Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 349. Menanti Hukuman


__ADS_3

Sembilan bola energi di tangan Fang Yin melesat dengan cepat mengisi titik-titik pengganti yang mengelilingi formasi. Tubuh Kaisar Ning dikepung oleh sembilan titik api itu.


Fang Yin kembali melakukan gerakan tangan dan membentuk sebuah segel pemisah roh. Setelah roh pendamping Kaisar Ning terpisah dari raganya maka dia akan kembali menjadi wujud manusia. Sementara itu, roh naga api akan terserap ke dalam segel mantra pengunci jiwa.


Saat segel mantra pemisah jiwa milik Fang Yin menyentuh Kaisar Ning, dia berteriak dengan sangat kencang. Namun, tidak ada seorangpun yang bisa mendengar karena ruangan itu terlindungi oleh segel mantra pelindung.


Bisa dibayangkan rasa sakit yang dirasakan oleh Kaisar Ning ketika tubuhnya yang telah menyatu dengan roh naga api ditarik dengan paksa oleh segel mantra pemisah jiwa. Perlahan-lahan naga api terbelah menjadi dua bagian yang berbeda dengan wujud naga dan wujud manusia.


Wajah Kaisar Ning menyeringai kesakitan dengan keringat yang mengucur deras. Pundi-pundi energinya pun turut tertarik dan terbagi menjadi berlahan-lahan kecil. Kedua tangannya mencengkeram kuat menahan rasa sakitnya.


Roh pendamping naga api telah benar-benar terpisah dari tersegel ke dalam mantra. Fang Yin terus menekannya dengan energi sembilan elemen hingga mantra itu berubah menjadi sebuah kristal roh berwarna kemerahan.


"Aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa bangkit lagi, Naga Jelek!" Fang Yin memandangi kristal yang berisi binatang roh kuno yang terkenal bengis dan jahat itu.


Dalam wujud kristal, roh naga api akan sulit dibangkitkan. Berbeda jika hanya terikat di dalam segel saja yang mudah dibuka dengan mantra yang lebih kuat.


"Tunggu, Yin'er!" seru Jian Heng.


Dia masih merasakan sisi lemah dari kristal yang melayang di depan Fang Yin.


Fang Yin memundurkan tangannya mengurungkan niatnya untuk mengambil kristal roh naga api. Dia beralih menatap Jian Heng dan menunggunya untuk bicara.


"Butuh elemen petir biru untuk menyeimbangkan penguncinya. Tunggu, aku akan menambahkannya."


Fang Yin mengangguk.


Aura energi berwarna biru dengan kilatan-kilatan kecil bersinar muncul dari telapak tangan Jian Heng. Setelah terkumpul sejumlah yang dibutuhkan dia mendorongnya ke arah kristal roh naga api.


Kristal roh diselimuti oleh aura berwarna biru yang terserap dengan cepat ke dalam kristal dan menjadikan kristal itu memiliki corak berwarna biru di satu sisi. Sekarang tidak ada lagi yang bisa membuka segel ini selain pemilik Kitab Sembilan Naga yang mampu memecahkan mantranya.


"Sudah aman. Kamu boleh menyimpannya sekarang," ucap Jian Heng.


"Hmm." Fang Yin mengangguk.


Di sisi lain, Kaisar Ning sedang berusaha untuk bangkit dan melepaskan diri dari formasi sembilan matahari. Meskipun tidak menggunakan kekuatan sembilan kultivator tetapi esensi sembilan elemen energi yang dilepaskannya sudah sangat kuat.


"Mari kita urus penghianat ini," Fang Yin memutar tubuhnya ke arah Kaisar Ning.


Jian Heng mengikutinya.


Keduanya masih melihat Kaisar Ning bergerak-gerak seperti seekor tikus yang sedang terperangkap di dalam sebuah jebakan. Menyedihkan. Namun, ini belum seberapa jika dibandingkan dengan apa yang telah dilakukannya di masa lalu.


Ratusan anggota Klan Gu tewas di tangannya termasuk ayah Fang Yin dan kedua kakaknya. Semua orang dibantai dengan sadis tanpa berbelas kasihan. Jika bukan karena roh pengganti dari Agata Moen, Fang Yin pun tidak lagi hidup dan membiarkan dendamnya.


