
Aroma itu semakin kuat ketika dia sampai di samping sebuah rak yang berisi ginseng yang sudah dikeringkan.
'Aneh. Ginseng ini memiliki aroma yang berbeda dengan ginseng kebanyakan. Jika dilihat secara sepintas bentuknya sepertinya sama. Tapi kenapa aromanya beda, ya?' Fang Yin menyentuh dan mengambilnya sebuah.
"Itu adalah ginseng rusa emas. Ginseng langka yang banyak dicari oleh para alkemis dari berbagai tempat," jelas Tetua Klan Yuan.
Fang Yin mengingat-ingat akan tanaman itu dan kegunaannya. Sepertinya dia pernah mendengarnya.
"Apakah tetua tahu tentang ginseng ini dan kegunaannya?" Fang Yin mencoba untuk menghemat waktu dan tenaga untuk mengingatnya.
Tetua Klan Yuan segera menggeleng karena dia memang benar-benar tidak mengetahuinya.
Fang Yin mengerti karena penduduk desa ini memang sedikit dan sepertinya tidak mengetahui tentang alkimia dan ilmu pengobatan. Jika tidak, mungkin mereka sudah memanfaatkan kekayaan alam ini menjadi sesuatu yang lebih bernilai dalam bentuk pil.
Obrolan mereka terhenti ketika seorang warga desa memanggil Tetua Klan Yuan dan mengabarkan keadaan Shangyi si anak serigala dan kedua orang tuanya.
Tetua Klan Yuan segera berlari keluar diikuti oleh Fang Yin yang juga merasa ingin tahu keadaan anak itu.
Ketika mereka sampai di sana, Fang Yin mendapati Shangyi sedang terpejam dan tidak bergerak sama sekali. Menurutnya ini adalah hal yang sangat aneh, saat dia meninggalkannya semalam, dia dan keluarganya dalam keadaan yang baik-baik saja.
Kedua orang tua Shangyi menangis dan tidak tahu harus berbuat apa. Mereka hanya menggeleng saja ketika seseorang menanyakan apa yang terjadi.
Tetua Klan Yuan, Klan Yu, dan Klan Hao menatap ke arah Fang Yin. Begitu juga dengan semua orang yang ada di sana. Mereka berpikir jika dirinyalah penyebab semua yang terjadi.
Penduduk desa itu sangat awam dengan hal-hal yang berhubungan dengan kultivasi dan pengobatan dengan Qi.
Tidak ingin kesalahpahaman di antara mereka semakin besar, Fang Yin pun memberanikan diri untuk melihat keadaan anak itu lagi.
"Tetua, ijinkan saya untuk memeriksa keadaannya!" ucap Fang Yin memberi hormat pada ketiga tetua yang berdiri di hadapannya itu.
__ADS_1
"Heh! Kamu apakan anak itu? Meskipun dia buas, tidak seharusnya kamu membunuhnya!" seru salah seorang penduduk desa itu yang merasa jika Fang Yin telah melakukan kesalahan.
"Saya hanya menolongnya saja. Jika dia tidak segera ditakhlukan mungkin desa ini sudah hancur sejak semalam," ucap Fang Yin dengan nada yang sedikit meninggi. Dia tidak menyukai perkataan pria itu.
Tetua Klan Yu datang menghampiri Fang Yin saat melihat kilat amarah di matanya.
"Tolong jangan diambil hati, Tuan Xu! Silakan Anda periksa keadaan Shangyi." Tetua Yu mendekati Fang Yin lalu memberi jalan padanya agar dia maju ke depan.
Tidak ingin memperpanjang masalah, Fang Yin pun mengikuti Tetua Yu. Matanya melirik sekilas pada pria yang menuduhnya tadi lalu melanjutkan langkahnya mendekati Shangyi.
"Bisakah Anda sedikit menjauh?" ucap Fang Yin pada kedua orang tua Shangyi yang duduk di sebelahnya.
Mereka mengangguk lalu bergerak mundur ke belakang.
Tangan dan kaki Shangyi terasa dingin. Warna kulitnya pucat kebiruan dengan sedikit busa di mulutnya. Tanpa penyebab dari luar, tidak mungkin Shangyi menjadi seperti itu.
