
Feng Xaohan datang bersama Yi Ruo menuju ke hadapan Fang Yin. Nenek Feng Xaohan yang semula berbicara pada Fang Yin terdiam setelah mereka bergabung.
Ruangan itu mendadak senyap.
Yi Ruo menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang pucat karena ketakutan. Kedua tangannya saling bertautan di atas pahanya.
Perasaan Feng Xaohan terasa campur aduk. Gadis yang selama ini dia nilai baik dan membuatnya jatuh cinta rupanya memiliki sisi lain yang mengejutkannya.
Fang Yin menatap tajam ke arah Yi Ruo. Napasnya terlihat naik turun menahan gejolak emosi yang sedari tadi dia tahan.
"Yi ... Yi Ruo. Namamu Yi Ruo, kan?" tanya Fang Yin membuka percakapan memecah keheningan.
"Benar, Nona." Yi Ruo melirik Fang Yin sejenak lalu kembali menunduk.
"Berdirilah!" seru Fang Yin.
Yi Ruo merasa bingung dengan maksud dari perintah Fang Yin. Namun tidak ada alasan baginya untuk menolak. Dia bangun dari duduknya dan berdiri di hadapan Fang Yin.
Feng Xaohan dan neneknya saling berpandangan dan memilih untuk diam. Mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Fang Yin pada Yi Ruo.
Tangan kanan Fang Yin mengulur ke depan. Dia mengeluarkan Jurus Napas Naga tingkat dasar untuk menarik benda-benda kecil yang berada di sekitarnya.
Merasakan ada sesuatu yang bergerak dari balik lengan bajunya, Yi Ruo terlihat tidak tenang. Dua botol kecil muncul dari lengan bajunya. Botol itu melayang di udara dan bergerak perlahan mendekati Fang Yin.
Yi Ruo segera bertindak dengan menangkap botol yang melayang itu. Sayangnya dia hanya mampu untuk menangkap salah satunya saja.
Feng Xaohan dan neneknya baru mulai percaya dengan ucapan Fang Yin setelah melihat tingkah Yi Ruo. Mereka menduga jika kedua botol itu adalah racun yang dimaksud oleh Fang Yin.
"Berikan botol itu padaku!" Fang Yin menengadahkan tangannya.
Yi Ruo menggeleng.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang kamu inginkan, Nona. Kamu hanyalah orang asing. Mengapa kamu memeriksa barang-barang milikku? Apakah kamu mengira jika aku mencuri sesuatu darimu?" Yi Ruo berbicara banyak pada Fang Yin untuk menutupi kesalahannya.
Sikap tidak sopan Yi Ruo membuat Feng Xaohan merasa menyesal telah menyukainya. Rona wajahnya memerah menahan amarah.
"Sejak kapan kamu belajar untuk bersikap tidak sopan pada tamu istimewaku, Yi Ruo?" Feng Xaohan berbicara tegas dan penuh penekanan.
Yi Ruo tidak menyangka jika Feng Xaohan akan berbicara seperti itu padanya. Meskipun Fang Yin berjasa padanya, tetapi seharusnya dirinyalah yang dibela oleh Feng Xaohan atas perilaku Fang Yin.
"Bukankah nona ini yang terlebih dahulu bersikap tidak sopan padaku. Dia mengambil barang-barang milikku tanpa ijin." Yi Ruo semakin bersikap berani.
Feng Xaohan berdiri lalu maju ke hadapan Fang Yin. Dia tidak tahan melihat sikap Yi Ruo yang semakin tidak sopan pada Fang Yin.
"Aku semakin yakin jika apa yang dikatakan oleh nona Xiao Yin benar." Feng Xaohan menatap Yi Ruo tajam.
Mata Yi Ruo berkaca-kaca dan terus menatap wajah Feng Xaohan dengan tatapan yang sulit diartikan. Hatinya seperti sedang dihunjam belati yang terasa begitu sakit. Dia tidak tahu apakah perasaan cintanya untuk Feng Xaohan masih tersisa atau tidak.
"Apa maksudmu, Tuan? Aku tidak mengerti." Yi Ruo berpura-pura tidak tahu arah pembicaraan mereka padahal hatinya sudah mulai berdebar-debar saat mendengar tuduhan Feng Xaohan.
Mata Yi Ruo membulat sempurna. Dia tidak menyangka jika Feng Xaohan begitu berterus terang.
