
Tubuh ular itu jatuh ke tanah dan terus bergerak mengelepar menahan sakit yang menderanya.
Fang Yin terus menyerangnya tanpa ampun dengan phoenik apinya. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan membiarkan ular itu bangkit lagi.
'Kamu sudah terlalu lama hidup dan telah banyak memakan korban ular jelek! Aku tidak akan melepaskanmu!' Tatapan kejam Fang Yin berkilat.
Jian Heng pun tidak ingin membuang kesempatan ini dan memiliki pemikiran yang sama dengan Fang Yin. Ular legenda itu harus mati di tangan mereka berdua.
Jian Heng mengeluarkan sebuah jurus yang cukup ditakuti di dalam dunia kultivasi, yaitu Jurus Pembakar Roh.
Mata Fang Yin terbelalak ketika melihat Jian Heng mengggeluarkan jurus itu. Jian Heng mengeluarkan jurus ini karena ular itu tidak akan mati hanya dengan pedang energinya menilik dari tubuhnya yang besar.
Setelah jurus itu siap untuk diluncurkan, Jian Heng melompat ke udara menyusul Fang Yin. Efek dari Jurus Pembakar Roh bisa membuat tempat di sekitarnya hangus terbakar. Apalagi jika digunakan bersama-sama dengan Jurus Phoenik Api Menari milik Fang Yin.
"Mari kita lepaskan jurus ini bersama-sama sebelum untaian rambut-rambut besar di kepalanya itu tumbuh lagi," ucap Jian Heng ketika sudah berada di samping Fang Yin.
"Hmm. Aku mengerti!" Fang Yin pun mengangguk setuju.
__ADS_1
Mereka mengangkat tangan mereka ke udara dan bersiap untuk melepaskan jurusnya. Meskipun tanpa aba-aba, mereka terlihat sangat kompak dalam melemparkan kedua jurus dasyat itu.
Bomm! Boom!
Dua buah ledakan besar menghantam tubuh ular legenda itu dan membuat tubuhnya terpotong-potong menjadi beberapa bagian.
Kobaran api masih menyelimuti tempat di sekitar ular itu dan tertutup asap tipis dengan aroma anyir darah ular yang menyeruak.
Tubuh Fang Yin terhuyung dan hampir jatuh karena telah kehilangan energi yang cukup banyak dari dalam tubuhnya. Keseimbangannya mulai terganggu dan membuatnya tidak kuat lagi melayang di udara dengan benar.
Jian Heng yang sejak tadi mengamati ular itu, tidak menyadari akan keadaan Fang Yin yang melemah. Dia baru menyadarinya ketika ujung rambut Fang Yin mengenai tangannya.
"Aku tidak apa-apa," jawab Fang Yin berusaha untuk tetap tenang walaupun sorot matanya kian meredup.
Jian Heng segera memposisikan dirinya dengan duduk dibelakang punggung Fang Yin. Dia harus segera menyalurkan energinya untuk Fang Yin agar dia tidak sampai kehilangan kesadarannya karena kehabisan tenaga. Bukan Qi-nya yang habis namun energi pengendalian tubuh Fang Yin.
Kolam Qi di tubuh Fang Yin memang sangat besar dengan lautan Qi yang melimpah. Namun Fang Yin belum bisa menyeimbangkan energi tubuhnya untuk mengendalikan Qi yang besar itu. Seorang kultivator harus belajar untuk membudidayakan Qi agar lebih berguna dengan olah fisik dan olah tenaga dalam.
__ADS_1
Jian Heng menempelkan kedua telapak tangannya di punggung Fang Yin dan menyalurkan energinya. Perlahan-lahan tubuh Fang Yin mulai terlihat membaik seiring energi Jian Heng yang terserap oleh tubuhnya. Semakin lama tubuhnya semakin bersinar dan kembali menampilkan aura Qi yang tersimpan di dantiannya.
Secara tidak sengaja Jian Heng pun bisa merasakan besarnya kolam Qi yang ada di tubuh Fang Yin melalui energinya yang bertemu dengan Qi milik Fang Yin.
'Gadis ini begitu pandai menyembunyikan Qi dan tingkat kultivasi dalam dirinya. Meskipun saat ini dia tengah berada di ranah langit bintang atas, tetapi yang tampak dari luar adalah ranah bumi bintang menengah. Pantas saja ular air legenda tadi begitu brutal saat menyerangnya karena mengira jika Fang Yin akan mudah dikalahkan.' Jian Heng bermonolog sesaat sebelum mengakhiri penyaluran energinya kepada Fang Yin.
"Terimakasih, aku merasa lebih baik sekarang," ucap Fang Yin masih dengan posisinya semula.
"Sama-sama. Jangan merasa berhutang budi, ini bukan hal yang besar." Jian Heng berdiri lalu berjalan untuk mendekati tubuh ular yang telah mati di tangan mereka.
Fang Yin pun berdiri dan segera menyusul Jian Heng.
Biantang roh ular air itu memiliki kristal inti roh seperti binatang roh yang lainnya. Jika dilihat dari usianya, bisa diperkirakan kristal inti roh ular air itu memiliki kekuatan yang sangat besar. Kekuatannya mungkin akan setara dengan kultivator yang berada di ranah surgawi.
"Xiao Yin! Apakah kamu juga menginginkan kristal inti roh dari binatang ini?" tanya Jian Heng setelah mereka berada di depan kepala ular yang telah menjadi setengah gosong itu.
Fang Yin tampak terdiam berpikir dan menimbang-nimbang untuk mengambil kristal inti roh itu atau tidak.
__ADS_1
****
Bersambung ....