Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 272. Merasa Bimbang


__ADS_3

Ketiga anggota Sekte Seruling Maut pergi meninggalkan Fang Yin dan Huamei. Mereka berjalan memasuki ruangan yang tidak terlihat dari luar karena saat ini mereka berada di halaman yang berada di depan sebuah aula.


"Xiao Yin, aku takut," bisik Huamei ketika melihat api yang mengelilinginya.


Fang Yin melihat ke bawah. Dia tau elemen dan struktur segel mantra yang mengurung mereka. Sebenarnya dia bisa saja membatalkannya, tetapi itu pasti akan menjadi masalah. Saat ini yang harus dia lakukan adalah bersabar untuk mencari kesempatan.


"Kita ikuti saja aturan mainnya. Jangan melanggar apa yang mereka perintahkan!" ucap Fang Yin mencoba menenangkan Huamei.


Setelah menunggu beberapa saat lamanya, akhirnya anggota Sekte Seruling Maut pun berdatangan. Mereka berbondong-bondong datang dan berdiri mengelilingi Fang Yin dan Huamei.


Huamei memperhatikan satu persatu orang yang datang, tetapi dia tidak melihat Xiao Peng. Jantungnya berdebar-debar merasa takut jika ternyata suaminya bukan anggota Sekte Seruling Maut. Keringat dingin mulai muncul membasahi tubuhnya dan membuatnya tidak bisa berpikir dengan jernih, untung saja ada Fang Yin yang membantunya menjaga putranya, jika tidak dia pasti akan lebih ketakutan lagi.


Ketiga orang yang membawa Fang Yin dan Huamei ke sana berdiri bersama para anggota Sekte Seruling Maut yang lain. Namun, mereka hanya diam saja dan tidak melakukan sesuatu apapun.


Entah siapa yang mereka tunggu, semua orang yang ada di sana tidak ada satupun yang bersuara. Seorang pria datang menyibak kerumunan lalu berhenti di depan Huamei. Pria itu memiliki sorot mata yang tajam dan terlihat kejam. Dia adalah orang kepercayaan Ketua Sekte Yao Zhihuan yang bernama Yao Lang.


"Siapa yang memiliki bayi itu?" tanya Yao Lang sambil menatap ke arah Fang Yin dan Huamei secara bergantian.


Huamei mengangkat tangannya dan berkata jika dirinya yang memiliki bayi itu. Yao Lang melihatnya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tanpa berkomentar apa-apa, dia kemudian melanjutkan pertanyaannya.


Dia bertanya pada Huamei, apakah ada di antara barisan para pria yang berdiri di hadapannya. Yao Lang meminta para pria maju satu persatu ke hadapannya dan meminta Huamei untuk mengenali wajah mereka.


Ada lebih dari lima puluh pria yang maju ke hadapannya, tetapi suaminya bukan salah satu dari mereka. Yao Lang menatap Huamei dengan heran. Hanya tinggal tiga orang pria yang belum ditanyakan kepada Huamei yaitu dirinya, ketua Yao Zhihuan dan putranya Yao Lin Feng.


Seluruh orang yang ada di sana merasa tegang, begitu juga dengan Fang Yin dan Huamei. Hanya tinggal dua pilihan saja karena Yao Lang tidak pernah bertemu dan mengenal Huamei.


"Jika bukan salah satu dari kami atau Ketua Sekte dan putranya, mungkin suami kamu sudah tidak ada. Aku tidak bisa memutuskan masalah ini. Mari kita tunggu Ketua Sekte dan putranya datang." Yao Lang terlihat sangat tegang.


Anggota klannya tidak mungkin salah mengenali orang. Bayi itu memang memiliki darah Klan Yao. Yang menjadi permasalahannya kali ini adalah siapa ayah dari bayi ini.


Seingat Yao Lang tidak ada pernikahan selama setahun ini. Tidak ada juga anggota Sekte Seruling Maut yang mati. Masalah rumit ini membuat semua orang yang berada di sana terlihat ketakutan. Mereka membayangkan kemarahan Ketua Sekte Yao Zhihuan ketika menemukan pelanggaran ini.


