
Ketua Sekte dan Fang Yin berdiri saling membelakangi untuk mewaspadai serangan yang bisa saja datang dari arah yang tidak mereka duga.
Tercium bau harum semerbak yang muncul dari arah yang belum mereka ketahui.
"Yin'er! Apakah kamu mencium sesuatu?" tanya Ketua Sekte.
"Aku mencium aroma yang sangat wangi," jawab Fang Yin meningkatkan kewaspadaannya.
"Kamu benar. Kita harus selalu waspada. Mungkin ini pertanda jika makhluk penghuni lembah ini datang mendekat." Ketua Sekte mengingatkan Fang Yin.
"Semoga kita bisa mengatasi ini semua!" Fang Yin melihat sepasang mata yang menyala di dalam kegelapan.
Merasa bahaya itu semakin mendekat, Fang Yin mengeluarkan pedang energi di tangannya.
Melihat Fang Yin telah mengeluarkan pedang energinya, Ketua Sekte pun mengikuti apa yang dilakukan olehnya.
Mata-mata yang menyala mulai bermunculan dan terus bertambah banyak. Belum terlihat jelas makhluk jenis apakah itu mengingat kabar yang beredar masih simpang-siur. Menurut cerita, belum ada orang yang selamat dari serangan mereka.
Makhluk-makhluk ini hanya muncul di malam hari dan menyerang siapa saja yang masuk ke wilayahnya ini tanpa ampun.
Ketua Sekte dan Fang Yin bergerak memutar dengan posisi yang masih sama yaitu berdiri saling membelakangi.
Pedang energi mereka yang menyala menjadi penerang mereka dalam kegelapan itu.
Perlahan bayangan tubuh mereka mulai terlihat ketika mereka semakin mendekat dan mengepung Fang Yin dan Ketua Sekte.
Sekawanan makhluk yang menyerupai serigala bersayap, terus bergerak maju dengan memperhatikan wajahnya yang menyeringai.
'Menyeramkan!' seru Fang Yin dalam hati melihat makhluk-makhluk yang terlihat haus darah itu.
Salah satu di antara mereka maju untuk menyerang Fang Yin dan beberapa yang lain menerjang Ketua Sekte.
Pertarungan pun tidak bisa dihindarkan lagi.
Serigala-serigala itu mengibaskan sayapnya dengan aliran Qi hingga membuat benda ringan yang ada di depannya beterbangan.
Tubuh Fang Yin pun begitu sulit untuk menahan serangan ini dan membuatnya bergeser dari tempatnya tanpa dia gerakan.
__ADS_1
"Tingkatkan Qi yang kamu keluarkan, Yin'er!" teriak Ketua Sekte yang masih berdiri dengan kokoh di hadapan Fang Yin.
Fang Yin pun melakukan apa yang diperintahkan oleh ketua sekte. Tubuhnya telah berdiri dengan stabil.
Rupanya binatang yang menjadi lawannya ini sangat cerdik. Mereka seperti memiliki sebuah formasi perang yang di komando oleh satu orang pemimpin. Setiap binatang roh memiliki tugasnya masing-masing.
Fang Yin mulai mencari kelemahan formasi yang mereka buat sambil terus bertarung.
Dua binatang roh penyerang depan menyerangnya. Empat binatang roh menyerang Ketua Sekte dan yang lain penyerang pendukung berkeliling mengepung lawan.
Menurut Fang Yin masih ada satu lagi binatang roh paling kuat yang belum menampakkan diri dan tentunya dia adalah pemimpin dari kawanan ini.
Energi yang dikeluarkan oleh binatang-binatang itu tidak bisa di anggap remeh. Gerakan mereka yang sangat gesit dengan serangan bergantian membuat Fang Yin kesulitan untuk mengeluarkan jurusnya.
Satu-satunya jurus yang bisa dia mainkan adalah jurus pedang yang diajarkan oleh Tetua An dari Akademi Tujuh Bintang.
Brett!
Sebuah cakaran seekor serigala berhasil melukai Fang Yin dan membuat lengan bajunya terkoyak.
Sepertinya mereka tidak tahan dengan bau darah sehingga membuat mereka yang semula menyerang Ketua Sekte kini berpaling ke arah Fang Yin.
