
Merasa Fang Yin sudah berada di dalam genggamannya, kultivator itu berjalan selangkah demi selangkah untuk mendekati Fang Yin.
Segel mantra kultivator itu dia tahan di udara lalu bersiap untuk menyerang Fang Yin.
Fang Yin memasang penglihatan dan pendengarannya dengan kewaspadaan penuh.
Boom!
Sebuah lemparan energi berhasil dihindari oleh Fang Yin.
Kultivator itu tertawa dan merasa sangat senang melihat Fang Yin yang hanya bisa menghindar tanpa memberinya serangan balasan.
Serangannya semakin dia tingkatkan dan berharap salah satunya akan menghantam tubuh Fang Yin.
Caranya ini cukup membuat Da Xia kewalahan dan akhirnya mundur dari pertarungan karena terluka parah beberapa waktu lalu.
"Jangan terlalu yakin dulu pecundang!" seru Fang Yin yang merasa diremehkan.
"Pecundang teriak pecundang! Dasar wanita! Kalian tidak pantas untuk menjadi seorang kultivator!Kalian hanyalah budak para pria. Hahaha!" Pria itu masih menyimpan energi di kedua tangannya dan bersiap untuk menyerang Fang Yin.
Emosi Fang Yin semakin meledak setelah mendengar hinaan dari kultivator itu.
Aura membunuh di mata Fang Yin semakin tidak terkontrol. Darahnya menggelegak karena roh naga yang menyatu di tubuhnya mulai menjalar dan menguasainya.
Kultivator itu terkejut melihat tubuh Fang Yin diselimuti oleh warna merah darah dan mengeluarkan hawa yang sangat panas.
__ADS_1
"Ba ba bagaimana bisa satu orang menyimpan dua jenis energi yang memiliki sifat yang berbeda?" Kultivator itu tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya.
Sebuah semburan api keluar dari telapak tangan Fang Yin yang dia arahkan pada pria sombong itu.
Pria itu melompat untuk menghindari serangan Fang Yin dan kembali melemparkan serangannya.
Ledakan demi ledakan terus terdengar saat kedua energi mereka saling bertabrakan.
Semburan api terus keluar dari telapak tangan Fang Yin dan membuat pria itu sedikit kalang kabut.
Tidak ingin kalah dari seorang wanita, pria itu terlihat meningkatkan kekuatan yang dia gunakan untuk menyerang Fang Yin.
Gerakan keduanya sangat cepat dan terus bergerak untuk saling serang.
Sebuah energi besar yang dikeluarkan oleh Fang Yin membuat kultivator itu harus bergerak cepat untuk menghindar.
Dengan napas yang terengah-engah dia mundur dan menepi untuk mengambil jeda di dalam pertarungannya.
"Aku tidak ingin kalah. Sungguh memalukan! Ayah dan ibuku telah mati di tangan suku es. Aku harus membalaskan dendam mereka dengan menghapuskan seluruh keturunan suku es dari muka bumi." Kultivator itu bergumam lirih.
Untuk beberapa saat dia tidak bisa melakukan serangan dan menunggu energi pendampingnya pulih kembali.
'Ini kesempatan yang bagus untukku!' Fang Yin menyunggingkan senyum jahat di wajahnya yang tertutup.
Fang Yin melompat untuk mendekati kultivator itu dan mengeluarkan pedang energinya.
__ADS_1
"Kamu sudah mengambil nyawa penduduk suku es di depan mataku, maka aku pun akan melakukan hal yang sama padamu!"
Beberapa kali Fang Yin mengayunkan pedangnya ke arah kultivator itu tetapi kultivator itu berhasil menghindar.
Rupanya dia berhasil menebak gerakan yang akan dilakukan oleh Fang Yin.
'Sepertinya gerakanku sudah terbaca olehnya. Aku harus menggunakan jurus pedang dari Kitab Sembilan Naga.' Fang Yin tidak peduli jika kultivator itu tahu jika dia menguasai kitab itu karena Fang Yin tidak ingin membiarkannya hidup setelah ini.
Mata kultivator itu terbelalak karena tidak pernah menyangka gadis kecil itu juga menguasai Kitab Sembilan Naga.
"Aaa arrrggghhh!" Tangan kiri kultivator itu putus terkena sabetan pedang Fang Yin.
Tubuhnya ambruk ke tanah. Namun dia tidak menyerah untuk membunuh Fang Yin.
Segel mantra yang masih melayang di udara dia tarik untuk menuju ke arahnya dengan cepat.
Dia tahu jika dia akan mati oleh kekuatannya sendiri tetapi dia tidak akan mati sendirian karena Fang Yin juga akan ikut mati bersamanya.
Booom!
Segel mantra itu menghantam tubuh Fang Yin dan kultivator itu.
****
Bersambung ....
__ADS_1