Anggota Klan Yao memiliki tradisi pernikahan di mana seorang laki-laki dari klannya yang menikahi wanita di luar klan harus membawa setidaknya dua nyawa untuk mengesahkan wanita itu sebagai anggota Sekte Seruling Maut.


Di kejauhan terlihat dua orang pria berjalan menuju ke kerumunan. Orang-orang yang berkerumun menyingkir untuk memberi jalan pada keduanya. Yao Lan menunduk memberi hormat pada keduanya ketika mereka telah sampai di hadapannya.


Huamei berdiri mematung memandangi salah seorang dari mereka. Matanya tak berkedip memandang wajahnya dan bibirnya bergumam tanpa suara. Dia sangat mengenali pria itu meskipun dia masih menunduk dan belum melihat ke arahnya.


Fang Yin melihat perubahan ekspresi Huamei. Dia sangat yakin jika salah satu dari mereka adalah orang yang dia cari. Kedua pria itu sangat mirip, hanya perbedaan warna rambut keduanya saja yang berbeda.


Tidak ada yang aneh di dalam dunia kultivasi tentang wujud fisik seseorang. Meskipun usia mereka sangat tua, akan terlihat muda jika memiliki tingkat kultivasi yang tinggi. Mereka bisa melawan hukum alam dan tetap terlihat awet muda.


"Apakah wanita itu sudah menemukan suaminya?" tanya Ketua Sekte Yao Zhihuan.


"Belum, Tuan." Yao Lang menjawab dengan terus menunduk. Dia tidak berani menatap wajah Yao Zhihuan maupun Yao Lin Feng.


Yao Zhihuan dan Yao Lin Feng merasa terkejut mendengar jawaban Yao Lang. Mereka melihat ke dalam penjara api dan mengamati dengan jelas kedua wanita yang berada di sana.


Yao Lin Feng terperanjat saat melihat Huamei. Detak jantungnya terasa seakan terhenti dan tubuhnya berada di ambang kesadaran. Dia merasa bingung mengapa ada dua orang wanita di hadapannya dan yang membawa bayi bukan Huamei.


Perubahan ekspresi dari Yao Lin Feng mengundang perhatian Yao Zhihuan. Sebagai seorang ayah dia mengerti jika putranya sedang memandang seorang wanita dengan cara yang berbeda.


Yao Lin Feng berjalan mendekati penjara api dan memastikan jika wanita yang ada di dalamnya benar-benar Huamei. Jika benar dia adalah istrinya dia pasti mengenalinya meskipun bukan sebagai Yao Lin Feng tetapi sebagai Xiao Peng.


"Xiao Peng," bisik Huamei lirih. Air matanya jatuh berderai ketika melihat pria yang dicintainya berdiri di hadapannya. Hampir saja dia melangkah maju dan melanggar lingkaran api yang mengelilingi mereka jika Fang Yin tidak menariknya.


Yao Lin Feng menunduk tidak berdaya. Selama ini dia menutupi keberadaan istrinya dari klannya dan merahasiakan pernikahan mereka dari keluarganya. Huamei berasal dari Klan Luo yang sejak dahulu menjadi musuh bebuyutan Klan Yao.


Keduanya memiliki idealisme yang berbeda dengan aliran kepercayaan yang berseberangan. Baik Klan Luo maupun Klan Yao tidak pernah menginginkan perdamaian dan sepakat untuk menjalani kehidupan mereka masing-masing tanpa saling mencampuri.


Sudah lebih dari sepuluh tahun tidak ada perselisihan di antara keduanya. Yao Lin Feng tidak ingin pernikahannya dengan Huamei menjadi pemicu peperangan di antara keduanya.


"Apakah kamu mengenal dua wanita ini?" tanya Yao Zhihuan.


Suaranya tidak terlalu keras tetapi terdengar sangat mengejutkan bagi Yao Lin Feng.

__ADS_1


"Aku mengenal salah satu dari mereka, Ayah," jujur Yao Lin Feng.


Huamei merasa sedikit lega karena suaminya tidak menyanggah jika mereka saling mengenal. Fang Yin pun merasakan hal yang sama meskipun ini baru awalan saja.


"Katakan dengan jelas apa yang terjadi! Meskipun kamu adalah putraku, kamu tetap memiliki perlakuan yang sama seperti anggota sekte yang lain." Yao Zhihuan menatap wajah putranya dengan lekat. Tatapan tegasnya membuat siapapun yang ada di hadapannya menjadi ciut nyali.