"Berikan pada nona Xiao Yin botol itu!" perintah Feng Xaohan.
Yi Ruo kembali menggeleng.
"Berarti benar kamu berniat meracuni nona Xiao Yin?"
Sepertinya mengelak juga akan percuma. Yi Ruo memasang wajah yang berbeda dari sebelumnya. Kini rasa takut benar-benar telah menghilang dari dirinya.
"Ya, memang benar aku meracuni nona ini. Aku merasa cemburu karena kamu sangat perhatian padanya dan mengacuhkanku. Selama ini aku menyukaimu, Tuan. Aku ingin selalu bersamamu dan melayanimu dengan baik." Yi Ruo memberikan pembelaan.
Feng Xaohan membelalakkan matanya dan merasa jika Yi Ruo benar-benar sangat berani. Dia dan neneknya menolongnya di jalanan ketika keluarganya membuangnya di jalanan dan membiarkannya tinggal sebagai pelayan sesaat sebelum tragedi penyerangan yang membuatnya lumpuh terjadi.
__ADS_1
"Jangan bilang kamu juga memberiku racun juga untuk tetap menjadikanku pria lumpuh yang akan selalu bergantung padamu?!"
Yi Ruo terlihat gelagapan. Bola matanya memutar ke segala arah dan bibirnya bergetar. Sangat sulit baginya untuk mengucapkan kata-kata.
"Aku ... aku ... maaf." Hanya itu yang dia ucapkan lalu dengan gerakan yang sangat cepat menenggak botol racun yang ada di tangannya.
Botol yang dia pegang dengan yang dipegang oleh Fang Yin berbeda. Sekilas keduanya memang mirip tetapi memiliki isi yang berbeda.
Fang Yin memegang botol racun yang berfungsi untuk menghambat kerja tubuh yang mampu membuat seseorang kehilangan alat geraknya, sedangkan botol yang berada di tangan Yi Ruo adalah racun yang sangat mematikan.
Setetes saja racun itu masuk ke dalam rongga mulutnya, maka seluruh cairan di dalam tubuhnya akan membeku dan membuatnya mati membiru. Begitu juga dengan Yi Ruo saat ini, dalam hitungan detik dia telah kehilangan kesadarannya dan mati.
Nenek Feng Xaohan berdiri dan merasa tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Yi Ruo. Dia menutup mulutnya yang terbuka sebagai reflek dari keterkejutannya.
Feng Xaohan dan neneknya berjalan mendekati Yi Ruo yang telah mati.
"Jangan menyentuhnya! Dia meminum seluruh racun yang sangat berbahaya. Satu tetes saja racun itu sudah sangat berbahaya, sedangkan dia meminum semuanya." Fang Yin melarang Feng Xaohan dan neneknya menyentuh Yi Ruo karena tubuhnya sekarang sangat beracun.
Mereka menuruti apa yang diperintahkan oleh Fang Yin dan berdiri saja melihat Yi Ruo yang mati dengan tubuh yang berwarna kebiruan.
Fang Yin melemparkan botol racun yang berada di tangannya ke atas tubuh Yi Ruo lalu berjalan mendekati tubuhnya. Aroma racun itu mulai keluar dari dalam tubuh Yi Ruo dan mulai menyebar di dalam ruangan.
"Tutup mulut dan hidung kalian dan menjauhlah! Aku akan membakar tubuhnya karena racun yang ada di tubuhnya mulai menguap." Fang Yin mengeluarkan api hitam dari kedua telapak tangannya.
Meskipun hanya pada tingkat yang paling bawah, api ini membuat suhu di sekelilingnya menjadi panas. Setelah melihat Feng Xaohan dan neneknya berada dalam jarak yang aman, dia segera melepaskan api hitamnya untuk membakar tubuh Yi Ruo.
Api hitam Fang Yin melahap habis tubuh Yi Ruo tanpa meninggalkan sisa. Api abadi juga tidak menimbulkan asap karena pemiliknya mampu mengontrolnya.
"Sekarang kalian aman. Terimakasih untuk sambutannya, malam ini aku tidak bisa tinggal di sini, aku ingin menginap di penginapan saja." Fang Yin memadamkan api hitamnya dan membuat keadaan di ruangan itu kembali seperti semula seakan tidak pernah terjadi apa-apa.
****
__ADS_1
Bersambung ....