Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 168


__ADS_3

Nenek Lu berusaha untuk tenang menghadapi serangan Liu Xiangqi dia mengeluarkan aura pelindung dari pedangnya yang terhunus.


Tidak disangka, energi yang dikeluarkan oleh Liu Xiangqi ternyata tidak sebanding. Beberapa waktu lalu Nenek Lu masih bisa menghalau energi Liu Xiangqi dengan pertahanan ini. Namun rupanya tidak untuk kali ini.


Tubuh Nenek Lu terdorong keras ke belakang hingga melayang di udara dan menghantam atap pondok miliknya.


Atap itu jebol dan membuat tubuh Nenek Lu menerobos keluar. Energi Liu Xiangqi yang meledak membuat pondok yang tersusun dari benda berbahan dasar kayu menjadi terbakar dengan cepat.


'Gawat! Aku tidak bisa bersembunyi lagi di sini. Aku juga harus menolong Nenek Lu yang tengah terpojok.' Fang Yin akhirnya melompat dari kobaran api dan menghancurkan mantra pelindung yang telah dibuat oleh Nenek Lu.


Kali ini Nenek Lu tidak menyalahkan Fang Yin yang keluar dari persembunyian mengingat api telah membakar hampir di seluruh rumahnya.


Tubuh Nenek Lu terduduk di tanah dan beberapa kali berusaha untuk bangkit. Sebenarnya Nenek Lu bisa mengambil wujud serigalanya, tetapi dia tidak ingin kehilangan akal sehatnya dan menjadi sangat buas. Wujud lain dari Nenek Lu adalah Serigala Bermata Emas.


Manusia yang memiliki ras serigala paling kuat karena dia masih keturunan langsung dari keturunan pertama antara manusia dan serigala yang bermutasi menjadi seorang manusia.


Terlihat Liu Xiangqi sedang berjalan mendekat ke arah Nenek Lu dengan langkah perlahan.


Tangan kanannya terbuka dengan aura energi yang sangat kental. Liu Xiangqi mengulurkan tangannya ke depan untuk menyentuh kepala Nenek Lu. Dia ingin menyerap kultivasi Nenek Lu tanpa mempedulikan lagi jika mereka berasal dari satu ras yang sama.


Tangan Liu Xiangqi hampir menyentuh kepala Nenek Lu ketika Fang Yin datang menarik tubuh Nenek Lu ke belakang.


"Siapa kamu berani-beraninya ikut campur dalam masalahku!" seru Liu Xiangqi menunjukkan kemarahannya pada Fang Yin.


Fang Yin memberikan sebutir pil pemulih energinya untuk Nenek Lu dan sejenak mengabaikan Liu Xiangqi yang masih berhati-hati terhadapnya.


Tidak ingin Liu Xiangqi kembali menyerang Nenek Lu, Fang Yin maju ke depan dan menghadangnya sebelum dia sampai ke hadapan Nenek Lu.


"Aku orang yang kamu cari. Menyerang orang tua yang sudah tidak berdaya adalah sebuah tindakan yang tidak sopan!" ejek Fang Yin.


"Oh, rupanya kamu orang yang disembunyikan oleh Nenek Lu. Tidak ada hal yang istimewa dari dirimu. Kamu hanya memiliki basis kultivasi yang sangat rendah! Sungguh buang-buang waktu saja!" Liu Xiangqi merasa kecewa dan merasa tertipu.

__ADS_1


"Baguslah kalau kamu tidak berminat untuk mengambil esensi kultivasimu. Setidaknya aku bisa tertidur dengan nyenyak malam ini." Fang Yin pergi meninggalkan Liu Xiangqi.


Merasa terhina dengan apa yang dilakukan oleh Fang Yin membuatnya merasa marah dan berniat menyerangnya dari belakang.


Fang Yin bersikap sangat tenang dan terus berjalan menuju ke arah Nenek Lu. Nenek Lu terlihat sangat tegang dan menggelengkan kepalanya melihat Liu Xiangqi sedang melayangkan tinjunya ke arah Fang Yin.


Liu Xiangqi mengincar punggung Fang Yin dengan tinju berenergi besar di tangan kanannya.


Ketika tinju Liu Xiangqi berada dalam jarak kurang dari sejengkal, Fang Yin memutar tubuhnya dengan cepat ke arah Liu Xiangqi dan menangkap tinju Liu Xiangqi dengan tangan kanannya.