Yao Lin Feng mengangguk. Dia tidak berani melihat ke arah ayahnya karena setelah ini keadaan akan menjadi rumit. Dia seakan memakan buah simalakama yang membuatnya menjadi serba salah.


"Lin Feng!" seru ayahnya dengan nada yang sedikit tegas. Dia ingin putranya itu segera mengatakan apa yang dia ketahui tentang wanita ini.


"Ini tentang kejadian kira-kira setahun yang lalu ayah. Aku pergi bersama paman Lang untuk menjalankan misi mengambil zirah mata dewa ...." Yao Lin Feng menceritakan awal pertemuannya dengan Huamei hingga kebaikan wanita itu yang membawanya pulang ke rumahnya ketika dia sedang terluka parah.


Yao Lin Feng menceritakan semua kejadian yang dia alami hingga kejahatan yang dia lakukan pada kedua orang tua Huamei. Dia tidak peduli jika istrinya itu akan membencinya karena saat itu dia memang benar-benar membutuhkan inti roh untuk bertahan hidup.


Huamei merasa syok mendengarkan cerita Yao Lin Feng. Pria yang selama ini dia cintai ternyata sangat kejam dan tega membunuh kedua orang tuanya. Otot-ototnya terasa lemas dan tidak bisa berdiri dengan benar, dia bersandar dan menangis di bahu Fang Yin.


Fang Yin mengusap lembut bahunya mencoba untuk menenangkannya. Dia tahu ini sangat berat. Di satu sisi dia sangat menyayangi suaminya tetapi di sisi lain dia mengecam kekejamannya yang telah tega membunuh keluarga orang yang telah menyelamatkannya. Apapun alasannya, apa yang dilakukan oleh Yao Lin Feng tidaklah benar.


Yao Lin Feng terus melanjutkan ceritanya hingga hari kepulangannya. Semua orang terkejut dengan kisah cinta antara dua kubu yang tidak sejalan ini. Mereka tidak menyangka jika Yao Lin Feng menyimpan rahasia yang besar tentang pernikahannya.


Ketua Sekte Yao Zhihuan diam terpaku mendengar kejujuran putranya. Dia tidak bisa berpikir dengan jernih untuk mengambil keputusan tentang masalah ini. Dari segi peraturan sekte pernikahan mereka telah sah karena telah mengorbankan dua jiwa untuk mengukuhkan hubungannya dengan wanita di luar sekte. Namun, dia tetap bersalah karena tidak mengatakan masalah ini padanya.


Andai tidak ada bayi itu, mungkin rahasia pernikahan keduanya tidak akan terkuak dan Huamei juga bisa hidup dengan nyaman di klannya. Takdir berkata lain, semua yang terjadi di dalam kehidupan ini tidak bisa dikendalikan oleh manusia.


Ketua Sekte Yao Zhihuan memadamkan penjara api. Dalam hitungan detik bayi Huamei telah berpindah ke tangannya. Fang Yin telah mendekapnya dengan erat tetapi kekuatan Yao Zhihuan telah menariknya tanpa disadari oleh siapapun.


Bayi Huamei masih terjaga ketika berada di gendongan Yao Zhihuan. Yao Lin Feng datang menghampiri bayinya dan melihatnya dari dekat. Wajahnya terlihat sangat mirip dengan keduanya karena mereka memiliki darah yang sama.


Huamei masih menangis di pelukan Fang Yin. Hatinya benar-benar hancur dan sulit untuk menerima kenyataan hidupnya. Dia sangat merasa bersalah pada kedua orang tuanya, secara tidak langsung dia adalah orang yang menyebabkan kematian mereka.


"Maafkan aku, Ayah." Yao Lin Feng tertunduk lesu di hadapan Yao Zhihuan.


"Kamu ingin aku memaafkanmu?" tanya Yao Zhihuan dengan tatapan tegasnya.


"Bunuh wanita itu!" pekik Yao Zhihuan sambil menunjuk ke arah Huamei.