"Percuma, Paman. Sampai tenagamu habis, kamu tidak akan bisa menembus formasi ini. Bisa saja kamu melompat dari sana tetapi bersiaplah jika api hitamku menyambarmu."


Fang Yin tersenyum jahat pada Kaisar Ning.


"Putri Gu! Mari kita selesaikan masalah ini dengan baik. Aku akan menyerahkan tahtaku padamu dan mengatakan kebenaran tentang dirimu pada semua orang. Tidak ada gunanya kamu mengurungku di sini, Putri," bujuk Kaisar Ning.


Fang Yin tersenyum miring lalu menatapnya dengan pandangan mengejek.


"Kamu pikir aku percaya padamu. Aku bukanlah ayah yang begitu mudah kamu bujuk dengan kata manismu. Kamu juga akan tetap mempertanggungjawabkan ucapanmu tetapi tidak sekarang." Fang Yin berbicara dengan lantang.


"Tidak akan ada yang percaya padamu jika aku mati. Saksi kunci dari semua kebenaran tentangmu adalah diriku. Jika bukan aku yang bicara maka tidak akan ada orang yang percaya padamu." Kaisar Ning terus meyakinkan Fang Yin dengan kata-katanya uang tidak berguna.


"Hahaha!" Fang Yin tertawa mendengar ucapan Kaisar Ning yang menurutnya sangat konyol. Dia seperti sedang membujuk anak kecil yang tidak tahu apa-apa.


"Memangnya siapa dirimu? Kamu pikir semua orang itu bodoh dan buta. Sungguh percaya diri sekali dirimu yang menganggap diri sendiri sebagai orang yang paling penting dalam kehidupanku. Apakah kamu lupa sepuluh tahun lalu kamu menghabisiku dengan sangat kejam?" Fang Yin menatap tajam Kaisar Ning.


Pria itu mencoba untuk berpikir. Dia tidak menyangka jika Fang Yin begitu pintar dan tidak terpengaruh oleh ucapannya.


"Kalau aku mau aku bisa membunuhmu sekarang, Paman. Tetapi rasanya kematian adalah hukuman yang terlalu ringan menurutku. Aku bukan orang yang suka berbelas kasih pada penjahat." Fang Yin kembali berbicara.


Kaisar Ning membelalakan matanya. Kali ini dia benar-benar merasa telah kehilangan akal.


Kurungan di dalam formasi sembilan matahari ini tidak selamanya. Fang Yin akan mengeluarkan Kaisar Ning dari sana sesegera mungkin. Energi yang mengisi sembilan titik formasi memiliki batas di mana mereka bisa melemah.


Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan setelah ini, Fang Yin melompat masuk ke tengah formasi menyusul Kaisar Ning. Pemandangan ini membuat Jian Heng terkejut. Dia belum bisa mengikuti jalan pikiran Fang Yin.

__ADS_1


Sepintas dia merasa khawatir pada kekasihnya itu mengingat dia sering bersikap sembrono. Terkadang Fang Yin juga tidak memperhitungkan sesuatu yang buruk dan memikirkan bahaya apa yang ada di depannya.


"Yin'er! Berhati-hatilah!" pekik Jian Heng. Dia tidak kebal terhadap api hitam sehingga tidak mungkin untuk menyusul Fang Yin. Satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah melihat apa yang dilakukan oleh Fang Yin dari tempatnya berdiri saat ini.


Fang Yin menjawab seruan Jian Heng dengan anggukan.


Kaisar Ning merasa ada kesempatan untuk menyerang Fang Yin saat melihatnya masuk ke tengah formasi dan berdiri tepat di hadapannya. Tubuhnya mulai diselimuti oleh aura energi dan siap untuk menyerang.


"Waspada sekali kamu, Paman. Tidak perlu terlalu tegang. Aku sedang tidak ingin bertarung." Fang Yin tidak mengeluarkan auranya tetapi tangannya telah siap dengan jurusnya.


Dari depan dia terlihat santan dengan kedua tangan yang tersembunyi di balik punggungnya. Wajahnya juga terlihat tidak serius dan menganggap apa yang dilakukan oleh Kaisar Ning main-main.