Mata Liu Xiangqi terbelalak ketika menyadari jika tubuhnya terangkat ke atas seiring kepalan tangannya yang tertahan oleh Fang Yin dan diangkat tinggi-tinggi olehnya


"Kupikir manusia serigala itu sangat hebat, nyatanya hanya besar mulut saja!" Fang Yin memutar tubuh Liu Xiangqi dan melemparkannya ke udara.


Liu Xiangqi berteriak di angkasa dan melolong dengan keras.


"Hal yang buruk akan terjadi," gumam Nenek Lu lirih. Namun Fang Yin bisa mendengarnya dengan jelas apa yang dikatakan oleh Nenek Lu.


Suara lolongan Liu Xiangqi membawa perubahan besar bagi alam di sekitar desa Kabut Iblis. Beberapa orang berwajah aneh keluar dari pondok-pondok yang berjajar rapi di tempat permukiman kecil itu.


Mata mereka mengeluarkan aura membunuh yang begitu kejam dengan mulut yang menonjol keluar.


Tubuh Liu Xiangqi kembali meluncur ke bawah dan terjatuh di tanah.


"Sebaiknya kamu menyerah. Semakin lama kita bertarung maka akan banyak sekali korban yang berjatuhan." Fang Yin memperingatkan Liu Xiangqi agar tidak melibatkan penduduk desa kecil itu.


Di antara mereka ada juga yang masih anak-anak. Bukan itu saja, dari tengah gelapnya hutan, keluar serigala dengan wajah yang beringas berkerumun mengelilingi mereka.


Liu Xiangqi tidak mempedulikan kata-kata Fang Yin.


"Kami berkelompok dan kamu sendirian. Apa yang kami takutkan dari seorang anak manusia lemah dan tidak berguna sepertimu! Kami tidak pernah takut menghadapi apapun. Setidaknya badanmu yang kurus itu lumayan untuk kami jadikan makan malam kami." Liu Xiangqi tertawa tanpa ada rasa takut.

__ADS_1


"Baiklah jika itu pilihanmu. Jangan pernah menganggap ku kejam jika aku membuat penduduk desa ini mati di tanganku."


"Kita lihat saja nanti! Siapa yang hidup dan siapa yang mati? Serang dia!" pekik Liu Xiangqi pada pasukan serigala dan penduduk desa.


Seluruh serigala hutan dan penduduk desa itu bergerak bersama-sama untuk menyerang Fang Yin.


'Aku tidak bisa menghadapi mereka secara bersama-sama. Aku terpaksa harus mengeluarkan Jurus Perisai Es.'


Selain untuk melindungi dirinya, Fang Yin juga berharap jurus ini mampu melindungi korban yang tidak perlu.


Dengan energi spiritualnya, Fang Yin mendorong beberapa ras serigala yang masih anak-anak lalu mengurungnya dalam sangkar yang terbuat dari bongkahan kristal es.


Bukan hanya anak-anak saja melainkan juga para wanita yang terpengaruh oleh sugesti dari lolongan Liu Xiangqi.


Nenek Lu yang masih dalam pemulihan tidak mampu berbuat apa-apa selain hanya melihat apa yang sedang dilakukan oleh Fang Yin. Dia menyadari jika orang yang dia selamatkan itu memiliki sifat yang baik karena tidak ingin melukai orang-orang yang tidak bersalah.


'Aku tahu kamu orang yang baik dan rendah hati. Kamu bersikap seolah tidak bisa apa-apa meskipun di dalam dirimu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.' Nenek Lu memuji Fang Yin.


Meskipun Fang Yin sangat hebat, tetapi banyaknya serigala yang menyerangnya, Nenek Lu tidak yakin Fang Yin bisa menghadapinya seorang diri.


Dia tahu betul berapa banyak serigala liar yang ada di hutan ini. Yang ada di hadapan Fang Yin saat ini belumlah seberapa. Besar kemungkinan akan bertambah seiring terbunuhnya kawanan mereka.


Untuk sejenak Nenek Lu berkultivasi untuk menyempurnakan kekuatannya sebelum membantu Fang Yin.


Satu persatu serigala liar yang menyerang Fang Yin mati sia-sia. Fang Yin menggunakan serangan jarak jauh dengan melemparkan energi spiritualnya.


Kesempatan ini digunakan oleh Liu Xiangqi untuk memulihkan tenaganya dan memenuhi kolam Qi-nya dengan berkultivasi.


Banyak sekali serigala yang telah terbunuh tetapi Fang Yin merasa sangat heran ketika mendapati serangan yang tidak ada habisnya.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2