Fang Yin membuka kelopak mata Shangyi dan melihatnya dengan jelas. Kemudian dia membuka mulut Shangyi lalu memeriksa denyut nadinya.
Dengan cekatan Fang Yin membuka baju anak itu dan memberinya pil penawar racun. Setelah pakaian bagian atasnya terbuka, Fang Yin segera mengambil jarum akupuntur dan menancapkannya di tubuh Shangyi.
Semua orang yang ada di sana terbelalak dan menutup mulutnya merasa ngeri melihat tubuh Shangyi penuh dengan jarum. Namun mereka tidak berani berkomentar apa-apa karena para tetua telah memberi ijin pada Fang Yin untuk mengobati anak itu.
Qi pengobatan yang dikeluarkan oleh Fang Yin membuat tubuh Shangyi segera bereaksi. Dari tubuhnya itu keluar aura gelap yang menguap melalui pori-pori kulitnya.
"Mundurlah! Dan tutup hidung kalian! Jangan sampai ada yang menghirup racun ini!" seru Fang Yin meminta semua orang yang ada di sana untuk menjauh.
Kedua tangan Fang Yin bekerja secara bersamaan. Di saat tangan kanannya mengeluarkan Qi pengobatan, tangan kirinya mengalirkan api hitam untuk membakar racun yang keluar dari tubuh Shangyi.
Perlahan tapi pasti, racun yang mengendap di tubuh Shangyi berhasil dikeluarkan oleh Fang Yin.
__ADS_1
Semua orang yang ada di ruangan itu mendekati keduanya saat melihat Fang Yin telah selesai dan membereskan alatnya.
"Tuan Xu, apa yang terjadi pada Shangyi?" tanya Tetua Yuan penasaran.
Fang Yin menatap ke arah kedua orang tua Shangyi yang masih terus terisak.
"Ada seseorang yang telah sengaja memberi racun pada anak ini," ucap Fang Yin sambil menatap tajam pada kedua orang tua Shangyi.
Para tetua mengikuti arah pandangan Fang Yin dan mengerti jika saat itu Fang Yin sedang mencurigai keduanya.
"Shi Han, Ah Yi! Apakah kalian bisa menjelaskan semua ini?" tanya Tetua Klan Yuan yang merupakan pemimpin keluarga itu.
Tetua Klan Yuan menatap orang tua Shangyi secara bergantian. Kewibawaannya membuat sepasang suami istri itu menjadi segan dan tunduk padanya.
Akhirnya, Shi han dan Ah Yi mengakui jika sebenarnya Shangyi bukanlah anak kandung mereka. Mereka kehilangan bayinya saat sedang mencari tanaman spiritual di luar desa. Setelah kejadian semalam mereka baru menyadari jika kemungkinan besar bayi mereka dimakan atau dibunuh oleh Shangyi di masa lalu.
Sangyi yang sebenarnya telah tersadar tidak segera membuka matanya karena ingin mendengarkan cerita Ah Yi dan Shi Han hingga akhir. Dia merasa sangat sedih ketika tahu kenyataan bahwa dia bukan anak kandung dari Shi Han dan Ah Yi.
Semua orang terlihat diam berpikir untuk mencari solusi dalam masalah ini. Shi Han merasa sangat malu saat menyadari anak yang dibesarkan dengan kasih sayang ternyata bukan manusia.
Di tengah-tengah cerita, Shangyi sudah tidak bisa menahan dirinya lagi untuk terdiam lebih lama lagi. Dia bangkit dan duduk menatap ke arah kedua orang tuanya.
Mereka terdiam saat melihat Shangyi telah tersadar dan menatap mereka dengan mata yang berkaca-kaca.
Semua orang yang ada di sana pun seolah menjadi bisu. Perasaan campur aduk berkecamuk di hati mereka.
Fang Yin duduk di samping Shangyi dan bertanya, "Apakah kamu sudah baik-baik saja? Apa yang kamu rasakan saat ini?"
Ucapan lembut Fang Yin mampu menyentuh hatinya. Namun semua itu tidak cukup untuk meredam amarahnya.
__ADS_1
****
Bersambung ....