"Aku akan membunuhmu, Yin'er! Terlalu banyak hal yang telah kukorbankan untuk negeri ini tetapi aku tetaplah menjadi pelayan ayahmu. Baru sekejap aku merasa dimuliakan. Ini tidak sebanding dengan kerja keras yang aku lakukan untuk mendapatkannya." Kaisar Ning menyerang Fang Yin dengan lemparan energi yang keluar dari tangannya.


Fang Yin mendorong tangannya ke depan untuk menyongsong energi itu tetapi bukan untuk membalas dengan energi yang sama. Telapak tangan Fang Yin terbuka dan menyerap semua energi yang dilepaskan oleh Kaisar Ning.


Tidak ada ledakan atau sesuatu yang timbul hingga Kaisar Ning merasa heran. Di masa lalu Jurus Napas Naga tidak digunakan untuk menyerap energi lawan. Namun, kali ini Fang Yin menggunakannya untuk itu dengan tingkatan yang sangat tinggi.


"Kurang ajar! Itu belum seberapa, rasakan ini!" Kaisar Ning kembali menyerangnya.


"Hmmh. Energimu begitu kecil tetapi kamu terlalu sombong." Fang Yin tidak bergeming dari tempatnya.


Setelah roh naga api terlepas dari tubuh Kaisar Ning, kekuatannya berkurang sangat banyak. Dia hanya memiliki batas kekuatan yang jauh berada di bawah kekuatannya yang sebelumnya karena sebagian telah lebur saat pelepasan rih naga api.


Serangan demi serangan yang dilepaskan oleh Kaisar Ning terus terserap ke dalam tubuh Fang Yin hingga membuatnya merasa sangat kelelahan. Sedikit saja tenaga yang tersisa di dalam tubuhnya dan membuatnya berdiri dengan payah.


Pada titik ini Fang Yin maju ke depan dan menyegel energinya. Setelah ini, Kaisar Ning tidak bisa mengeluarkan tenaga lagi untuk menyerangnya.


Merasa tidak ada bahaya yang mengancamnya lagi, Fang Yin membuka formasi sembilan matahari yang mengurung mereka. Hukuman yang sebenarnya belum dia lakukan. Dia ingin seluruh penduduk ibukota menyaksikannya setelah perang berakhir.


Fang Yin menjentikkan jarinya lalu muncullah sebuah tali yang menggantung di udara. Dia lalu mengarahkan tali itu pada Kaisar Ning dan mengikatkannya tanpa menyentuhnya.


Kaisar Ning meronta-ronta dan terus berteriak. Namun, itu tidak berlangsung lama karena Fang Yin segera menyumpal mulutnya dengan tali yang mengikat mulutnya hingga tidak bisa terbuka lagi.


"Apa yang akan kita lakukan lagi setelah ini, Yin'er?" Jian Heng benar-benar terlihat seperti orang bodoh yang tidak mengerti apa-apa. Jalan pikiran Fang Yin sulit untuk ditebak, hanya sorot dendam yang tampak jelas di wajahnya.


"Itu bagus. Kita tidak tahu mana pendukung Kaisar Ning dan mana orang yang bersifat netral. Sebenarnya membunuhnya pun tidak masalah tapi semua itu tergantung padamu."


"Aku akan menghabisi seluruh keluarga Kaisar Ning seperti dia menghabisi keluargaku." Fang Yin mengepalkan tangannya dengan kuat.


Fang Yin dan Jian Heng keluar dari ruangan itu dan membawa serta Kaisar Ning. Di luar ruangan itu tampak beberapa pengawal istana dan para dayang. Mereka berteriak histeris dan mencari tempat untuk bersembunyi. Namun, para pengawal yang memiliki segel pengendali dari Fang Yin menangkapnya.


Pengawal itu melakukannya di luar kemauannya. Segel pengendali di tubuhnyalah yang menggerakkan mereka untuk melakukan apa yang diinginkan oleh Fang Yin.


"Yin'er. Bagaimana bisa mereka melakukan penangkapan pada temannya sendiri dan bertarung melawan timnya?" Jian Heng merasa heran.


"Beberapa waktu lalu aku menyusup ke istana ini dan menanamkan segel pengendali di tubuh mereka. Sekarang aku benar-benar mengendalikan mereka dan membagi energiku untuk membantu mereka menyelesaikan tugas yang kuberikan."


Jian Heng mengangguk. Dia tidak menyangka jika Fang Yin memiliki taktik yang cukup berguna.