Fang Yin terbelalak mendengar perintah pria keji itu. Seketika itu juga dia kehilangan kendali. Kilat amarah terlihat jelas di matanya. Terlepas apakah Yao Lin Feng akan melakukan perintah ayahnya atau tidak, hatinya tidak bisa menerima perlakuan Yao Zhihuan.


"Tidak salah jika orang-orang menyebut kalian iblis! Wanita ini dengan susah payah mempertahankan bayinya dari kekejaman klannya dan berlari kemari untuk mengharapkan perlindungan, tapi apa yang dia dapat? Hemh, kekejaman yang sama. Apakah di dunia ini memang sudah tidak ada keadilan?" Fang Yin berbicara lantang di hadapan Ketua Sekte.


Huamei berusaha untuk mencegah dan tidak ingin melibatkannya dalam masalah ini, tetapi Fang Yin malah melompat ke dalam api dan masuk ke dalam masalah Huamei.


"Xiao Yin, pergilah! Aku akan meminta mereka untuk membebaskanmu. Semua ini adalah kesalahanku, biar aku sendiri yang menanggungnya," ucap Huamei sambil menarik tubuh Fang Yin untuk menjauh.


Fang Yin tidak bergeming, dia tetap pada pendiriannya. Sebelum Huamei mendapatkan keadilan dia tidak akan menyerah. Apapun yang terjadi nantinya, dia tidak akan membiarkan kejahatan mereka terus berlanjut.


"Diamlah!" Fang Yin membentak Huamei dengan lantang. Dia tidak suka orang yang lemah meskipun dia adalah seorang wanita.


Suasana di tempat itu menjadi tegang. Seluruh anggota Sekte Seruling Maut tidak berani bersuara sedikitpun. Mereka merasa takut dengan keadaan yang akan terjadi setelah ini.


Saat ini Fang Yin menatap Yao Lin Feng dengan lekat. Dia merasa jika pria di hadapannya itu sangat lemah. Tangannya terasa gatal ingin sekali menghajarnya dan membuatnya bersujud di kaki Huamei.


"Hai, Pria Brengsek! Apakah kamu juga berhati iblis seperti ayahmu? Ku akui wajahmu memang tampan tetapi hatimu busuk! Aku pastikan sifatmu yang kejam ini tidak akan menurun pada putramu yang baik ini. Dia dilahirkan penuh cinta dan kasih sayang. Anak yang tahu bagaimana sulitnya ibunya mempertahankan kehidupannya. Lalu apa yang sudah kamu lakukan?" Fang Yin menyerang Yao Lin Feng dengan bermain kata-kata.


Yao Lin Feng tidak menjawab sepatah katapun. Dia tahu apa yang dia lakukan adalah salah, baik di mata Huamei ataupun ayahnya. Dalam hal ini dialah yang pantas untuk dipersalahkan.


"Aku katakan satu hal lagi. Saat aku bertemu istri dan anakmu, mereka sedang dalam kepungan klannya. Mereka adalah buronan karena telah mengandung anakmu. Jika aku tidak datang tepat waktu, aku pastikan jika kamu tidak akan bertemu dengan mereka saat ini. Lalu apa gunanya aku menyelamatkan mereka jika sesampainya di sini kalian akan membunuhnya. Tahu begini aku biarkan saja mereka berdua mati." Fang Yin meluapkan kekesalannya.


Yao Zhihuan dan semua orang yang ada di sana turut mendengarkan cerita Fang Yin, begitu juga dengan Yao Lang. Saat dalam misi, dia berpikir jika Yao Lin Feng telah mati karena mereka sama-sama terluka parah. Jika bukan karena diselamatkan oleh Huamei, mungkin dia sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Yao Lang pun memberanikan diri untuk berbicara pada Yao Zhihuan tentang keadaannya dan keadaan Yao Lin Feng saat dalam misi. Mereka terluka parah setelah bertarung dengan penjaga zirah mata dewa. Bisa dipastikan Yao Lin Feng tidak akan selamat tanpa Huamei.


Tentang kematian kedua orang tua Huamei, Yao Lang pun meminta maaf padanya. Saat itu dia pun melakukan hal yang kejam seperti yang dilakukan Yao Lin Feng untuk bertahan hidup. Dia memakan jiwa orang yang sedang mencari kayu bakar di sekitar tempat persembunyiannya.


