Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 293. Suasana Damai


__ADS_3

Selir Shi menelan benda yang mirip seperti kelereng itu dan merasakan rasa panas yang membakar di tenggorokannya. Meskipun sangat panas, benda itu tidak meninggalkan bekas luka. Rasa itu terus menjalar seiring berjalannya benda yang tertelan.


Mulut Selir Shi tertutup rapat, otot-otot di wajahnya terlihat jelas karena menahan hawa panas yang seperti berputar-putar di dalam perutnya. Dengan kesadaran yang masih tersisa, dia mengeluarkan Qi Awan Salju untuk menetralkan rasa terbakarnya.


Qi Awan Salju bekerja dengan baik dan membuat keadaan di dalam tubuhnya menjadi terkendali. Kedua energi itu tersimpan dengan aman di dalam dantiannya.


Perut Selir Shi bergejolak. Ada rasa ketidaknyamanan yang masih tersisa. Dengan sekuat tenaga dia menahannya dan menekannya. Rasa ingin bersendawa muncul dengan sangat kuat hingga dia tidak bisa menahannya lagi.


Wush!


Mulut Selir Shi mengeluarkan api yang cukup besar. Seperti sudah paham akan hal itu, Yu Ruo segera memadamkannya sebelum api itu menyambar benda-benda di sekitarnya.


"Uhukk! Uhukk!" Selir Shi terbatuk beberapa kali.


Fang Yin menatap pemandangan mengejutkan ini dengan keheranan. Namun, dia lebih tertarik pada rumput-rumput langka dan Kitab Sembilan Naga bintang sembilan yang melayang-layang di udara. Sebelum Yu Ruo memberi ijin, dia tidak berani untuk menyentuhnya.


"Apa kamu sudah merasa lebih baik?" tanya Yu Ruo pada Selir Shi sambil menepuk-nepuk punggung bagian atas putrinya.


Selir Shi mengangguk. Dia masih takut untuk bersuara, merasa khawatir akan mengeluarkan api seperti sebelumnya.


"Yang kamu telan adalah inti energi phoenix api. Sebagai keturunanku kamu berhak memilikinya. Maaf selama ini hanya ayahmu saja yang tahu tentang siapa ibu. Kalau bukan karena ulah Xing'er mungkin tidak akan banyak yang tahu tentangku." Yu Ruo berbicara dengan tenang tetapi mengandung sedikit penyesalan.


"Aku tidak keberatan akan hal ini, Ibu. Ibu pasti memiliki alasan mengapa melakukan semuanya." Selir Shi akhirnya berani berbicara setelah gejolak di perutnya benar-benar tidak terasa.


Yu Ruo beralih menatap Fang Yin yang sejak tadi tertegun melihat nenek dan ibunya. Meskipun dia telah sering menelan inti energi dan inti roh, tetapi dia begitu tertarik saat melihat orang lain yang melakukannya. Terlebih lagi dia adalah ibunya sehingga membuatnya terlihat sangat istimewa.


"Yin'er. Kamu boleh mengambil semua benda ini, aku tahu jika kamu sangat membutuhkannya."


Ucapan Yu Ruo membuat Fang Yin sangat terharu. Sebelum dia mengambil seluruh benda-benda itu, dia menghambur ke dalam pelukannya. Kemudian dia juga memeluk ibunya.


"Aku harus membersihkan nama ibuku dan mengambil kembali Kekaisaran Benua Timur. Setelah aku memiliki seluruh Kitab Sembilan Naga, Dewi Naga di tubuhku akan bangkit dan menjadi sempurna. Namun, aku harus kembali mengambil orang-orang yang kukenal untuk menjadi sekutu. Sebuah penyerangan membutuhkan pasukan yang tidak sedikit."


Selir Shi menatap putrinya penuh keharuan. Dia kembali memeluknya. Sulit dia bayangkan berapa banyak luka dan penderitaan yang dialami oleh Fang Yin untuk sampai di titik ini. Meskipun jalannya masih panjang, Selir Shi percaya jika putrinya itu akan berhasil.


Yu Ruo juga merasakan hal yang sama. Dia pun mengangguk bangga pada cucunya itu. Sayangnya sebagai ras phoenix api wanita, dia hanya bisa melahirkan keturunan seorang wanita saja hingga dua generasi yaitu Shi Yu Jie dan Fang Yin. Namun, generasi setelah Fang Yin akan lahir jenis kelamin pria dari ras phoenix api meskipun presentase kemurniannya sangat kecil.


Fang Yin menyimpan seluruh pemberian Yu Ruo. Setelah ini dia akan membuat pil dari tanaman langka itu. Tubuhnya memerlukan itu sebelum menyerap Kitab Sembilan Naga bintang sembilan. Semuanya sudah tertulis di dalam kitab sebelumnya dan harus dia lakukan.


Agenda hari ini tetaplah harus beristirahat. Yu Ruo meninggalkan Selir Shi dan Fang Yin kembali ke kamarnya sendiri.

