"
****
__ADS_1
Bersambung ....