Meskipun Yao Zhihuan sangat kejam, tetapi dia masih memiliki sedikit sisi kemanusiaan. Setelah mendengar cerita dari Fang Yin dan Yao Lang, dia memikirkan untuk mengurangi hukuman Huamei dan Yao Lin Feng.

__ADS_1


Beberapa kali Yao Zhihuan memandangi wajah cucunya, hatinya menjadi trenyuh saat melihatnya begitu mirip dengannya. Aura energi yang dimilikinya pun terasa sangat berbeda, darah kedua klan yang mengalir di tubuhnya menghasilkan perpaduan yang sangat luar biasa.


Dia tidak bisa membayangkan jika dirinya kehilangan cucunya. Matanya yang jernih seakan tidak memiliki dosa. Hati Yao Zhihuan kian melembut setelah memandangi wajah tampan cucunya.


"Sepertinya dia lapar." Yao Zhihuan menyerahkan bayi Huamei padanya. Secara tidak langsung dia memintanya untuk menyusui bayi itu. Sikapnya tidak terlihat kejam seperti sebelumnya.


Huamei menerima bayinya dan menyusuinya sambil menggendongnya. Dia berpikir jika saat ini adalah saat-saat terakhir bersama bayinya. Huamei menangis tergugu.


Fang Yin berhenti bicara tetapi belum hilang kemarahannya. Saat ini dia masih menaruh dendam pada ayah dan anak yang berdiri dihadapannya.


Yao Lin Feng berjalan mendekati ayahnya. Sesampainya di hadapannya, dia menjatuhkan diri untuk berlutut. Masalah yang terjadi adalah kesalahannya, dia adalah penyebab kekacauan ini.


"Ayah, hukum aku saja. Biarkan anak dan istriku hidup. Aku telah mengambil nyawa kedua orang tuanya. Sekarang hanya aku dan anak kami keluarganya. Jika ayah menginginkan kematian, maka bunuhlah saja aku. Seharusnya aku telah mati setahun yang lalu jika bukan karena Huamei dan keluarganya." Yao Lin Feng meneteskan air matanya saat memohon pada ayahnya.


Fang Yin merasa terharu dengan apa yang dilakukan oleh Yao Lin Feng, tetapi dia tidak ingin merasa senang dulu karena Yao Zhihuan belum mengumumkan secara resmi apakah dia membatalkan hukuman mati untuk Huamei.


"Bangunlah! Aku akan memikirkan hukuman yang pantas untuk kalian setelah ini. Kamu membuat kepalaku seperti mau pecah." Yao Zhihuan berjalan menuju aula lalu duduk di kursi kebesarannya.


Semua orang mengikutinya dan berdiri pada tempatnya. Tinggal Fang Yin, Yao Lin Feng, dan Huamei yang sedang menyusui bayinya di halaman itu. Mereka berempat menjadi pusat perhatian seluruh anggota sekte yang berada di dalam aula.


"Huamei ... aku mohon maafkan aku. Aku terpaksa membunuh orang tuamu. Kamu bisa membalaskan dendam padaku jika kamu mau. Aku menyesali kesalahanku. Kamu bisa hidup bahagia tanpaku, aku hanyalah suami tidak bertanggung jawab yang menelantarkan anak dan istrinya." Yao Lin Feng memohon kepada Huamei tetapi dia tidak berlutut.


Pantang bagi seorang Klan Yao berlutut di hadapan wanita. Itu adalah aturan tidak tertulis yang tidak bisa di langgar.


Huamei tidak menjawab. Hatinya masih terlalu sakit. Semua yang terjadi padanya begitu kompleks dan mengejutkan untuknya. Saat ini hatinya telah hancur berkeping-keping. Dia tidak tahu apakah dia bisa mencintai Yao Lin Feng lagi atau tidak setelah ini.


Sebuah kata maaf mungkin tidak akan mengembalikan keadaan seperti sedia kala, tetapi sebuah kesalahan akan terhapus setelah maaf itu diterima. Tidak mudah bagi Huamei untuk memaafkan Yao Lin Feng.


"Biar aku bawa bayimu, sekarang kalian selesaikan masalah kalian. Pikirkan jalan terbaik untuk kalian kedepannya." Fang Yin mengambil bayi Huamei.