__ADS_1


Selir Shi terlihat sedang memikirkan sesuatu. Matanya sulit terpejam meskipun sebenarnya dia sangat mengantuk. Tangannya mengusap kepala Fang Yin dengan lembut dan terus melakukannya dengan teratur.


"Sepertinya akan sulit untuk meyakinkan seluruh negeri jika kamu adalah keturunan langsung dari Kaisar Gu, Yin'er." Selir Shi mengungkapkan apa yang mengganjal di hatinya.


Fang Yin menegakkan kepalanya dan menatap ibunya itu dengan lembut. Hal ini juga pernah dia rasakan sebelum dia bertemu dengan Ketua Lama Sekte Sembilan Bintang dan Gu Tian Feng. Keduanya memiliki kemampuan untuk melihat darah murni Kaisar Gu di dalam tubuhnya.


"Ibu tidak perlu khawatir. Aku mengenal seorang anggota Klan Gu dan sahabat ayah yang sangat tahu jika di tubuhku mengalir darah Klan Gu."


Selir Shi merasa terkejut dengan ucapan Fang Yin. Setahunya seluruh Klan Gu telah terbunuh saat pemberontakan Kaisar Ning.


"Maaf ibu, aku masih merahasiakan orang itu. Aku takut jika seseorang akan mengetahuinya dan memburunya. Di hari penyerangan, aku akan membawa mereka menjadi saksi yang akan membuat nama kita bersih kembali." Fang Yin masih ingin merahasiakan identitas keduanya termasuk kepada keluarganya dan orang-orang terdekatnya.


"Aku percaya padamu, Yin'er. Sekarang aku menjadi lebih tenang." Selir Shi membetulkan tubuhnya lalu mencoba untuk terlelap. Tidak ada kekhawatiran lagi di wajahnya yang menghalanginya untuk beristirahat.


Gunung Perak terlihat tenang dan damai. Tidak ada ketakutan dan ketegangan seperti yang terjadi beberapa minggu ini. Keadaan di sana semakin ramai dengan kehadiran suku gletser yang kembali bergabung menjadi suku es.




Tidak ada ruangan khusus untuk meramu obat di tempat tinggal keluarga Fang Yin. Malam ini dia dia akan membuat pil itu di gudang penyimpanan yang berada di belakang rumah kakek neneknya. Ada tempat kosong di sana yang bisa digunakan.




Fang Yin membuat pil dengan sangat hebat. Teknik pengaturan api dan pemurniannya terlihat sangat sempurna. Pil yang dihasilkan menjadi sangat bagus karena bahan-bahan yang digunakan diperlakukan seperti yang seharusnya.



"Apakah kamu yang mengajarkan ini?" tanya Shi Jun Hui pada Shi Han Wu.



"Aku saja baru tahu jika Yin'er memiliki kemampuan ini. Teknik yang dia lakukan sedikit berbeda dengan yang biasa aku gunakan." Shi Han Wu tidak merasa mengajarkan teknik alkimia pada Fang Yin.



"Yin'er sudah memiliki kemampuan ini sejak tinggal di Sekte Sembilan Bintang bersamaku. Di sana kami sering berlatih bersama di sebuah ruangan khusus yang ada di dalam villa milikku," jelas Jian Heng.

__ADS_1



Berita ini terdengar mengejutkan bagi keluarga Fang Yin. Mereka tidak tahu jika Jian Heng sudah mengenal Fang Yin sejak lama.



Shi Jun Hui bertanya banyak hal pada Jian Heng tentang pengalaman keduanya selama tinggal di Sekte Sembilan Bintang. Lagi-lagi mereka terkejut saat mendengar kenyataan lain di mana Fang Yin mampu merebut hati Ketua Lama dan orang-orang yang berada di dekatnya.



Proses pembuatan pil yang dilakukan oleh Fang Yin telah selesai, tetapi dia membutuhkan tempat yang tenang untuk mempelajari Kitab Sembilan Naga bintang sembilan.



"Apa rencanamu setelah ini, Yin'er?" tanya Yu Ruo.



Yu Ruo dan Yu Jie yang sejak awal pembuatan pil telah berdiri di belakangnya. Melihat proses itu telah berakhir, keduanya bertanya tentang apa yang akan dilakukan oleh Fang Yin selanjutnya.



Fang Yin menyimpan pil dan tungku yang telah selesai digunakan lalu berbalik menatap ibu dan neneknya. Wajahnya memperlihatkan kebimbangan di mana dia harus mencari seseorang yang memiliki sebuah artefak yang bisa dia gunakan untuk membuka Kitab Sembilan Naga bintang sembilan.



"Apakah kalian pernah mendengar tentang manusia hijau dan di mana dia tinggal?" tanya Fang Yin kepada ibu dan neneknya.



Keduanya tampak berpikir, tetapi sepertinya mereka tidak mengetahui tentangnya. Mereka bertiga kemudian berjalan menghampiri para pria dan mencari tahu tentang orang yang dimaksud oleh Fang Yin.



\*\*\*\*



Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2