
"Xiao Yin! Tetaplah bersembunyi di sini! Kita bagi tugas. Aku akan membantu para tetua itu dan kamu menjaga murid-murid sekte ini jika sewaktu-waktu mereka dalam bahaya," bisik Jian Heng.
Fang Yin mengangguk tanda mengerti.
Untuk membantu murid-murid di sekte ini dia tidak mungkin berpenampilan seperti ini. Mereka akan dengan mudah mengenali Fang Yin. Demi menjaga identitasnya, Fang Yin harus merubah penampilannya menjadi sedikit berbeda.
Sebuah hanfu putih menjadi pilihan Fang Yin. Penampilan yang kontras dari kesehariannya akan membuatnya tidak mudah dikenali. Agar penyamarannya lebih meyakinkan, Fang Yin pun mengubah tatanan rambutnya mirip seperti seorang pria.
'Sempurna.' Fang Yin merasa puas dengan penyamarannya.
Fang Yin segera keluar dari persembunyiannya lalu terbang menuju ke depan barisan murid-murid yang berdiri ketakutan di halaman asrama.
Mereka merasa heran dengan kehadiran Fang Yin yang dianggap asing. Di antara mereka semua hanya Xiao Chen yang mengenali Fang Yin. Dia mengenalinya dari Qi yang keluar dari tubuhnya adalah Qi yang sama dengan yang dikeluarkan Fang Yin ketika berada di desanya.
Jian Heng dan seluruh tetua berada di barisan depan untuk melawan musuh sedangkan Fang Yin berada di barisan belakang.
Merasa Xiao Chen telah mengenali penyamarannya, dia pun memelototinya agar tidak kelepasan bicara.
__ADS_1
Xiao Chen mengangguk. Mata Fang Yin yang berkilat menatapnya tajam, hingga membuat nyalinya menciut.
Seperti dugaan Jian Heng dan Fang Yin, beberapa orang kultivator kembali datang menyusul. Jumlah mereka tidak bisa diprediksi karena masih terus berdatangan. Sebagian dari mereka pergi menuju ke barisan belakang tempat di mana Fang Yin berada untuk menyerang murid-murid sekte itu.
Belum di ketahui secara pasti apa tujuan mereka menyerang sekte ini. Mungkin mereka adalah bagian dari klan Yuan yang masih mengincar Pedang Sembilan Bintang. Setelah beberapa tahun berlalu ini merupakan serangan terbesar kedua sejak kedatangan Jian Heng di sana.
Tempat yang semula begitu rapi dan asri, kini berubah menjadi sangat berantakan akibat pertarungan. Debu dan asap menyatu di udara, yang merubah malam yang dingin menjadi panas. Jerit ketakutan dari murid-murid sekte membuat Fang Yin berusaha untuk menenangkan mereka dengan isyarat.
Fang Yin berusaha untuk tidak mengeluarkan suaranya agar tidak ada yang tahu jika sebenarnya dia adalah seorang wanita.
Seorang kultivator datang dan memberi pilihan pada Fang Yin dan yang lainnya. Memberi jalan pada mereka untuk lewat menuju ke villa belakang atau menerima serangan dari mereka.
Pertarungan tak terhindarkan lagi, Fang Yin menunjukkan kemampuannya yang memukau untuk melawan pengacau itu.
Melihat Fang Yin yang hanya bertarung seorang diri, keberanian murid-murid itu pun bangkit. Mereka ikut menghadang para pengacau itu dan membentuk pagar perlindungan yang menghalangi langkah mereka.
'Sebebarnya apa yang diinginkan oleh orang-orang ini? Aku merasa heran ada apa di villa belakang,' gumam Fang Yin dalam hati sambil terus bergerak melawan para pengacau itu.
__ADS_1
Fang Yin memakai teknik merendahkan bayangan untuk menghadapi mereka semua.
Usaha Fang Yin berhasil membuat para pengacau itu terpukul mundur. Mereka tidak bisa menebak serangan seperti apa yang akan diluncurkan oleh Fang Yin.
"Hoho, anak kecil! Berani juga kamu, ya!" seorang kultivator menyerang Fang Yin dengan penuh emosi.
Dalam kediamannya, Fang Yin pun menggila dalam melakukan serangannya untuk membalas.
Sorot matanya yang dingin dan kejam membuat semuanya yang dia lakukan menjadi menakutkan. Aura dingin menyelimuti tubuh Fang Yin dan melingkupi tempat di sekelilingnya.
Xiao Chen sangat mengenali hawa ini dan berusaha untuk berpikir positif.
'Aku merasakan sesuatu yang buruk bakalan terjadi. Jika amarah Xiao Yin tidak terkendali, aku bisa memastikan jika kejadian mengerikan di desa waktu itu akan terulang di sini.' Xiao Chen membulatkan matanya dan mengakhiri lamunannya ketika melihat sebuah energi yang besar meluncur ke tempat dia dan murid-murid yang lain berdiri.
"Aaaaaaaaa!" teriak Xiao Chen ketakutan.
****
__ADS_1
Bersambung ...