Fang Yin mengikat tubuh Kaisar Ning di tengah alun-alun yang berada di samping istana. Penduduk yang bertahan di ibukota mulai berdatangan untuk melihatnya. Tidak banyak yang memiliki keberanian untuk tetap bertahan di sana.


Tidak lama kemudian pengawal istana membawa permaisuri Ning dan mengikatnya di samping Kaisar Ning.


"Paman dan bibi Ning, aku masih memiliki kejutan untuk kalian tetapi aku harus menyelesaikan dulu urusanku di medan perang. Nikmatilah waktu santaimu sejenak sebelum aku kembali." Fang Yin melompat ke udara dan bersiap untuk meninggalkan tempat itu.


Meskipun ada beberapa pengawal yang berada di dalam kendalinya tetapi Fang Yin tidak lantas percaya. Dia tidak ingin meninggalkan musuh besarnya itu tanpa penjagaan yang kuat. Untuk tugas ini dia membutuhkan Yang Hui.


Hanya butuh satu tarikan nafas untuk mengeluarkan roh pendamping itu dari dalam tubuhnya. Saat ini tidak ada batasan lagi di antara mereka. Yang Hui tidak sanggup untuk menentang perintah Fang Yin dan itu tidak mungkin dia lakukan.


Binatang roh sekuat apapun tidak akan sanggup untuk melawan seorang Dewi Naga meskipun dia adalah binatang roh legenda yang telah hidup selama ribuan tahun.


"Yang Hui! Jaga tempat ini selama aku pergi! Kamu bebas membunuh siapapun dengan caramu bagi siapa saja yang berani menghalangiku."


"Baik, Putri!"


Yang Hui melayang-layang di udara dengan sorot mata tajam yang terus mengawasi sekitar. Tubuhnya yang berwarna kuning keemasan terlihat berkilauan diterpa oleh sinar matahari yang meredup di ufuk barat.


Fang Yin dan Jian Heng melompat di ketinggian melintasi ruang dengan sangat cepat. Tanpa menggunakan teknik teleportasi pun mereka bisa mencapai tempat tujuan dalam waktu singkat.

__ADS_1


Bau anyir darah dan kepulan asap yang terguyur hujan terbawa angin dan menyebar hingga di kejauhan. Suasana di medan perang tidak sekacau sebelumnya. Prajurit musuh berhasil dimusnahkan tanpa sisa.


Pasukan Kaisar Ning yang berasal dari dunia bawah lari tunggang langgang meninggalkan medan perang. Kini hanya tinggal pasukan Fang Yin yang meneriakkan kemenangan ketika melihatnya datang.


Ning Yao Xi dan Ning Mu Shen terikat dalam keadaan tak sadarkan diri dengan luka yang memenuhi sekujur tubuhnya. Setelah kepergian Jian Heng, mereka berada di tangan Huang Ran dan Da Xia.


Hujan badai perlahan berhenti setelah perang usai. Para pemimpin membawa pasukan untuk berkumpul dan memberikan pengobatan untuk para korban yang terluka dalam peperangan.


Fang Yin dan Jian Heng berjalan menghampiri mereka dengan penuh kepedulian. Mereka memberikan pil pemulih tenaga kepada mereka dan membagikannya secara langsung.


Shu Han Wu dan Gu Tian Feng pun melakukan hal yang sama. Mereka memiliki cadangan pil yang lebih dari cukup untuk dibagikan. Sebelum perang terjadi, mereka membuat pil dalam jumlah yang sangat banyak.


Berbeda dengan manusia, makhluk dari dunia bawah memulihkan energinya dengan mengambil esensi dari tubuh pasukan yang telah mati. Mereka juga menyerap kekuatan jiwa ketika mendapati pasukan itu masih bernyawa.


Medan perang itu terlihat sangat mengerikan dengan seluruh pasukan Kaisar Ning yang mati tak bersisa.


Ada segelintir kultivator yang berhasil melarikan diri dari medan perang. Meskipun selamat, mereka pasti akan berpikir ribuan kali untuk kembali melakukan perlawanan pada Fang Yin.


Acong terluka cukup parah. Meskipun dia begitu hebat, dirinya tetaplah seorang anak-anak yang belum bisa memperhitungkan bahaya yang mendekatinya. Raja Iblis Api berusaha menyembuhkannya tetapi pengobatan dengan caranya tidak begitu membantu.


