Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 112. Pergi ke Suatu Tempat


__ADS_3

Ketika berjalan menuju ke tempat Ketua Lama, Fang Yin berpapasan dengan Jian Heng yang sedang bersama dengan murid-muridnya berlatih.


Fang Yin berhenti sejenak, melihatnya, lalu kembali berjalan menuju ke tempat tujuannya.


Ketua Lama terlihat sedang membaca sebuah kitab dan menikmati udara pagi di sebuah pondok terbuka yang ada di bagian belakang sekte.


Tidak tampak Ketua Sekte di sana yang biasanya selalu menemani Ketua Lama untuk menikmati tehnya di pagi hari.


"Salam hormat, Ayah!" Fang Yin memberi hormat pada ayah angkatnya itu.


Ketua Lama yang semula fokus dengan kitabnya, meletakkan kitab itu dan menoleh pada Fang Yin.


"Semoga selalu diberkati. Kemarilah, Yin'er!" Ketua Lama menunjuk tempat kosong di depannya.


Fang Yin pun duduk di sana dan mereka kini saling berhadapan.


"Kamu kembali begitu cepat, apakah kamu sudah mendapatkan semua tanaman obat yang kamu butuhkan?" tanya Ketua Lama yang tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.


Fang Yin tidak langsung menjawab pertanyaan ayah angkatnya itu melainkan menggerakkan tangannya dan mengeluarkan semua tanaman obat yang dibutuhkan untuk membuat pil rahasia itu.

__ADS_1


Ketua Lama merasa takjub ternyata Fang Yin sudah mengumpulkan semua bahan. Dia tidak ingin bertanya bagaimana cara dia mendapatkannya dan kesulitan apa yang telah dilaluinya untuk mendapatkan semuanya.


"Semuanya sudah lengkap, Ayah."


"Bagus. Aku akan memanggilkan seorang alkemis yang paling berbakat untuk membuat pil itu untukmu." Ketua Lama tidak tahu jika Fang Yin memiliki kemampuan untuk itu.


"Maaf, Ayah. Aku tidak bermaksud untuk menolak kebaikanmu tetapi aku akan membuat pil itu seorang diri. Sebagian bahan-bahan ini sangat langka dan sulit untuk di dapatkan. Kita tidak bisa percaya pada orang begitu saja," ujar Fang Yin.


Untuk mendapatkan tanaman obat itu Fang Yin dan Ketua Sekte telah bertaruh nyawa dan melewati banyak sekali kesulitan. Dia tidak ingin ada orang lain yang tahu jika dia memiliki ramuan rahasia ini.


"Baiklah! Apa yang kamu butuhkan untuk membuat pil itu?" tanya Ketua Lama.


"Ikutlah denganku!" seru Ketua Lama beranjak dari duduknya.


Dia tidak mengatakan mau membawa Fang Yin ke mana dan Fang Yin juga tidak ingin banyak bertanya.


"Mau ke mana?" tanya Ketua Sekte saat berpapasan dengan mereka.


Ketua Lama hanya menatapnya sekilas lalu kembali berjalan.

__ADS_1


Merasa sangat penasaran, Ketua Sekte pun berjalan mengikuti meraka tanpa banyak bertanya lagi.


Ketua Lama berhenti pada sebuah ruangan yang berada di belakang perpustakaan. Ruangan kosong yang hanya berisi beberapa buah guci berdebu. Ketua Lama berjalan mendekati sebuah guci yang paling besar dan berada di tengah ruangan itu.


Fang Yin dan Ketua Sekte saling berpandangan melihat apa yang akan di lakukan oleh Ketua Lama.


Kedua telapak tangan Ketua Lama bersinar karena mengeluarkan energi spiritualnya.


Degan gerakan perlahan, Ketua Lama memutar guci yang tertanam di lantai itu.


Suara gemuruh terdengar dan membuat seluruh ruangan itu bergetar.


Fang Yin dan Ketua Sekte melihat kesekeliling untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Ubin yang terbuat dari lempengan batu besar terus bergerak seiring guci yang diputar oleh Ketua Lama.


Suara itu masih terdengar meskipun tidak sekeras sebelumnya, tetapi getarannya masih sangat terasa.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2