Huamei membuang muka ke arah lain ketika Yao Lin Feng maju ke hadapannya. Hatinya terhimpit oleh perasaan campur aduk yang membuatnya merasa bimbang. Perasaan marah, benci, sayang dan rindu bersatu padu dalam dirinya. Dia tidak tahu rasa mana yang paling dominan.


"Xiao Peng, aku tidak tahu siapa nama kamu yang sebenarnya. Aku tidak tahu berapa banyak kamu membohongiku. Dan aku juga tidak tahu apakah semua yang kamu katakan selama ini sebuah kebohongan atau hal yang sebenarnya. Hidupmu penuh kebohongan, Xiao Peng. Namun, aku tidak pernah menyesal dengan semua yang kulakukan padamu. Aku percaya suatu saat nanti ketulusanku ini akan berbuah manis." Suara Huamei terdengar serak dan berat karena terlalu lama menangis. Sesekali dia masih menyeka air matanya yang mengalir tanpa permisi.


"Huamei ... aku memang seorang pria yang kejam dan berhati iblis. Tapi ketahuilah aku tidak berniat untuk menyakitimu. Aku benar-benar mencintaimu dan tidak pernah membohongimu tentang semua yang aku katakan. Aku tetap menganggap pernikahan kita adalah suci. Kita memiliki hak dan kewajiban sebagai sepasang suami istri dan bayi kita adalah anak yang sah." Yao Lin Feng berbicara penuh kesungguhan.


"Anggap saja aku percaya padamu dan aku tidak akan memperpanjang masalah ini. Aku akan pergi dari sini membawa bayi kita. Mungkin lebih baik kita tidak saling mengenal dan menjadi orang asing setelah ini, tetapi sebelum aku pergi, kamu berhak untuk memberi nama putramu dan menyematkan margamu." Huamei membuat keputusan untuk hubungan mereka ke depannya.


Yao Lin Feng terlihat sangat sedih dengan keputusan Huamei. Namun, untuk menghadapi seorang wanita yang sedang marah, dia tidak bisa memaksakan kehendaknya. Malam ini tentunya Huamei masih bermalam di sana, dia akan membujuknya lagi esok pagi.


"Apakah kamu akan setuju jika aku memberinya nama Yao Han Luo?" tanya Yao Lin Feng.


Huamei mengangguk dia tidak memiliki pilihan lain untuk nama putra mereka. Siapapun namanya, bayi itu tetap akan dia bawa pergi dari Sekte Seruling Maut tanpa ayahnya.


Yao Lin Feng berjalan mendekati ayahnya dan mengatakan apa yang diinginkan oleh Huamei. Dia memohon pada ayahnya untuk membiarkan anak dan istrinya pergi dari sekte itu dan hidup bebas.


Yao Zhihuan tidak langsung menyetujui permintaan Yao Lin Feng. Dia meminta waktu untuk memikirkannya. Dia baru akan memberikan keputusannya esok hari.


Huamei meminta pendapat Fang Yin tentang masalah ini dan Fang Yin pun tidak keberatan jika mereka tinggal di Sekte Seruling Maut malam ini. Dalam hati Fang Yin berpikir untuk mencari kesempatan mengambil Kitab Sembilan Naga bintang delapan yang disimpan di sebuah ruangan yang gelap.


Yao Zhihuan meminta seseorang untuk menyiapkan kamar tamu untuk Huamei dan Fang Yin. Semua orang membubarkan diri dan kembali ke villa masing-masing. Namun, langkah mereka semua terhenti ketika sayup-sayup terdengar suara seruling di kejauhan.


Angin yang berhembus tenang mulai berubah menjadi angin kencang seperti badai. Udara malam menjadi semakin dingin karena hembusan angin tersebut.


Semua anggota sekte yang ada di sekeliling Fang Yin berlutut secara serempak termasuk Yao Lin Feng yang ada di dekatnya. Huamei dan dirinya tidak melakukannya dan saling berpandangan dengan wajah kebingungan.


"Huamei, berlututlah jika kamu ingin selamat. Ajak temanmu juga," bisik Yao Lin Feng.


****


Bersambung ....



Xi Jian Heng

__ADS_1


__ADS_2