Di dalam tubuh Acong memiliki sisi manusia yang tidak bisa menerima energi tertentu dari Raja Iblis Api. Acong berusaha duduk dengan tenang meskipun rasa sakit terus menderanya. Raja Iblis Api terus mengalirkan energi untuknya agar Acong tetap sadar.


Fang Yin yang berjalan berkeliling akhirnya berhenti di tempat Acong berada.


"Ibu angkat!" seru Acong dengan suara lemah.


"Anak yang malang."


Raja Iblis Api menggeser tubuhnya untuk memberi kesempatan pada Fang Yin duduk di belakang Acong. Tubuh Acong hampir tumbang ketika Raja Iblis Api melepaskan energinya. Dengan gerakan cepat Fang Yin segera menempelkan telapak tangannya dan memberikan energinya.


Keadaan tubuh Acong perlahan membaik dengan energi pengobatan dari Fang Yin. Namun, kondisinya terbilang tidak normal. Dia adalah seorang manusia setengah iblis yang memiliki kedua sifat yang berpadu membentuk sifat baru yang sulit dipahami dengan logika.


Kekuatannya yang besar dibarengi dengan sifat-sifat buruk pada dirinya yang berusaha dia tekan. Meskipun tidak ingin, Acong tetap memiliki keburukan itu.


Energi Fang Yin terus masuk ke tubuh Acong. Keanehan mulai terjadi ketika Acong tidak kunjung berhenti menyerap energi itu.


"Luka yang parah di tubuhmu membutuhkan energi yang besar untuk menutupnya. Ambil ini semoga bisa sedikit membantu." Fang Yin memberikan kristal energi yang berisi esensi energi dari tubuhnya.


Setelah ini Fang Yin akan kehilangan banyak energi tetapi itu tidak masalah buatnya. Daya pemulihan Fang Yin sangat cepat dan dia mampu menyerap energi sambil melakukan aktifitas lainnya.


"Ini akan menyakitkanmu, Ibu angkat." Acong tampa ragu-ragu untuk menerimanya.


"Kupikir kamu mengenal siapa diriku. Ambillah!"


Acong akhirnya mengambil kristal itu lalu menelannya. Tubuhnya mengeluarkan cahaya terang sesaat lalu meredup seiring dengan aliran energi yang mengalir di tubuhnya. Wajahnya yang terlihat pucat kini sudah terlihat biasa.


Rasa bergejolak di dalam perutnya membuatnya bergegas untuk bangkit dan pergi dengan cepat dari hadapan Fang Yin. Apa yang dilakukannya terlihat tidak sopan tetapi Fang Yin tahu jika dia tidak bermaksud begitu.


Di kejauhan terlihat Acong sedang menatap ke langit dengan tangan yang sedikit terbuka di kedua sisi tubuhnya. Api yang sangat besar keluar dari dalam mulutnya saat bersendawa.


Fang Yin dan Raja Iblis Api saling berpandangan lalu tersenyum. Setelah bersendawa Acong akan merasa lebih baik.


"Terimakasih, Nona Yin. Kamu telah mengorbankan dirimu untuk menyembuhkan Acong." Raja iblis api menyatukan kedua tangannya di hadapan Fang Yin.


"Ini bukan sesuatu hal yang besar. Acong hampir saja kehilangan nyawanya untukku. Semua yang kulkukan tidaklah sebanding."


Acong kembali ke hadapan Fang Yin dan Raja Iblis Api dengan kondisi yang berbeda dari sebelumnya. Tubuhnya terlihat sangat baik dengan aura pekat yang menyelimuti tubuhnya. Esensi energinya meningkat tajam setelah menelan kristal energi Fang Yin.


Jian Heng berjalan di kejauhan dengan tergesa. Dari raut wajahnya terlihat sedang dirundung kecemasan. Mereka bertiga bersiap untuk menyambut kedatangannya dengan rasa penasaran yang berkecamuk.


"Kak Heng, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Fang Yin dengan wajah yang terlihat panik.


****


Bersambung ....


Kak numpang promo novel karya temanku, ya. Semoga berkenan mampir, terimakasih.


__ADS_1


__ADS_2