Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 76. Terbongkar sudah


__ADS_3

Fang Yin melihat ke arah Xiao Chen dan teman-temannya yang lain yang berteriak. Di saat yang bersamaan Fang Yin sedang bertarung melawan dua orang kultivator. Keduanya sama-sama penting dan membuat Fang Yin bingung harus mendahulukan yang mana.


Terpaksa Fang Yin harus mengeluarkan jurus hebatnya demi melindungi Xiao Chen dan teman-temannya.


Fang Yin mengeluarkan Jurus Perisai Es untuk melindungi mereka.


Dinding es muncul dari dalam tanah dan membentuk tembok es yang sangat tinggi.


Tembok es itu tidak goyah meskipun energi yang sangat besar menghantamnya dengan keras. Namun suara ledakan yang ditimbulkannya cukup keras hingga mengundang perhatian semua orang yang mendengarnya.


'Gawat! Xiao Yin sudah mengundang perhatian orang-orang ini. Mereka pasti akan menambah lawan untuknya!' Jian Heng merasa sangat khawatir pada Fang Yin tetapi dia tidak bisa berbuat banyak untuknya. Saat ini dia pun tengah menghadapi banyak lawan bersama para tetua yang lainnya.


Dugaan Jian Heng tidak meleset, terlihat dua orang kultivator datang menyusul dua temannya yang lebih dulu bertarung melawan Fang Yin.


Secara tidak langsung Fang Yin juga melindungi villa belakang mengingat posisi asrama para murid berada di dekat villa belakang yang berbatasan langsung dengan perpustakaan dan gudang pusaka.


Fang Yin tidak gentar menghadapi empat orang kultivator yang rata-rata berada di ranah langit bintang atas itu. Bagi Fang Yin, rasa takut adalah kematian. Dan keberanian adalah keselamatan.


Tatapan mata Fang Yin berkilat. Saat dalam keadaan terdesak, Roh Naga Merah dan Roh Naga Hijau akan muncul dan menyatu dengan Qi yang mengalir di tubuhnya. Hawa dendam yang mengerikan terpancar dalam sorot mata Fang Yin yang seketika berubah menjadi sangat kejam.

__ADS_1


Tidak ada yang tahu jika Fang Yin adalah seorang wanita kecuali, Xiao Chen dan Jian Heng. Serangan Fang Yin yang sangat lincah dan cekatan membuat lawan-lawannya sedikit kewalahan. Fang Yin telah begitu mahir memadukan Jurus Merendahkan Bayangan dengan jurus serangan lainnya sehingga mampu mengimbangi keempat lawannya yang menyerangnya bersama-sama.


Tubuh Fang Yin diselimuti oleh api merah yang menyala-nyala membuat hawa panas menyebar di sekitarnya.


Api Naga Merah berhasil menekan Qi Awan Salju milik Fang Yin sehingga hawa dingin yang semula menyelimutinya berubah menjadi hawa panas.


Sangat jarang seorang kultivator mampu menampung dua jenis energi yang berbeda. Fang Yin bisa melakukannya karena di dalam tubuhnya memiliki dua jiwa yang berbeda. Tidak ada yang menyadari akan hal itu, bahkan Fang Yin sendiri tidak mengerti akan hal itu.


Fang Yin semakin waspada ketika kultivator yang menjadi lawannya mulai mengeluarkan jurus andalan mereka.


Ledakan-ledakan terus terdengar membuat tempat di sekitar Fang Yin mengalami kerusakan parah.


Untuk kali ini Fang Yin tidak bisa lagi melindungi mereka karena perhatiannya telah terbagi untuk empat orang yang menjadi lawannya saat ini.


Merasa lawannya semakin gencar mengeluarkan Qi yang begitu besar, Fang Yin pun tidak bisa bersantai lagi. Fang Yin seperti kehilangan kesadarannya dan dikuasai oleh roh dua naga yang menyatu di dalam tubuhnya. Gerakan yang dilakukannya hampir tidak terlihat.


Pedang energi di tangan Fang Yin berubah warna menjadi merah darah yang menyala. Pedang itu beberapa kali berhasil menyabet lawannya dan membuat luka yang cukup serius untuk mereka.


Setelah mendapat energi pendukung dari dua roh naga itu, Fang Yin akhirnya berhasil membuat keempat orang itu jatuh ke tanah dengan luka robek di beberapa bagian tubuhnya.

__ADS_1


Tanpa di duga datang seorang musuh lagi yang menyerang Fang Yin dari belakang ketika melihat keempat temannya terluka parah oleh Fang Yin.


Orang itu diam-diam mencari kesempatan untuk menyerang Fang Yin dari belakang dengan kekuatan yang telah tertanam di tangannya.


Fang Yin merentangkan tangannya untuk mengumpulkan Qi dan mengeluarkannya dalam jumlah besar untuk menghabisi keempat lawannya yang sudah tidak berdaya itu.


Jian Heng melihat seorang kultivator yang tadi berada di hadapannya bergerak cepat menuju ke arah Fang Yin. Saat ini Fang Yin sedang berkonsentrasi dan tidak menyadari akan serangan itu.


"Xiao Yin, Awass!" pekik Jian Heng yang tanpa sadar telah membuka penyamaran Fang Yin.


Semua tetua mengikuti arah pandangan Jian Heng yang menatap ke arah pemuda yang memakai hanfu berwarna putih.


Jian Heng memukul keningnya pelan ketika menyadari apa yang telah dia lakukan.


'Maafkan aku, Xiao Yin.' Jian Heng merutuki kebodohannya di dalam hati.


Fang Yin berhasil selamat akibat teriakan Jian Heng yang memperingatkannya, tetapi dia harus rela penyamarannya sebagai orang bodoh terbongkar.


****

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2