Ketua Sekte berusaha untuk masuk ke dalam lingkaran pengepungan dan membantu Fang Yin. Namun dia dihalang-halangi oleh penyerang pendamping yang juga dengan beringas mengepungnya.
Saat ini mereka berdua sama-sama terkepung dengan kesulitannya sendiri-sendiri.
Kepala binatang roh yang mengepung Fang Yin bergerak-gerak dan mengendus aroma darahnya.
Mereka bersiap untuk menerkam Fang Yin dengan kuku-kuku tajamnya. Kelihatannya mereka telah kehilangan kendali setelah mencium bau darahnya. Itu artinya mereka akan kehilangan kemampuan untuk mengontrol Qi dan melupakan formasinya.
'Bagus! Ini adalah kesempatan buatku untuk membalas serangan kalian!' Fang Yin mulai bersikap waspada dan mengeluarkan jurus merendahkan bayangan miliknya.
Dengan putaran yang cepat Fang Yin menyerang mereka satu persatu. Namun sayang pertarungan kali ini tidak semudah yang Fang Yin pikirkan. Binatang-binatang itu terlalu kuat dan cerdik.
Serangan darinya sering menyasar ke tempat kosong karena binatang itu memiliki kemampuan berpindah tempat yang tak terlihat.
Kemampuan itu setara dengan Jurus Merendahkan Bayangan yang Fang Yin miliki.
__ADS_1
Sangat sulit bagi Fang Yin untuk melukai mereka dan malah dia sendiri yang terkena cakaran mereka hingga beberapa kali.
Merasa sangat terdesak, Fang Yin melompat ke atas untuk mengeluarkan jurus Phoenix Api Menari. Jurus ini yang paling cepat dan tidak memerlukan konsentrasi khusus.
Binatang roh yang mengejarnya ke atas bergerak mundur beberapa langkah ketika melihat api yang berkobar di sekeliling Fang Yin.
Mereka terus beringsut mundur ketika Fang Yin memperbesar api yang dia keluarkan.
Bukan hanya binatang roh yang menyerang Fang Yin, binatang-binatang yang mengelilingi Ketua Sekte pun bergerak mundur.
Pertarungan sudah terlanjur digaungkan, Fang Yin tidak ingin melepaskan mereka begitu saja setelah luka yang mereka berikan padanya.
Fang Yin merentangkan kedua tangannya dan mengangkat sebelah kakinya. Tubuhnya bergerak seperti seekor burung Phoenix yang sedang terbang dan diikuti oleh api yang menyerupai seekor burung Phoenix.
Api itu bergerak seiring dengan gerakan yang dilakukan oleh Fang Yin.
Burung api raksasa itu membuat hawa disekitar tempat itu menjadi panas.
Fang Yin terus saja menyerang binatang roh yang menjadi lemah akibat rasa takutnya pada api.
Ketua Sekte juga memanfaatkan situasi ini untuk menyerang binatang roh yang mengepungnya secara brutal.
Satu persatu binatang itu mati bergelimpangan dan hangus terbakar oleh api.
Meskipun kemenangan berada di tangan Fang Yin tetapi dia juga menderita luka yang sangat serius.
"Huh ... hah ... hah ... hah ... kita berhasil, Yin'er!" ucap Ketua Sekte berbicara dengan napasnya yang masih terengah-engah akibat pertarungan yang dia lakukan.
"Huh ... huh ... tap ... tapi aku masih merasa ada yang janggal, Kak!" ujar Fang Yin dengan keadaan yang terluka parah di beberapa bagian tubuhnya.
Ketua Sekte menatap Fang Yin dengan tatapan yang tidak mengerti. Dalam hal bertarung Ketua Sekte memang bisa dibilang sangat hebat tetapi dia tidak mengerti akan sebuah strategi.
Belum sempat Fang Yin mengatakan apa maksud dari perkataannya, seekor binatang roh dengan aroma yang sangat harum melesat dengan cepat dan terbang memutari Ketua Sekte dan Fang Yin.
Wujudnya tidak terlihat karena tubuhnya bergerak sangat cepat dan nyaris tak terlihat.
Fang Yin dan Ketua Sekte kembali waspada dan memasang kuda-kudanya untuk menghadapi lawannya kali ini.
__ADS_1
****
Bersambung ....